Mohon tunggu...
I Luh Aqnez Sylvia
I Luh Aqnez Sylvia Mohon Tunggu... Guru - GURU

Saya adalah seorang guru di SMA Negeri 1 Ungaran yang gemar dalam menulis, baik itu fiksi ataupun non fiksi. Inteligi adalah komunitas saya dalam menulis dan saya terlibat langsung dalam kepengurusan penerbit INteligi .

Selanjutnya

Tutup

Pendidikan Pilihan

Jurus Jitu Mengatasi Keragaman Murid/Peserta Didik Melalui Pembelajaran Berdiferensiasi

10 September 2022   08:58 Diperbarui: 10 September 2022   09:17 606 0 0
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.
Lihat foto
Pendidikan. Sumber ilustrasi: PEXELS/McElspeth


Indonesia memiliki masyarakat yang dipenuhi dengan keragaman budaya. Keragaman tersebut memang menimbuklan masalah yang cukup kompleks namun keragaman bukan menjadi sumber pemecah tetapi justru menjadi sumber kekayaan bagi Indonesia. Demikian juga halnya dalam dunia pendidikan yaitu dalam setiap sekolah ataupun kelas pasti diperkaya dengan keragaman murid atau peserta didik, baik itu perbedaan dalam hal budaya, pola asuh, strata sosial dan lainnya yang sangat berpengaruh terhadap keragaman kebutuhan belajar murid / peserta didik. Keragaman peserta didik inilah yang sereingkali menjadi kendala tercapainya hasil belajar yang optimal, Kurikulum merdeka memberikan solusi yang smart dalam mengatasi keragaman  kebutuhan belajar peserta didik yaitu melaljui Pembelajaran Berdiferensiasi.

Pembelajaran berdiferensiasi merupakan pembelajaran yang berfokus pada kebutuhan belajar peserta didik. Tomlinson (2001) menyatakan bahwa "Pembelajaran berdiferensiasi adalah usaha menyesuaikan proses pembelajaran di kelas untuk memenuhi kebutuhan belajar individu setiap murid". Keragaman peserta didik dalam satu kelas diharapkan dapat terfasilitasi melalui strategi pembelajaran berdiferensiasi. Seorang guru harus  berupaya secara kreatif dan inovatif menciptakan suasana pembelajaran kelas yang hidup dan menyenangkan karena antusias dan  keaktifan peserta didik dalam proses pembelajaran tersebut. Guru sebelum melakukan proses pembelajaranm diharapkan sudah benar -- benar  memahami kebutuhan belajar peserta didiknya yang terdiri dari tiga hal yaitu : kesiapan belajar, minat belajar dan profil belajar. 

Upaya mengukur sejauh mana kesiapan belajar peserta didik dapat dilakukan assesmen diagnostik yang terbagi menjadi dua yaitu diagnostik kognitif untuk mengukur sejauhmana pemahaman peserta didik terhadap penguasaan konten / materi dan diagnostik non kognitif untuk mengetahui bagaimana minat dan profil belajar masing -- masing peserta didik. Hasil dari assesmen diagnostik tersebut dapat dijadikan sebagai acuan guru dalam membuat skenario pembelajaran di kelas dengan keragaman yang ada.

Upaya memenuhi kebutuhan murid yang beraneka ragam dapat dilakukan dengan memberikan diferensiasi dalam konten, proses dan produk. Konten berbicara tentang materi yang dibahas dalam pembelajaran kelas. Guru dapat memberikan berbagai sumber konten yang bervariatif, misalkan dari modul ajar berbentuk flip book, video pembelajaran dari youtube, info digital dan berbagai sumber lainnya dari internet. Pemberian konten yang berdiferensiasi diharapkan mampu memfasilitasi peserta didik dalam memahami materi yang dibahas sesuai dengan minat dan profil belajar mereka. Yang kedua adalah berdiferensiasi dalam proses. Guru berupaya untuk menerapkan proses pembelajaran yang melibatkan keaktifan seluruh peserta didik dengan berbagai cara inovatif dalam proses pembelajarannya, sehingga peserta didik mampu menggali minat dan potensinya lebih dalam lagi untuk berprestasi. Diferensiasi yang berikutnya adalah berdiferensiasi dalam produk. Peserrta didik diberi keleluasaan untuk memilih tugas / produk yang akan mereka kerjakan  sesuai dengan kesiapan, minat dan profil belajarnya.Peserta didik dapat memilih produknya berupa artikel, puisi, lagu, poster, info grafis ataupun bentuk lainnya tanpa mengabaikan konten . isi dari tugas yang diberikan guru. Guru harus dapat mengapresiasi segala bentuk produk yang dihasilkan peserta  didik dengan pemahaman bahwa semua peserta didik sudah memiliki kodrat alam masing -- masing sebagai anugerah Allah.

Strategi pembelajaran berdiferensiasi konten, proses dan produk diharapkan dapat meningkatkan kemampuan kognitif dan non kognitif bagi semua peserta didik secara optimal karena pola pembelajaran ini langsung mengena kepada peserta didik sesuai dengan kebutuhan belajar mereka masing -- masing, Pemenuhan kebutuhan belajar peserta didik menjadi kunci yang mendukung untuk mereka dapat memperoleh hasil belajar yang maksimal. Lingkungan belajarpun sangat berpengaruh besar terhadap keberhasilan implementasi pembelajaran berdiferensiasi.

Pembelajaran berdiferensiasi ini merupakan wujud nyata dari pembelajaran yang berpusat kepada peserta didik seperti yang diungkapkan oleh Ki Hajar Dewantara dalam filosofis pendidikan. Seorang guru benar -- benar harus menuntun peserta didiknya sesuai kodrat alam dan kodrat zamannya dengan memfasilitasi kebutuhan belajar mereka. Nilai -- nilai seorang guru penggerak yang berpihak pada murid, reflektif, mandiri, kolaboratif dan inovatif menjadi modal dalam melakukan peran sebagai guru penggerak yaitu sebagai pemimpin pembelajaran yang baik, coach bagi guru lain, mendorong kolaborasi, mewujudkan kepemimpinan murid dan menggerakkan komunitas praktisi. 

Visi seorang guru penggerak memotivasi kita untuk melakukan perubahan dengan melihat kekuatan atau potensi diri dan potensi eleman sekolah yang dimiliki, hal ini disebut dengan pendekatan Inkuiri Apresiatif yang diterapkan melalui prakarsa perubahan dan tahapan BAGJA yang diterapkan di sekolah ataupun dalam pembelajaran di kelas sehingga membentuk kebiasaan yang positif melalui implementasi nilai -- nilai keyakinan kelas yang telah disepakati bersama. Kebiasaan positif yang terus dilakukan akan menciptakan sebuah budaya positif dalam upaya mewujudkan Profil Pelajar Pancasila. Rangkaian hal terebut diatas dapat diimpelemntasikan melalui pembelajaran yang berdiferensiasi.

Guru sebagai pemimpin pembelajaran yang baik akan melayani keragaman peserta didik sesuai dengan kebutuhan belajar mereka. Pengimplementasian pembelajaran berdiferensiasi memang tidak mudah dan dibutuhkan adanya nilai dan peran guru penggerak yang aktif, kreatif dan inovatif. Visi seorang guru dalam melakukan perubahan yaitu melalui pembelajaran berdiferensiasi sangat menentukan keberhasilan capaian pembelajaran bagi peserta didik. Penerapan budaya positif melalui nilai -- nilai keyakinan kelas yang dilakukan sangat mendukung terlaksananya pembelajaran berdiferensiasi dengan baik, sehingga peserta didik dapat menggali potensinya masing -- masing lebih dalam dan dapat mencapai hasil belajar yang maksimal.

Paradigma yang mau berubah menjadi dasar utama ketercapaian Profil Pelajar Pancasila melalui pembelajaran berdiferensiasi. Saya sebagai seorang pendidik yang mengikuti program Pendidikan Guru Penggerak Angkatan 5,  setelah mempelajari benar tentang esensi dari modul 1  sampai modul 2.1 dalam progem Pendidikan Guru Penggerak, mata dan pikiran saya dibukakan untuk kemajuan pendidikan Indoenesia. Pola pikir saya diubahkan dalam memandang arti pendidikan yang sesungguhnya dengan memanusiakan peserta didik dalam mencapai keberhasilan mereka di masa depan. Bermula dari perubahan pola pikir tersebut saya dapat memahami makna pembelajaran berdiferensiasi dan berkomitmen pada diri saya untuk mengimplementasikan pembelajaran berdiferensiasi tersebut sebagai jurus jitu dalam mengatasi keragaman kebutuhan belajar murid.

Tantangan dan berbagai kendala dalam mengimplementasikan pembelajaran berdiferensiasi pasti ada, terlebih saat memulainya, Namun saya meyakini bahwa sesuatu yang bertujuan baik dan dilaksanakan dengan penuh komitmen, tenggungjawab dan semangat maka semua itu akan dapat tercapai, Inilah waktunya bagi saya dan semua pendidik di Indonesia untuk mewujudkan pendidikan yang memanusiakan dan pendidikan yang melayani sehingga pendidikan Indonesia mengalami progres dari waktu ke waktu dan menghasilkan generasi muda yang unggul dalam hal karakter, keterampilan ataupun intelektual serta berdaya saing tinggi di kancah dunia.

Mohon tunggu...

Lihat Konten Pendidikan Selengkapnya
Lihat Pendidikan Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!

Video Pilihan

LAPORKAN KONTEN
Alasan