Gaya Hidup highlight

Terjebak di Ende

19 Maret 2017   16:51 Diperbarui: 19 Maret 2017   17:05 230 2 0
Terjebak di Ende
dokumentasi pribadi

Perkenalkan namaku Ananto, temen kampus manggilnya Aan, kalo dirumah dipanggil Adi. Tapi pas kemaren ikut Management Training di salah satu perusahaan BUMN yang bergerak di bidang farmasi nama panggilanku dirubah jadi Nanto oleh bagian HC (Human Capital) dengan alasan panggilan Aan terlalu mainstream. Ya sudahlah....

Jadi bagaimana bisa, Aan yang mulai kecil sampai umur 22 tahun setia tinggal di Jawa bisa nyasar di Ende?.....

Hahaha sebelum bercerita, saya akan memberitahukan terlebih dahulu seputar Ende. Ende adalah salah satu kabupaten yang berada di provinsi Nusa Tenggara Timur, tetapi berbeda pulau dengan ibu kotanya Kupang. Kupang berada di Pulau Timor dan Ende berada di Pulau Flores (1 Jam perjalanan dengan pesawat perintis / 12 jam menggunakan kapal laut). Kalo masih belum punya bayangan Ende itu seperti apa? Coba lihat uang pecahan 5000 jaman ga enak, disitu ada danau 3 warna, yaaaa disinilah danau tersebut berada.

Mulai masuk cerita yaaa. Jadi aku adalah seorang apoteker yang baru lulus bulan Oktober 2016 kemaren, dan alhamdulillah tidak lama setelah itu aku dapat panggilan untuk ikut Management Training (MT) di salah satu perusahaan BUMN yang bergerak di bidang farmasi. Setelah 4 bulan lamanya aku MT di Jakarta tibalah saatnya bagian yang mendebarkan. Yaaa yaitu pengumuman penempatan (perusahaan ini menempatkan pegawai barunya di seluruh penjuru Indonesia) dan aku dapat di ENDE (2277 km dari Jakarta dan 1510 km dari Surabaya jauhnya). Yang pertama kali terbayang olehku tentang Ende adalah aku akan hidup seperti di iklan Aqua dengan salah satu pecakapannya yang selalu terngiang “Sekarang sumber air su dekat”.

2 hari setelah pengumuman aku langsung terbang ke Ende dengan transit terlebih dahulu di Kupang karena tidak ada penerbangan langsung dari Jakarta atau Surabaya ke Ende. My first impression saat aku menapak di Bandar Udara H Hasan Aroeboesman Ende adalah dimana mana bukit-barisan pegunungan-&-pantai. Baru malam pertama di tempat ini sudah mati listrik mulai dari jam 17:00 WITA sampai dengan jam 22:00 WITA. Ternyata hal ini wajar, karena pemadaman listrik bergilir dilakukan setiap hari Senin, Rabu dan Jumat.

Setelah seminggu sibuk dengan segala rutinitas pekerjaan di kantor (ga pure sibuk sih, kadang ada rindunya juga hahahaha) tibalah hari minggu yang ditunggu tunggu. Di hari Minggu ini tidak kulewatkan kesempatan untuk berkeliling Ende, dan banyak sekali kutemui tempat menarik disini, yaitu :

  • Rumah Pengasingan Presiden Soekarno.
    • Pada tahun 14 Januari 1934, presiden pertama kita pernah diasingkan di Ende. Selama di Ende, Bung Karno dan istri menempati rumah milik Abdullah Ambuwaru. Beliau menghabiskan waktunya disini selama 4 tahun lamanya
    • dokumentasi pribadi
      dokumentasi pribadi
      dokumentasi pribadi
      dokumentasi pribadi
  • Taman Perenungan Presiden Soekarno
    • Disinilah dahulu setiap sore bung karno menghabiskan waktunya untuk merenung
    • dokumentasi pribadi
      dokumentasi pribadi
  • Pantai Bita
    • Yang membuat unik pantai ini adalah bukan karena pasirnya yang putih atau berwarna pink melainkan karena di pantai ini berada di ujung landasan pacu bandara Ende dimana saat ada pesawat take off atau landing pengunjung pantai dapat melihat pesawat dalam radius yang sangat dekat.
    • dokumentasi pribadi
      dokumentasi pribadi
      dokumentasi pribadi
      dokumentasi pribadi

Seminggu pertamaku disini sudah mulai nyaman & semoga makin betah. Dan ternyata Ende TIDAK seperti bayanganku diawal, seperti susah air-orangnya mayoritas kriting-banyak non muslim-susah cari makanan halal. Semua bayanganku itu sirna setelah aku tinggal disini. Dilain kesempatan pasti aku akan meng explore lebih dalam tentang keindahan alam Flores lainnya. Tunggu terus ceritaku yaaa. Terima kasih sudah mau membaca.