Mohon tunggu...
Abanggeutanyo
Abanggeutanyo Mohon Tunggu... Wiraswasta - “Besar, ternyata ada yang lebih besar, sangat besar, terbesar, super besar, mega besar dan maha besar.”

Nama : FM Al-Rasyid ---------------------------------------------------------------- Observe and be Observed

Selanjutnya

Tutup

Politik Pilihan

Fadli Zon Diganjar Bintang Mahaputera, Sindiran atau Pengakuan?

11 Agustus 2020   15:22 Diperbarui: 11 Agustus 2020   23:07 238
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.
Lihat foto
Sumber gambar : Terkini.di. Diedit dan tambahkan oleh Penulis

Diantara yang akan menerima bintang Mahaputera Naraya dalam perayaan HUT RI ke 75 pada 17 Agustus 2020 nanti di Istana Negara adalah Fadli Zon, anggota DPR RI yang fenomenal dan tak jarang dari kontroversial. 

Disebut fenomenal karena sangat berani memberikan ciutan-ciutan yang terbuka, mengarah dan mengena pada sasaran kritisnya, misalnya terhadap sejumlah kebijakan Presiden Jokowidodo.

Fadli Zon kontroversial sudah tidak perlu ditanya lagi apa saja bentuknya. Prabowo saja menyebutnya Fadli Zono karena susah "dikendalikan" tokoh politik besutan partai Gerindra ini.

Bintang Mahaputera adalah salah satu bintang untuk warga sipil yang posisinya berada nomor dua teratas setelah bintang "Republik Indoneisa." Di samping itu bintang Mahaputera juga terbagi lagi dalam 5 kelas, diantaranya Mahaputera Naraya.

Pemberian bintang Mahaputera pertama sekali (terjadi) pada 1959. Mengacu pada informasi Sekretariat Negara, kita dapat melihat tak kurang 841 orang putra dan putri terbaik Indonesia pada masanya telah memperoleh penghargaan Mahaputera dari yang terendah (Naraya) hingga tertinggi (Adipurna).

Pemberian bintang Mahaputera pertama sekali terjadi pada tahun 1959. Kala itu Presiden Soekarno menerima penghargaan itu untuk diri sendiri tanpa Kepres. Peristiwa itu bisa terjadi karena didukung oleh UU No.6 Darurat Tahun 1959.

Pemberian bintang Mahaputera kedua juga terjadi pada 1959 tanpa Kepres dengan alasan yang sama. Penghargaan itu diberikan kepada Sri Sultan Hamengkubowono IX .

Setelah itu hingga 2019 berdasarkan nomor arsip Setneg yang dapat dilihat pada sumber di atas, tak kurang 841 orang telah mendapatkan aneka penghargaan bintang Mahaputera.

Mereka bisa berasal dari Budayawan, Rohaniawan, Pemimpin ummat, Anggota DPR, DPA, mantan Dubes, mantan Kepala Rumah Tangga Kepresidenan hingga istri Menlu Ali Alatas (Yunisa Ali Alatas) dan lain-lain seperti Zahid Husein mantan Karo Proyek-Proyek Bantuan Presiden, Setdalopbang, Sekretariat Negara juga bisa memperoleh penghargaan Bintang Mahaputera.

Informasi Setneg di atas juga memperlihatkan jumlah peraih penghargaan tertinggi dari negara untuk sipil yaitu bintang Republik Indonesia dari tahun 1959 hingga 2019. Total seluruhnya baru mencapai 76 orang. Tokoh pertama yang memperoleh penghargaan tersebut adalah Soekarno dan yang terakhir pada 2019 lalu adalah Ma'ruf Amin Wapres sekarang.

Pendek kata penghargaan tersebut harus melalui penilaian dan seleksi berdasarkan syarat dan kelayakan dan kebijakan khusus yang hanya diketahui oleh Sekretariat Negara dan Presiden tentunya.

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
Mohon tunggu...

Lihat Konten Politik Selengkapnya
Lihat Politik Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun