Mohon tunggu...
Kuncoro Adi
Kuncoro Adi Mohon Tunggu... profesional -

Lahir di semarang, tinggal di Jakarta. Penulis, editor buku dan pembicara publik. Tulisan tentang kerohanian, bisa di akses di blog pribadi http://kuncoroadi.blogspot.com/

Selanjutnya

Tutup

Humaniora

Peringatan untuk Para Ayah

12 November 2015   15:27 Diperbarui: 12 November 2015   16:17 403
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.

Ditambah dengan kekerasan kepala dari masing-masing, hubungan mereka menjadi semakin buruk. Puncaknya Absalom memberontak kepada Daud.

MEMULIHKAN HUBUNGAN

Setelah belajar dari kesalahan Daud dan Absalom di atas, sekarang kita akan mencari resep bagaimana seandainya hibungan seperti itu terjadi dalam hidup kita. Ada 3 hal yang harus kita lakukan :

1.Berilah Cinta (Love)

Hal pertama yang harus dilakukan orang tua adalah memberi sang anak cinta yang tanpa pamrih.

Menurut Paul D. Meier (psikolog), seorang anak akan berkembang menjadi orang dewasa yang matang dan bahagia, baik secara emosi dan rohani, jika berada di dalam keluarga yang sehat secara mental. Pada dasarnya secara psikologis ada 2 kebutuhan utama seorang anak :

Pertama, kebutuhan akan rasa aman

Setiap anak sangat membutuhkan rasa aman. Dengan rasa aman yang diberikan khususnya oleh orang tuanya, seorang anak akan lebih mudah untuk mengekspresikan dirinya, berkembang dan menyesuaikan diri dengan lingkungan yang baru.

Alkitab juga mengajarkan bahwa ketakutan adalah suatu keadaan emosi yang tidak nyaman dan merusak (lihat 1 Yoh 2:18).

Kedua, kebutuhan akan kasih sayang

Kasih sayang sebagai kebutuhan yang mendasar bagi anak, akan mempengaruhi seluruh perkembangan hidupnya. Kasih sayang yang diperlukan adalah kasih sayang yang murni dan tulus dari orang tua. Kasih yang tidak mementingkan diri sendiri dan tanpa syarat.

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
  3. 3
  4. 4
Mohon tunggu...

Lihat Konten Humaniora Selengkapnya
Lihat Humaniora Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun