Mohon tunggu...
Asep Saepudin
Asep Saepudin Mohon Tunggu... Ahli Gizi - Mahasiswa

Mahasiswa Ekonomi Syariah Institut KH Abdul Chalim. bercerita sesuai pengalaman dan teori. ketertarikan terhadap budaya, wisata, keanekaragaman dan isu ekonomi yang ada di indonesia.

Selanjutnya

Tutup

Ruang Kelas

Perjalanan Beasiswa dan Berelasi Nusantara

4 Desember 2020   18:00 Diperbarui: 4 Desember 2020   18:12 81
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.

Hallo guys…

Perkenalkan saya Asep Saepudin, berasal dari kampung yang terletak di Cipongkor-Jawa Barat. Sekarang saya menempuh study S1 jurusan Ekonomi Syariah di Institut K.H Abdul Chalim, Mojokerto-Jawa Timur. Saya ingin berbagi pengalaman mengenai arti perjuangan dan pentingnya relasi yang luas.

Event Seminar Internasional IKHAC

Mulanya, tak pernah terbesit dalam benak saya keinginan untuk kuliah baik itu di dalam negeri apalagi luar negeri. Meski saya tau berbagai peluang terbentang di hadapan seperti tes program ke Mesir, SNMPTN dsb namun tetap saja tak satupun menarik perhatian. Karena saat itu tujuan saya hanya bekerja dan menabung untuk masa depan. 

Rupanya takdir berkata lain, kabar keterimanya salah satu teman di Universitas Pendidikan Indonesia lewat SNMPTN menjadi pembuka keputusan-keputusan setelahnya. Saya termotivasi hingga muncul keinginan untuk kuliah dan ‘mendapat beasiswa’ jadi poin plus nya karena saya tidak mau merepotkan orang tua.

Akhir kelas 12 hobi saya seketika berubah. Setiap waktu saya habiskan mencari informasi program beasiswa mulai dari persyaratan sampai ketentuan-ketentuan lain yang mendukung. Hingga saya putuskan untuk mendaftar dan mengikuti beberapa tes seperti UTBK tujuan Universitas Padjajaran, SPAN PTKIN tujuan UIN Jogja dan UIN Jakarta serta ikut seleksi UM PTKIN di UIN Bandung. 

Setelah menunggu sekian lama akhirnya pengumuman hasil tersebut satu persatu keluar. Tapi sayangnya tak ada satupun yang lulus. Rasa sedih dan kecewa tentu turut serta namun jika itu takdirnya saya bisa apa (?) Melihat teman-teman keterima di PTN impian mereka, saya ikut senang dan mendoakan yang terbaik bagi mereka. Bersyukur pikiran positif masih membersamai walau terkadang rasa bingung kerap mengiringi. Namanya juga manusia, mudah sekali terbolak-balik hatinya.

Pernah saya hampir putus asa dan ingin mundur dari perjuangan ini tetapi harapan kembali muncul ketika teman pondok saya menyarankan ikut seleksi beasiswa PERGUNU di kantor PW NU Jawa Barat. Awalnya saya ragu setelah mengetahui kampusnya berada di Jatim, tapi saya coba saja mungkin ini rezeki. 

Setelah tes dan menunggu hasilnya beberapa hari, alhamdulilah saya dinyatakan lulus. Bahagia sekali rasanya. Namun sesaat kemudian saya teringat belum mengabarkan orang tua, alhasil rasa senang dan ragu pun bercampur aduk karena saya belum tau beliau mengizinkan atau tidak. Keesokan harinya saya langsung telepon orang tua dan meminta pendapat mereka. Saya sampaikan semuanya dengan penuh penjelasan. Ternyata mereka senang dan alhamdulillah mengizinkan.

Walau gagal melanjutkan study di PTN, saya tetap bangga pada diri sendiri karena berhasil meraih tujuan dengan mendapat beasiswa ini. Kini saya kuliah di salah satu perguruan tinggi baru bertaraf Internasional di Jawa Timur yakni Institut K.H Abdul Chalim dengan beasiswa PERGUNU JABAR full sampai akhir. 

Meski terbilang baru tetapi perguruan tinggi ini telah berbasis Internasional. Mahasiswanya tersebar dari berbagai Provinsi bahkan banyak pula berasal dari luar negeri seperti Afganistan, Thailand, Filipina, Sudan dan negara lainnya. Saya mendapat banyak teman mulai dari Aceh sampai Papua semuanya ada bahkan memperluas relasi ke teman-teman luar negeri. Saling sharing tentang keberagaman Indonesia yang beraneka macam mulai dari bahasa, budaya, suku bangsa dan yang terpenting dapat berbagi cerita tentang pengalaman langsung dari orangnya.

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
Mohon tunggu...

Lihat Konten Ruang Kelas Selengkapnya
Lihat Ruang Kelas Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun