Mohon tunggu...
Fadil Kirom
Fadil Kirom Mohon Tunggu...

masih belajar bertani.\r\nmengelola website; http://padiberas.com/

Selanjutnya

Tutup

Politik Artikel Utama

Indonesia Mercusuar Dunia, Spirit Hasyim Asy'ari dan Bung Karno

20 April 2015   12:15 Diperbarui: 17 Juni 2015   07:53 1789 0 0 Mohon Tunggu...

Sebagai anak bangsa tentunya kita bangga, Pendahulu kita pernah menorehkan sejarah penting bagi peradaban manusia.
1. KH Hasyim Asy'ari, pendiri NU telah meletakkan dasar-dasar beragama yang moderat. Setelah Turki Usmani Jatuh, kita tahu persis delegasi Indonesia menolak gerakan wahabi yang ingin merusak situs sejarah agama di dunia karena dianggap perbuatan syirik. Perjuangan mbah Hasyim tidak sia-sia, cucunya yang bernama Gusdur akhirnya menjadi tokoh penting dalam hal toleransi antar ummat beragama, sehingga Indonesia dikenal sebagai negara populasi muslim terbesar dunia yang sangat demokratis. Nah, dalam hal ini Indonesia telah memberi contoh kepada dunia dalam hal spiritualitas yang berorientasi kepada rahmatan lil 'alamien

2.Soekarno, Presiden RI 1, telah meletakkan dasar-dasar kebangsaan (nation state) dimana telah berhasil mendorong tumbuhnya negara-negara diberbagai belahan dunia (Asia, Afrika dan Amerika Latin) yang terbebas dari kolonialisme dan imperialisme. Konferensi Asia Afrika dan Gerakan Non Blok benar-benar tercatat dalam sejarah dunia sebagai spirit baru untuk sebuah tatanan dunia yang lebih adil. Pada suatu kesempatan Soekarno Berpidato :
“Kita sebagai bangsa yang baru lahir kembali, kita harus dengan cepat sekali, cepat, chek up mengejar kebelakangan kita ini! Mengejar disegala lapangan. Lapangan politik kita kejar, lapangan ekonomi kita kejar, lapangan ilmu pengetahuan kita kejar, agar supaya kita benar-benar didalam waktu yang singkat bisa bernama Bangsa Indonesia yang besar, yang pantas menjadi mercusuar daripada umat manusia di dunia!

Untuk menjadi mercusuar dunia, setidaknya masih ada 1 syarat lagi, setelah kita berhasil meletakkan dasar-dasar spiritualitas dan kebangsaan, maka bangsa ini harus menciptakan model ekonomi kerakyatan yang bisa dicontoh bangsa-bangsa lainnya. Sebenarnya prinsip koperasi  yang didengungkan oleh Bung Hatta bisa dijadikan landasan ekonomi, namun sampai saat ini perkembangan koperasi masih memprihatinkan. Ekonomi yang berkembang saat ini masih didominasi perusahaan yang berpotensi menjadikan gap antara si Kaya dan Si miskin semakin lebar. Perguruan tinggi juga masih belum banyak melakukan penelitian dan pengembangan model ekonomi rakyat, padahal tantangan terbesar saat ini adalah pasar bebas yang kalau kita tidak siap maka akan tenggelam.

Andai saja momentum Peringatan 60Th KAA ini juga membahas model ekonomi yang berbasis rakyat dan cocok dikembangkan di Asia Afrika, maka mimpi Soekarno bahwa diabad 21 Indonesia akan jadi mercusuar dunia akan menjadi kenyataan. Ini semua tergantung tekad dan kemauan seluruh elemen bangsa. Jika hanya berpangku tangan, maka keadaan bisa berbalik, bangsa ini bahkan bisa kembali menjadi negeri terjajah. Semoga Semangat Anti Penjajahan masih menderu di bumi Asia Afrika. Amien

VIDEO PILIHAN
KONTEN MENARIK LAINNYA
x