Mohon tunggu...
Abanggeutanyo
Abanggeutanyo Mohon Tunggu... Wiraswasta - “Besar, ternyata ada yang lebih besar, sangat besar, terbesar, super besar, mega besar dan maha besar.”

Nama : FM Al-Rasyid ---------------------------------------------------------------- Observe and be Observed

Selanjutnya

Tutup

Politik Pilihan

Pemerintahan "Seumur Jagung" Hassan Diab Bubar, Hizbollah Dilematis

11 Agustus 2020   12:26 Diperbarui: 11 Agustus 2020   12:31 163
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.
Lihat foto
Gambar kiri : Demo [ada 7 Nopember 2019 mendukung Hassan Diab. Sumber : TRTWorld.com. Gambar kanan : Demo menjatuhkan Diab pada 9 Agustus 2020. Sumber:Dailymail.com. Digabung oleh Penulis

Belum jelas siapa pengganti Diab akan tetapi menurut tradisi bagi-bagi kekuasaan yang selama beberapa dekade ini terjadi, untuk Presiden berasal dari kelompok Kristen Maronit. Untuk ketua Parlemen berasal dari Iran dan untuk Presiden berasal dari Islam Sunni.

Pada pememilihan Diab saat itu  kelompok Hizbollah mendukukung Diab dari kelompok Islam Sunni. Diab memperoleh 69 suara dari 129 orang parlemen Lebanon ketika itu. Seluruhnya dari koalisi 8 March Alliance termasuk 13 suara dari anggota parlemen dari Hizbollah dan 16 anggota parlemen dari Partai Gerakan Amal, keduanya partai Syiah pro Iran dan Suriah.

Hizbollah akan menjaga tradisi mendukung kelompok Islam Sunni atau Kristen Maronit. Masalahnya apapun sikap atau pilihan Hizbollah warga Lebanon kini sedang dilanda isu anti Hizbollah terutama berkembang desas-desus yang belum dapat dipastikan bahwa gudang pupuk yang meledak di pelabuhan Beirut itu dsebut-sebut gudang logistiknya Hizbollah.

Tetapi sebagian orang lain menduga ada teori konspirasi yang mengarah pada Israel dan AS di Lebanon. Kedua negara itu tak diragukan kepiawaiannya membuat pengkondisian anti Iran khususnya anti Hizbollah sehingga tercipta gerakan anti Iran atau Hizbollah di Lebanon. 

Jika itu terjadi bisa saja itu sebuah "cita-cita" Israel tanpa melalui perang untuk menghilangkan pengaruh Hizbollah sekaligus Iran di Lebanon memanfaatkan momentum Beirut Blast atau ledakan Beirut yang bisa bikin Lebanon benar-benar meledak dalam bidang politik dan keamanan.

Semoga rakyat Lebanon bisa temukan kepala pemerintahan yang bisa mengakomodir seluruh keinginan rakyatnya. Mungkinkah bisa terealisir? Mari kita nantikan perkembangannya.

abnggeutanyo

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
Mohon tunggu...

Lihat Konten Politik Selengkapnya
Lihat Politik Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun