Mohon tunggu...
Muhammad Ali Amiruddin
Muhammad Ali Amiruddin Mohon Tunggu... Suka menulis

Guru bagi anak-anak berkebutuhan khusus memiliki 1 putri dan 2 putra yang cakep

Selanjutnya

Tutup

Sosbud Pilihan

Mengambil Hikmah dari Karhutla

20 September 2019   08:38 Diperbarui: 20 September 2019   09:25 0 2 2 Mohon Tunggu...


Sumber: www.youtube.com/channelmbahgambrong

Mengambil hikmah dari bencana asap

Akhir-akhir ini masyarakat tengah dipaksa berperang melawan asap. Asap yang kebetulan keluar akibat kebakaran hutan dan lahan, istilah yang biasa disebut karhutla. Di mana kebakaran hutan terjadi akibat oleh ulah alam atau tangan manusia.

Keadaan yang bisa saja dipengaruhi oleh cuaca panas yang ekstrim hingga berujung api menjadi sebab kebakaran semakin meluas. Ditambah lagi berbagai media nasional menyebutkan bahwa karhutla disebabkan oleh ulah seseorang yang ingin membuka lahan perkebunan (sawit) dengan biaya murah dan mudah. Dengan membakar dianggap menjadi solusi jitu untuk mengantisipasi dan mangakali biaya yang mahal.

Solusi sederhana yang "menggampangkan" ini dari waktu ke waktu seperti hanya hiburan wajah berita nasional. Yang mana dampaknya sungguh memprihatinkan. Seperti pencemaran udara pada level mengkhawatirkan, hingga bahaya karena polusi CO2 yang sangat parah. 

Dampaknya warga yang terdampak bencana pun harus merasakan penderitaan karena pernapasan menjadi sesak. Belum lagi gangguan penglihatan seperti mata pedih hingga mengeluarkan air mata. Infeksi saluran pernapasan atas (ISPA) yang berakibat penderita harus dirawat di rumah sakit. 

Belum lagi boleh jadi kecelakaan karena terganggunya pandangan ketika mengemudi kendaraan. Apalagi beberapa jadwal penerbangan terpaksa ditunda akibat efek asap yang mengganggu itu.

Selain dampak pada manusia dan seabrek permasalahannya, kebakaran hutan dan lahan pun berdampak pada hilangnya ekosistem hutan, karena disitulah habitat hewan-hewan liar dari yang kecil hinga yang besar, plus semua jenis flora akan punah seiring dengan habisnya hutan akibat kebakaran itu.

Semua itu adalah efek yang secara langsung dapat dirasakan masyarakat korbannya. Bolehlah ada yang menggapnya sebelah mata lantaran tidak berada dalam posisi korban. 

Mata pedih, pernapasan sesak yang harus dibantu oksigen. Belum lagi efek jangka panjang yang boleh jadi dirasakan para korbannya. Ada yang masih dirawat, ada pula yang dikabarkan meninggal dunia.

Jika kerusakan habitat dan ekosistem hutan, maka ke depannya negeri ini sudah kehilangan salah satu paru-paru dunia, serta aneka tanaman dan hewan langka pun akan punah.

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
  3. 3
KONTEN MENARIK LAINNYA
x