Mohon tunggu...
Isa Azahari
Isa Azahari Mohon Tunggu... Konsultant SDM

Pemerhati Pembangunan Ibukota Negara Baru. Ngakunya milenial dan Ingin berkontribusi lebih.

Selanjutnya

Tutup

Pemerintahan Artikel Utama

Menafsirkan Konsep Pemenang Lomba Desain Ibu Kota Baru Nagara Rimba Nusa

15 Maret 2020   17:05 Diperbarui: 16 Maret 2020   17:27 440 6 0 Mohon Tunggu...
Lihat foto
Menafsirkan Konsep Pemenang Lomba Desain Ibu Kota Baru Nagara Rimba Nusa
Kompas.com

Pemenang desain Ibukota baru sudah diumumkan tgl 23 Desember 2019 yang lalu dengan tajuk "Nagara Rimba Nusa" hasil rancangan Tim Urban+. Pengumuman dilakukan di Istana Negara. Ada lima pemenang desain IKN baru dan pemenang utama menerima imbalan sebesar 2 milliar rupiah. 

Di sini penulis mencoba menafsirkan, mengembangkan imajinasi penulis terhadap implikasi dari desain utama yang memenangkan lomba tersebut. Mungkin ada beberapa hal detil yang masih luput dari perencanaan. Anggap saja tulisan ini sebagai usulan untuk dipertimbangkan.

Dalam pelaksanaannya nanti, desain-desain selain pemenang utama, beberapa konsep dari pemenang lain juga akan dipilih dan diterapkan melengkapi konsep dari desain pemenang utama. 

Presiden Joko Widodo dalam visinya tentang IKN baru ini mengemukakan: "Ibukota (baru) yang bukan hanya simbol identitas bangsa tapi juga representasi kemajuan bangsa, ini demi terwujudnya pemerataan dan keadilan ekonomi, ini demi visi Indonesia Maju, Indonesia yang hidup selama-lamanya", (pidato di gedung MPR tanggal 16 Agustus 2019). Visi itu sangat dipahami oleh seluruh pemenang dan mengimplementasikannya dalam karya-karya desain mereka.

Pembangunan IKN dilaksanakan secara berkelanjutan dalam tiga tahap mulai tahun 2020 hingga 2045. Dan dalam pelaksanaannya memperhatikan perpaduan antara: Alam, Manusia dan Ketuhanan (Kehidupan Spritual). 

Serta bernuansa ke-Indonesia-an sebagai identitas bangsa yang berbudaya dan mandiri. Untuk tahap pertama akan dimulai pertengahan tahun 2020 ini yaitu pembangunan infrastruktur dasar berupa jalan akses ke lokasi IKN baru dari 3 arah. 

Bumi kalimantan yang luasnya 544.150 Km2 dimana 45%-nya masih berupa hutan. Menurut data WWF persentase itu menurun drastis sejak 40 tahun terakhir, dimana prosentase area hutan Kalimantan sebelumnya adalah 70% dari luas area pulau Kalimantan. 

Dan laju penurunan area hutan itu masih berlanjut hingga sekarang. Diharapkan laju penurunan itu akan terhenti dengan hadirnya Ibu Kota disana.

Pemenang lomba desain dalam visinya juga membawa konsep keselarasan dengan alam, yaitu keselarahan Manusia dengan Alam bukan Manusia versus Alam. Artinya konsep pembangunan dan segala aktifitas warganya diupayakan akan menyatu dengan alam. Saling mendukung, manusia memelihara alam sekitarnya dan alam memberikan banyak kebutuhan manusia. Alam juga akan ramah dengan manusia yang ada disekitarnya. Ancaman bahaya bencana alam seperti banjir atau kebakaran dapat dicegah semaksimal mungkin.

Kehadiran kontur alam akan dijadikan sebagai nilai plus dalam menambah keasrian kota. Pembangunan selalu memperhatihan eksistensi alam. Lebih banyak ruang terbuka hijau yang disediakan, lebih banyak dari lazimnya.  Penutupan tanah dengan beton (pavement) diminimalisir. Pembuatan taman-taman maupun lapangan terbuka akan menjadi pemandngan yang biasa ditemui nantinya. Pedestrian dan jalur sepeda terhubung ke seluruh bagian kota. Ditambah dengan aliran sungai kecil dimana air jernih mengalir untuk menambah kesejukan. Setiap sudut dan pojok kota selalu dihias dengan taman asri nan elok. Pembangunan struktur fisik gedung perkantoran dibangun dengan desain modern dan futuristik, namun tidak meninggalkan nilai dan karakter ke-Indonesia-an. 

Hampir semua bangunan yang dirancang memiliki nilai-nilai filosofis kebangsaan. Mulai dari istana presiden, gedung Mahkamah Agung, gedung Parlemen dan gedung-gedung lembaga tinggi negara didesain spesifik sesuai fungsi dari lembaga itu. 

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
VIDEO PILIHAN