Amy Lubizz
Amy Lubizz pelajar/mahasiswa

Mahasiswa

Selanjutnya

Tutup

Olahraga

Kurdistan : Pertama Kali Melawan Timnas Sebuah Negara

19 Mei 2012   21:08 Diperbarui: 25 Juni 2015   05:05 1575 0 0

Ternyata Keikutsertaan Kurdistan dalam Tournament Invitasi Al Nakhba Palestina tahun 2012 ini adalah kegiatan Internasional Pertama Tim Nasional Kurdistan yang melawan suatu Negara. Kenyataan itu sebenarnya terjadi karena KFF (PSSI nya Kurdistan) belum menjadi anggota AFC dan FIFA, Bahkan keikut sertaan mereka pada Tournamen Invitasi ini tidak lepas dari campur tangan Wakil Presiden FIFA Prince Ali.

Selama ini Kurdistan hanya mengikuti Tournamen amatir di wilayah Irak, namun demikian Kurdistan juga sering mengikuti Invitasi Internasional yang diselenggarakan oleh komunitas etnis Kurdi yang tersebar di berbagai wilayah Eropa, itupun hanya berhadapan dengan klub-klub amatir.

Menurut Wikipedia berbahasa Arab, Kurdistan tahun ini mendapatkan peringkat keempat pada kejuaraan antar provinsi di Irak (semacam PON di Indonesia. Dan pencapaian itu merupakan tertinggi sepanjang keikutsertaan mereka pada  Tournement.

Meskipun sejarah sepakbola Kurdistan terbilang mediocare namun di wilayah ini ternyata terdapat Klub sepakbola anggota Liga Premier Irak , Erbil SC (Erbil kita ketahui pernah mengalahkan Persipura di perempat Final AFC Cup 2011).

Layaknya Barcelona di Spanyol keberadaan Erbil dijadikan sebagai alat perjuangan untuk melepaskan diri Negara induk Irak. Sayangnya Klub yang 3 kali menjuarai Liga Primer Irak ini belum sepenuhnya percaya kepada talenta-talenta Kurdistan, tercatat hanya satu orang suku Kurdi yang bermain di skuad Erbil SC, selebihnya Erbil lebih percaya kepada pemain-pemain dari luar Kurdistan, sehingga persepakbolaan Kurdistan sebenarnya tidak mendapatkan keuntungan apa-apa dengan keberadaan Klub Erbil pada wilayah mereka.

Sementara disisi lain klub-klub anggota Liga Premier Irak juga sangat jarang memakai jasa pemain Kudistan, berdasarkan Wikipedia berbahasa Arab hanya dua orang saja pemain Kurdi saja yang berlaga di Liga Premier Irak yaitu Ali Aziz dan Ahmed Mohammed, keduanya berasal dari Klub FC Salahuddin. Berdasarkan kenyataan itu Timnas Kurdistan otomatis hanya mempunyai 3 orang pemain yang mempunyai jam terbang dalam persaingan sepakbola level atas, selebihnya pemain Timnas Kurdistan diambil dari klub-klub lokal yang berlaga di Liga Amatir Provinsi Kurdistan.

Pelatih Kurdistan Mohammed Salam menyatakan keikutsertaan Kurdistan dalam Tournament Internasional Al Nakhba ini setidaknya memberi peluang kepada Kurdistan untuk segera diterima menjadi anggola AFC dan FIFA, kami tidak mempunyai target di sini, kami menyadari bahwa kami belum menjadi bagian dari persepakbolaan Internasional, bahkan kemenangan yang diperoleh dari Mauritania menurut saya adalah suatu anugrah yang sangat luar biasa pada pertandingan pertama kami melawan sebuah negara, lanjut Salam. (sumber : www.kurdishglobe.net)

Sementara dipertandingan kedua mereka juga mampu menahan imbang Indonesia yang nota banenya dihuni pemain profesional. Presiden KFF bahkan menyatakan takjub dengan kemampuan pemain-pemainnya mengurung pertahanan Indonesia sepanjang pertandingan, kami menganganggab Indonesia mempunyai level yang tidak jauh dari Irak negara induk kami, kami bahkan tidak (pernah) memenangi tournamen setingkat provinsipun di sana, katanya.



Penetrasi yang sejauh ini ditunjukkan oleh Kurdistan bukan tidak mungkin akan menjadi sejarah pertama yang langsung berbuah manis, Juara, kita tunggu saja.