Mohon tunggu...
Naila Fairuz Zahra
Naila Fairuz Zahra Mohon Tunggu... Pelajar Sekolah - Pelajar

Menyukai seni

Selanjutnya

Tutup

Cerpen

Pulau Kecil Sejuta Kenangan

29 September 2022   14:42 Diperbarui: 29 September 2022   14:46 65 4 0
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.
Lihat foto
Cerpen. Sumber ilustrasi: Unsplash

Aku berdiri mengantri menunggu keluar dari burung besar ini, setelah terbang selama 45 menit menyebrangi lautan, akhirnya aku tiba di belahan wilayah indonesia yang sangat indah seperti surga dunia, saat ini aku tiba di Bandara HAS Hananjoeddin. Aku menunggu papa ku menjemput sambil melihat-lihat sekitar, setelah berangkat, aku lihat pemandangan Belitung yang sangat indah saat aku telah keluar dari bandara, sangat indah sampai rasanya aku ingin menetap lebih lama disini.

"Kita langsung ke pantai Tanjung Kelayang dulu ya, kita naik perahu terus kita snorkeling sambil lihat terumbu karang sama ikan-ikan kecil di laut," ucap papa saat di perjalanan menuju pantai Tanjung Kelayang. Aku dan adikku bersemangat ingin berenang di laut dan melihat ikan-ikan disana.
 
Saat sampai di pantai Tanjung Kelayang, aku mengambil beberapa foto lalu kita memakai pelampung, menyiapkan alat snorkeling lalu aku dan keluargaku naik perahu dan kita berangkat menuju tempat snorkeling. Pemandangan air laut yang sangat jernih, sehingga kita bisa melihat terumbu karang di dalam laut, melihat itu aku dan keluargaku begitu bahagia, seakan semua beban terlupakan dan ter alihkan dengan pemandangan alam yang begitu indah, aku sempat tidak menyangka bahwa ini adalah bagian dari Indonesia.
 
Saat sampai di tempat snorkeling aku langsung berenang dan melihat terumbu karang dan juga ikan-ikan kecil, aku sangat senang sekali, meskipun udara nya panas, tetapi aku tetap merasa senang.

Setelah puas snorkeling, aku dan keluarga melanjutkan perjalanan ke Pulau  Lengkoas Belitung, disana aku mengunjungi beberapa tempat jajanan, tidak banyak makanan yang aneh, dan harganya pun relatif mahal, mungkin karena itu berada di satu pulau yang jauh dari pemukiman dan pasar, aku membeli pempek, rasanya sangat enak, meskipun harganya 80.000 satu porsi tapi sebanding dengan rasa pempek nya. Tak lupa juga aku membeli kelapa hijau.  Disini pasirnya panas sekali, tetapi kalau pakai sandal, akan terasa berat.

Tak lupa juga aku mengunjungi Menara Mercusuar Belitung, aku sempat ingin masuk kedalamya, tapi ternyata pintunya dikunci, jadi tidak bisa masuk. Setelah dari sana, aku melihat pedagang menjual kura-kura.
"Ma, mau beli kura-kura,"aku meminta membeli kura-kura itu.
"Boleh, tapi gak boleh dibawa pulang, hanya untuk dilepaskan ke laut lagi," ucap penjual itu.
"Ah, enggak dulu ya," ucap mama, aku sedikit kecewa dengan apa yang diucapkan mama, tapi mau bagaimana lagi, kalau tidak boleh.
Lalu kita pun melanjutkan perjalanan menuju perahu yang akan kita pakai untuk menyebrang laut lagi, aku kembali naik perahu, saat diperjalanan, aku sempat berhenti sebentar untuk melihat terumbu karang dan ikan, aku melihat ikan berwarna jingga, iya! Itu mirip seperti ikan nemo! Aku pun meminta untuk membawa ikan itu, akhirnya tukang perahu mengambilkan itu untukku lalu di masukkan kedalam gelas bekas air mineral, kita melanjutkan perjalanan sampai akhirnya tiba di pantai Tanjung Kelayang lagi. Aku pun segera membersihkan badanku, lalu berangkat lagi menuju hotel.

