Mohon tunggu...
Tante Paku  A.k.a Stefanus Toni
Tante Paku A.k.a Stefanus Toni Mohon Tunggu... wiraswasta -

Membaca dan menulis hanya ingin tahu kebodohanku sendiri. Karena semakin banyak membaca, akan terlihat betapa masih bodohnya aku ini. Dengan menulis aku bisa sedikit mengurangi beban itu. Salam, i love you full.....

Selanjutnya

Tutup

Politik Pilihan

Benarkah Erdogan Minta Arcandra Tahar Jadi Warganegara Turki?

17 Agustus 2016   00:13 Diperbarui: 17 Agustus 2016   05:06 2690
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.
Lihat foto
Bagikan ide kreativitasmu dalam bentuk konten di Kompasiana | Sumber gambar: Freepik

Kisah langka sudah terjadi di Indonesia, yang jadi lakon Arcandra Tahar, anak asli kelahiran Padang pintar dan sukses di Amerika, diminta Presiden untuk mengabdi dijadikan Menteri ESDM yang menangani ribuan trilyun kekayaan Indonesia. Pemerintah rupanya kurang teliti, BIN lengah, Arcandra kurang paham peraturan tentang kewarganegaraan, jadi Menteri 20 hari kerja langsung diberhentikan setelah Presiden Jokowi didesak para Sengkuni di sekitarnya.

Nasib Arcandra Tahar seperti sudah jatuh tertimpa tangga, kewarganegaraan Amerika lepas, kehilangan pula kewarganegaraan Indonesia juga, bahasa asingnya apatride, atau statelessness! Bahasa Jawa Dwipanya "Golek uceng kelangan deleg" artinya Mencari sedikit, tetapi kehilangan banyak. Belum sempat menerima gaji pertama kini malah nganggur, walau punya usaha di Amerika, tapi sudah tidak bisa pergi kemana-mana untuk saat ini.

Begitulah nasib anak bangsa yang punya keahlian langka, susah dapat pekerjaan di negerinya sendiri, di luar negeri banyak yang menawarinya. Dan itu masih banyak Arcandra Arcandra yang tersebar di luar negeri dengan prestasinya masing-masing tapi sulit untuk mengabdi di tanah kelahirannya sendiri. Betapa susahnya orang kita yang berilmu langka bekerja di negeri ini. Begitulah salah satu keajaibannya Indonesia yang cukup langka namun belum tercatat di buku rekor dunia maupun MURI ini.

Syiar Islam Arcandra

Karena Arcandra orang yang taat dalam menjalankan agamanya, bahkan sudah mempunyai Masjid indah di tengah kota mayoritas non muslim, dengan tantangan yang berat saat mendirikannya, di demo dan diancam para cowboy Amerika, namun pembangunan Masjid harus jalan, karena ini bagian dari syiar Islam yang harus diperjuangkannya.

Bedanya Amerika dan Indonesia dalam pendirian tempat ibadah memang nyata, kalau di Amerika walau di demo besar-besaran tapi tetap dijaga dan dilindungi polisi serta diselesaikannya dengan cepat. Berhubung Arcandra memiliki surat izin lengkap untuk pendirian Masjidnya, Polisi Amerika pun membubarkan dan mengusir para demonstrannya, pembangunan Masjid tetap dijalankan sampai selesai.

Bagaimana di Indonesia? Kalau ada Gereja yang sudah lengkap surat izinnya ya tetap saja bisa di demo bahkan dibakar habis, dan Polisi pun menjaganya dengan mengatakan, "Mendingan ndak usah dilanjutkan saja deh pembangunan Gerejanya. Kami nggak tanggung jawab lho kalau di demo!"

Begitulah faktanya,  Amerika dan Indonesia dalam melindungi pembangunan tempat ibadahnya, mana yang lebih barokah, tentu saja jawabannya dengan egoisme terserah.

Setelah Masjid berdiri megah di kota Houston yang padat itu, syiar Islam Arcandra Tahar semakin kental. Beliau mampu menampilkan wajah islami yang taat, family man. Bahkan ia juga mendirikan Family Academy, lembaga yang setiap hari Sabtu mengajarkan anak-anak secara sukarela membaca Alquran dan kajian tentang Islam. Arcandra dan istri terjun langsung memberikan pelajaran Alquran dan Agama Islam. Selama bulan Ramadhan, komunitas ini menyelenggarakan kegiatan semacam Ramadhan Camp. Kadang juga mengadakan acara keluarga seperti mancing bareng dan membakar ikan bareng, begitulah indahnya keluarga islami yang ditampilakan Aercandra di Amerika yang banyak mendapat simpati itu.

Dr. Arcandra Tahar, M.Sc., Ph.D. lahir di Padang, Sumatera Barat, pada 10 Oktober 1970 ini profesional di bidang ESDM, dan terkenal sebagai GURU NGAJI di Houston, Amerika. Syiar Islamnya cukup berhasil karena jamahnya semakin bertambah. Namun di Indonesia kegiatan syiar Islamnya itu tak terexpose, orang baru tahu setelah diangkat jadi Menteri ESDM, namun dituduh sebagai antek Amerika karena memiliki paspor Amerika tanpa ia mengajukan atau memintanya, karena salah satu aplikasinya dipakai dinas pertahanan AS, paspor gratis sebagai penghargaannya, tanpa perlu bersumpah setia pada Amerika.

Benarkah Arcandra Tahar antek Amerika atau antek Islam yang membahayakan Amerika? Hingga Amerika membocorkan paspor AS Arcandra yang tak pernah sekalipun dipergunakannya itu? Sebab hanya intelijen Amerika saja yang tahu paspor Arcandra, bahkan BIN saja tidak bisa melacaknya bila tidak kerja sama dengan CIA.

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
  3. 3
  4. 4
Mohon tunggu...

Lihat Konten Politik Selengkapnya
Lihat Politik Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun