Mohon tunggu...
Em Amir Nihat
Em Amir Nihat Mohon Tunggu... Jamaah Maiyah. Asal Kebumen. Penulis bebas.

Kunjungi saya di www.nihatera.wordpress.com

Selanjutnya

Tutup

Cerpen

Fenomena Egoisme Ibadah dan Logika Nyeleneh Open House

12 Juni 2019   18:36 Diperbarui: 12 Juni 2019   18:43 0 1 0 Mohon Tunggu...

Antrian panjang terjadi di SPBU kota X, usut punya usut ternyata seluruh petugas pom bensin sedang melaksanakan sholat maghrib berjamaah. Bahkan ada papan tertulis " Sedang Sholat Berjamaah".

Chairil dan Pak Munir boncengan sedang mengantri di pom bensin saking panjangnya ia sempat kaget ada kebijakan seperti ini.

"Fenomena apa ini. Semangat ibadahkah? Lalu mengapa harus mengalahkan kepentingan umum? Ini malah terkesan egois. Masyarakat yang antri juga butuh sholat, kalau antrian panjang seperti ini bisa jadi malah melewati batas waktu sholat maghrib. Apa mereka tidak memikirkan yang antri bahwa mereka juga butuh sholat? Apa mereka tidak merasa bersalah kalau yang antri jadi gak sholat akibat kebijakan sok agamis ini?"

Pak Munir yang dibonceng Chairil lalu merespon,

"Sebenarnya hal ini kan bisa diakali. Sholat jamaahnya gantian kan bisa sehingga mengurangi dampak antrian panjang. Kecuali kalau sholat jumat nah baru karyawan laki-laki yang Islam harus bergegas sholat jumat. Karyawan perempuan yang bekerja. Jadi, adil dan semua bisa dijalankan."

Walhasil Chairil pun komplain ke karyawan pom bensin, namun katanya hal ini kebijakan atasan sehingga ia pun tidak bisa melawan. Karyawan pom bensin ini sebenarnya juga tidak setuju dengan kebijakan sok agamis seperti ini.

Benar saja, waktu molor dan mereka terpaksa mengQodo sholat maghrib.

Setelah sholat maghrib mereka bergegas pulang menemui Tan

Di Rumah Tan,

"Pak Chairil, saya sebenarnya tidak setuju dengan adanya open house istana. Seorang Presiden itu punya amanat dan tanggungjawab. Semestinya ada pernyataan minta maaf dari Presiden sebab barangkali ada kebijakan-kebijakan yang tidak adil dan malah menyengsarakan rakyat. Tetapi di negara kita kebalik, Presiden malah mengadakan open house menyuruh rakyat datang dan minta maaf. Logikanya kebalik, bukan? Seharusnya open house itu tiap hari kan istana yang membiyayai juga rakyat to. Artinya Istana itu juga rumah rakyat. Jangan mau dibodohi" keluh Tan

"Negara kita memang lucu, Tan." Jawab Pak Munir

Sejurus kemudian Pak Chairil malah mengalihkan pembicaraan,

"Sebagai teman yang sudah menikah saya cuma berpesan agar kamu cepat menikah sebab saya tidak mau jadi setan. Saya malah senang kalau kamu menikah daripada pacaran tidak jelas. Kalau menikah semua jadi plus tetapi kalau pacaran semua malah bisa jadi minus."

Tan seperti mendengar suara petir.