Setelah sampai di hotel, aku tertidur. Aku sempat mendengar mama berkata, "Teh, ikan nya mati," itu yang aku dengar dari mama. Tak terasa waktu menunjukkan pukul 20.00, aku terbangun dari tidur dan aku melihat sekitar, aku berjalan mendekati meja dan benar saja, ikan yang aku bawa tadi siang sudah mati, lalu aku melanjutkan tidur. Keesokan harinya, aku bangun jam 07.30, aku dibangunkan oleh papa, "Cepetan bangun, mau ikut berenang di pantai lagi gak?" ucap papa ku saat aku masih dalam tidur. Aku pun masuk kedalam mobil tanpa mandi terlebih dahulu, "Ngapain juga mandi, kan nanti mau berenang, sama saja kena air," itu pikirku.
 
Akhirnya aku sampai di pantai Tanjung Tinggi, seperti kata orang, Belitung itu terkenal akan keindahan pantai dan laut yang sangat indah, aku membenarkan perkataan itu, disini semakin indah karena tidak banyak sampah laut seperti di pantai Tanjung Kelayang, juga sedikit sekali orang yang datang ke pantai ini. Aku melanjutkan berenang bersama keluargaku. Aku pun sempat menyewa kacamata renang. Dan ini juga tempat lokasi syuting film Laskar Pelangi.

Setelah puas bermain di pantai Tanjung Tinggi, kami pun melanjutkan perjalanan wisata ke Belitung Timur, dan yang pertama kita tuju adalah Rumah Ahok atau Basuki Tjahaja Purnama, kita masuk ke sana dan melihat-lihat, aku pun baru tahu kalau Ahok sebenarnya orang Belitung saat aku mengunjungi rumahnya saat itu, ada orang yang bilang kalau itu adalah rumah Ahok ketika beliau kecil, dan ada pun yang bilang kalau itu hanya replika, aku pun masih bingung saat itu. Yang pasti, saat itu Ahok sudah tidak tinggal disana, dan isi rumah itu pun menjadi tempat menjual banyak pernak-pernik dan oleh-oleh Belitung. Aku pun hanya membeli satu batang sabun sereh.
 
Kami pun melanjutkan perjalanan ke Replika Sekolah Laskar Pelangi. Sekolah nya tidak mempunyai lantai dan hanya pasir pantai. Aku masuk ke dalam kelasnya, dan hanya melihat-lihat. Lalu kami pergi ke tempat wisata selanjutnya.
Kami pergi ke wisata Batu Satam, dan juga pantai Nyiur Melambai, kami sempat berfoto disana dan menikmati pemandangan di sore hari, langit tampak mendung seperti akan hujan, dan benar saja tak lama kemudian turun hujan gerimis. Untung saja kami sudah mengambil foto.

Karena merasa lelah, kami pulang ke hotel, kami pun beristirahat saat sampai di hotel, hari yang sangat melelahkan membuatku merasa sangat ngantuk, aku pun tertidur di kursi hotel, sampai akhirnya aku terbangun dan hari sudah gelap. Aku menghabiskan waktu bersama keluargaku di dalam kamar, mama ku membeli makanan keluar saat aku sedang tidur. Kami betul-betul istirahat untuk menyiapkan diri besok.

Keesokan pagi nya, aku bersiap mengemas pakaian dan barang-barangku untuk di bawa pulang, papa ku pun ikut pulang bersama, sekitar jam sebelas siang kami sudah sampai di Bandara HAS Hananjoeddin untuk menunggu naik pesawat. Di jalan aku sangat tidak rela meninggalkan Belitung, sejuta kenangan tercipta di pulau ini, meskipun hanya beberapa hari. Aku sangat senang bisa berlibur dan mengunjungi pulau ini, apalagi ini kali pertama aku naik pesawat, pengalamanku semakin bertambah. Terimakasih Belitung sudah mempunyai alam yang begitu indah, sampai aku tidak bisa melupakannya.

Mohon tunggu...

Lihat Konten Cerpen Selengkapnya
Lihat Cerpen Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!

Video Pilihan

LAPORKAN KONTEN
Alasan