Mohon tunggu...
Khrisna Pabichara
Khrisna Pabichara Mohon Tunggu... Penulis, Penyunting.

Novel terbaru: Kita, Kata, dan Cinta (Diva Press, 2019).

Selanjutnya

Tutup

Viral Artikel Utama

Kristen Gray, Bule Konyol Ngelunjak, dan Keindonesiaan Kita

19 Januari 2021   05:00 Diperbarui: 19 Januari 2021   16:55 8830 111 50 Mohon Tunggu...
Lihat foto
Kristen Gray, Bule Konyol Ngelunjak, dan Keindonesiaan Kita
Kristen Gray yang mengajak warga Amerika lain untuk menetap secara ilegal di Bali (Gambar: Twitter/htopik5 via tribunnews.com)

Bagi saya, manusia itu sama. Tidak peduli Warga Negara Indonesia (WNI) ataupun Warga Negara Asing (WNA). Semuanya manusia. Punya kepala, ada kaki, banyak bulu. Sama saja. Soal warna kulit dan mata berbeda, ya, itu manusiawi. Saudara kembar saja punya perbedaan.

Perbedaan antara WNI dan WNA cuma satu, kewarganegaraan. Jika warga Indonesia ke Italia, di sana mereka juga menjadi WNA. Kebetulan, WNI dapat pula dipanjangkan menjadi Warga Negara Italia. Sudah lucu? O, belum. Mohon maaf sidang pembaca yang budiman, anggap saja sudah lucu. Begitu, dong. Terima kasih.

Minder di hadapan WNA? O, tidak. Di hadapan hantu saja saya tidak minder, apalagi di hadapan sesama manusia. Saya hanya minder di hadapan mertua. Itu pun karena alasan khusus yang tidak bisa saya tawar. Puluhan tahun mertua mengasuh anak gadisnya, begitu dewasa saya renggut dari dekapan mereka. Bagaimana bisa saya tidak merasa minder?

Itu saya. Bagaimana dengan penduduk Indonesia yang lain? Sama saja. Bule, berasal dari kata bulai yang berarti putih kemudian dilafalkan menjadi bule, yang saban hari berjemur di Kuta tidak akan saya ajak untuk berswafoto seklik-dua klik. Lo, memang dia siapa? Artis? Pesohor? Tokoh publik?

Beda perkara kalau yang tengah berjemur itu Lewis Capaldi atau Adam Levine. Boleh juga Adele atau Lady Gaga. Kalau mereka, ya, saya mau berfoto bersama. Hal serupa berlaku kalau saya kebetulan bersua dengan Lionel Messi, Andre Agassi, atau Marc Marquez.

Namun, ada satu pendatang dari Amerika Serikat yang petantang-petenteng di Twitter. Dengan lagak manusia paling heboh sedunia, ia secara tersirat berkata bahwa Bali adalah tempat paling nyaman untuk ditinggali sekalipun secara ilegal atau tanpa izin.

Nukilan utas cuitan Kristen Gray di Twitter (Sumber: Twitter)
Nukilan utas cuitan Kristen Gray di Twitter (Sumber: Twitter)

Kristen Gray namanya. Aduh, saya selalu kebat-kebit membaca nama itu. Bukan apa-apa, ingatan saya langsung terarah pada satu karakter fiktif, Christian Grey. Sudahlah, abaikan sosok yang diperankan oleh Jamie Dornan itu.

Kita fokus bergosip saja. Nah, kabar burungnya begini. Adalah Kristen Gray dan pasangannya ke Bali pada 2019 lalu. Semasa doi di Los Angeles, Amerika Serikat, dia pailit sebangkrut-bangkrutnya. Ia pun memutuskan untuk “liburan” bersama kekasihnya, Saundra, di Bali. Alasannya berlibur, faktanya menetap lama.

Saya menduga Gray juga sama seperti saya, manusia yang tercipta dari tanah. Hanya saja, bahan dasar penciptaan Gray barangkali diambil dari tanah sengketa. Tidak heran jika sebagai tamu pun dia ngelunjak. Berikut ini cuitan Gray tentang keuntungan menetap di Bali.

Keuntungan menetap ilegal di Bali versi Kristen Gray (Sumber: Twitter)
Keuntungan menetap ilegal di Bali versi Kristen Gray (Sumber: Twitter)
Lantaran keenakan, doi kemudian memilih menetap saat pandemi merebak. Mereka ongkang-ongkang kaki seperti tuan tanah yang enggan bayar upeti. “Kenapa aku harus membayar pajak kalau aku tidak pernah menghasilkan rupiah?” Begitu dalih kekasih Gray.

Pernyataan Saundra, kekasih Gray, yang enggan membayar pajak (Sumber: Twitter)
Pernyataan Saundra, kekasih Gray, yang enggan membayar pajak (Sumber: Twitter)
Eh, Rujak Cingur, sini saya kasih tahu. Kamu menetap dan mencari nafkah di Indonesia. Suka tak suka, kamu mesti membayar pajak. Memang kamu pikir Bali itu pulau milik nenek moyangmu? Woy, Tahu Gejrot, kalau mau makan gratis, pindah saja ke pulau lain yang lebih ketat pengamanannya. Namanya Nusa Kambangan.

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
  3. 3
VIDEO PILIHAN