Mohon tunggu...
Kang Miftah
Kang Miftah Mohon Tunggu... Administrasi - Kontributor Kompasiana

Kompasianer 2012 Hp : 081818153222

Selanjutnya

Tutup

Humaniora Pilihan

Atasanku Pemimpin yang Baik

28 November 2022   15:07 Diperbarui: 28 November 2022   16:05 148
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.
Lihat foto
Kenang kenangan ini dari dokter Uchie... (dok.pri)

Dalam tulisan kali ini, penulis ingin bercerita tentang sosok atasan, tentang kebaikannya, tentang caranya memimpin dan semangat berbagi terhadap karyawan atau bawahan. Ia adalah dr.Hj.Fusia Meidiawaty, SH. MH.Kes, MARS yang sering di sapa dokter Uchie. Penulis dipertemukan dengannya pertamakali hampir tiga tahun ke belakang, saat saat dimana penulis menginjakkan kaki di RSUD Cibinong. Sekelebat penulis menilai dirinya sebagai orang yang galak. Penulis sempat dibuat kaget tatkala sebuah artikel dan surat pengajuan nota dinas yang penulis buat, langsung di bubuhi banyak coretan.  karena pembawaannya yang perfeksionis.  Sampai pada titik dimana penulis setelah kejadian itu menjadi sangat berhati hati wajib mengeja kata demi kata serta tanda baca yang benar sebelum mengajukan nota dinas dan bahan tulisan. 

Sebelum bercerita lebih jauh, penulis ingin menarik keping keping ingatan dimasa lalu. Dulu, sebelum ayah penulis meninggal dunia dan mengakhiri hidupnya sebagai seorang montir pompa air, beliau dahulu adalah seorang petani yang ulet, beliau adalah petani yang bisa meramalkan bibit yang kelak bisa menghasilkan pohon yang banyak buahnya. Dari tangannya ratusan pohon dan tanaman dapat tumbuh subur di pekarangan rumah. Menurut almarhum, bibit yang super unggul itu adalah bibit yang diambil dari buah yang bagus. Artinya, kalau penulis ingin mendapatkan pohon yang berbuah bagus, maka penulis harus mengambil biji dari buah yang bagus. Begitu pula dengan calon pemimpin dimasa hidup yang akan penulis jalani. Dari pernyataan tersebut, seakan akan beliau mengajarkan penulis dengan sederhana untuk 'meramalkan' "apakah seseorang bisa menjadi atasan yang baik, kelak. Lihat saja kualitas pribadinya ketika dia memperlakukan seorang". 

Jika seseorang bersikap/berprilaku baik dan sanggup menjadi atasan yang baik untuk bawahannya maka dia punya peluang besar untuk menjadi atasan yang baik nantinya. Seseorang yang tidak bisa memperlakukan bawahan dengan baik, kecil sekali peluangnya untuk menjadi atasan yang baik, jadi intinya adalah "atasan yang baik adalah atasan yang bisa meperlakukan bawahan secara baik "Seperti buah yang buruk tidak menghasilkan bibit pohon yang baik, atasan yang berpilaku buruk tidak mungkin bisa menumbuh suburkan bawahan menjadi bawahan yang baik. Dari sana kemudian satu persatu mulai penulis pelajari karakter dan sifat sifat beliau, sampai pada akhirnya mengingat penulis punya tugas sebagai humas dan mengurusi acara internal, maka alam semesta mengantarkan penulis menjadi orang yang cukup intens melakukan konsultasi dan meminta arahan petunjuk beliau. 

Semenjak mengikuti ritme kerja di bawah kepemimpinannya, arus semangat dan kerja kerja mentoring sering penulis dapatkan dari ibu tiga anak ini, penulis menyimpan respek padanya. Beliau orang yang cerdas dan berkharisma. Belakangan penulis pernah membaca sebuah artikel dari seorang tokoh bernama Handry Satriago (CEO General Electrik perusahaan tertua dan terbesar di dunia yang didirikan Thomas Alfa Edison). Dalam sebuah tulisan, Handry Satriago menuturkan "untuk meningkatkan efektivitas organisasi, kita tidak bisa sekadar menguatkan kepemimpinan saja, namun followership harus diperhitungkan. Orang bisa saja patuh, tetapi belum tentu mereka adalah follower yang sebenarnya. Pemimpin tidak bisa sekadar mengatakan "follow me" dan berharap bawahan rela dan mem-follow dengan hati. "Followership" merupakan kesukarelaan untuk bekerja dalam mencapai target, misi, sambil menunjukkan kerjasama dengan keinginan berkohesi tingkat tinggi. Para bawahan tidak buta, seorang bawahan juga berespons secara rasional. Tanpa terasa sebenarnya ada kontrak psikologis antara atasan dan bawahan.

Itu yang penulis rasakan bekerja di bawah kepemimpinan dokter Uchie, beliau telah menciptakan kontrak psikologis. Dibalik sikapnya yang terlihat galak, namun ia seorang penyayang, sangat perhatian, sebagai konsultan hebat, detail, sangat berhati hati, pekerja keras dan care banget sama bawahan. Dengan sikapnya itu, beliau akhirnya punya ruang bebas untuk mengarahkan penulis selaku bawahannya bekerja lebih baik di atas harapannya. Sebagai seorang atasan, tentu saja beliau tidak mungkin mendapatkan perhatian yang kuat dari penulis, apabila beliau tidak menaruh perhatian kuat kepada penulis. Penulis rasa, hal demikian sangat di butuhkan untuk mendorong penulis selaku individu karyawan menuju karyawan yang mandiri, progresif, berfikir positif dan berani menghadapi segala ujian di arena pekerjaan.

Terimakasih dokter Uchie, terimakasih bu wadir yang cerdas dan baik. Semoga amanah baru yang dokter emban (menjadi direktur) dapat memberi banyak kebaikan untuk kemajuan Ruma Sakit Umum Daerah Ciawi yang dokter pimpin saat ini. Mulai hari ini, penulis tidak akan lagi mendengar teriakan seruan membuka video saat zoom meeting, termasuk mendapat arahan arahan terbaik sebelum penulis membawakan sebuah acara di internal rumah sakit. Untuk segala kebaikannya, penulis akan catat dan membingkai semua dalam ingatan. Selamat bertugas bu Direktur... Gusti Allah senantiasa menuntun setiap langkahmu...

Dibawah ini, pengalaman terakhir penulis menjadi host pada acara Ask The Docter sesaat sebelum dokter Uchie meninggalkan RSUD Cibinong..

https://www.youtube.com/watch?v=rgmoiwM1xLo

dok.Pri
dok.Pri

Mohon tunggu...

Lihat Konten Humaniora Selengkapnya
Lihat Humaniora Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!

Video Pilihan

LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun