Mohon tunggu...
Muhammad Ali Amiruddin
Muhammad Ali Amiruddin Mohon Tunggu... Suka menulis

Guru bagi anak-anak berkebutuhan khusus memiliki 1 putri dan 2 putra yang cakep

Selanjutnya

Tutup

Edukasi Pilihan

Impor (Mengundang) Guru Luar Negeri, Apa yang Salah?

31 Mei 2019   06:57 Diperbarui: 31 Mei 2019   07:24 0 2 1 Mohon Tunggu...
Impor (Mengundang) Guru Luar Negeri, Apa yang Salah?
Menko PMK, Puan Maharani, (news.detik.com)

Pendidikan Indonesia selalu menjadi fokus terhadap proses pembangunan sumber daya manusia. Karena pembangunan sumberdaya manusia yang bersifat long life education for all, mau tidak mau, menurut perkembangan pendidikan dewasa ini yang menuntut kesiapan sumber daya manusia dengan persaingan multi dimensi yang semakin berat, pembangunan sumberdaya manusia Indonesia yang siap menerima tantangan masa depan adalah bukan sesuatu yang bisa diabaikan.

Belum lagi  indeks sumber daya manusia masih di urutan ke-87 dari 157 negara di bawah negara asia tenggara.

"Apabila dilihat dari skala Asia Tenggara, investasi sumber daya manusia di Indonesia rupanya masih kalah dari Singapura (0,88), Vietnam (0,67), Malaysia (0,62), Thailand (0,60), dan Filipina (0,55)".Sumber

Bukti riil ini menunjukkan bahwa hingga saat ini tingkat sumber daya manusia yang berawal dari pendidikan yang juga masih jauh dari negara-negara tersebut. 

Yang implikasi negatifnya adalah ke depannya secara perlahan generasi penerus bangsa sedikit banyak akan kehilangan momentum kemajuan dalam berbagai dimensi kehidupan. Seperti kemajuan teknologi yang juga mensyaratkan kesiapan SDM yang handal. 

Dampaknya lagi, ketika negara-negara lainnya justru memiliki derajat pendidikan yang lebih tinggi tentu ke depannya sangat mungkin anak-anak Indonesia yang saat ini masih mengenyam pendidikan akan kehilangan ladang penghidupan mereka. 

Sebut saja jika pekerjaan menuntut teknologi yang tinggi maka besar kemungkinan anak-anak Indonesia tidak akan bisa mengikuti kemajuan yang terjadi.

Fakta yang harus menjadi perhatian semua elemen pendidikan, lebih khusus pemerintah dan masyarakat yang akan menerima semua konsekuensi terhadap pembangunan bangsa dan negara.

Begitu pula, masih hangat dalam pendengaran dan penglihatan kita tentang pernyataan Menko PMK, Puan Maharani, bahwa bangsa Indonesia akan mendatangkan guru-guru dari luar negeri agar mengajar di sekolah dalam negeri. 

Hingga beberapa elemen masyarakat turut menyuarakan pendapat tentang perlu dan tidaknya mendatangkan (meng-import) guru dari luar negeri demi memajukan generasi muda di negeri ini? Dalam pemahaman lain kata meng-import tidak diterima oleh Menko PMK tersebut, namun mendatangkan dengan transfer pengetahuan.

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
  3. 3
VIDEO PILIHAN