Mohon tunggu...
Khrisna Pabichara
Khrisna Pabichara Mohon Tunggu... Penulis - Penulis, Penyunting.

Penulis; penyunting; penerima anugerah Penulis Opini Terbaik Kompasianival 2018; pembicara publik; penyuka neurologi; pernah menjadi kiper sebelum kemampuan mata menurun; suka sastra dan sejarah.

Selanjutnya

Tutup

Bola Artikel Utama

Kesalahan Fatal Real Madrid, Menjual Achraf Hakimi

17 Januari 2021   17:30 Diperbarui: 18 Januari 2021   17:08 1800
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.
Lihat foto
Ekspresi Achraf Hakimi saat membela Real Madrid (Foto: AFP/Pierre-Phileppe Marcou)

Meski begitu, Arra harus bersaing ketat dengan dua seniornya, terutama Dani yang masih gesit dan kerap menyumbang asis. Arra harus bekerja keras agar bisa didaulat menjadi pemain utama. Itu tidak mudah. Sangat tidak mudah.

Walaupun demikian, Arra punya mental baja. Tidak heran jikalau ia sudah mencicip jam main di Liga Champions pada 2017. Ia bahkan menjadi orang Maroko pertama yang sukses mengangkat Si Kuping Lebar, Piala Liga Champions 2017.

Ekspresi Achraf Hakimi di Borrusia Dortmund (Foto: Getty Images)
Ekspresi Achraf Hakimi di Borrusia Dortmund (Foto: Getty Images)
Pada musim 2018, Real Madrid membaca potensi hebat dalam diri Achraf. Para petinggi dan jajaran pelatih berpikir Achraf akan lebih berkembang apabila dipinjamkan ke klub lain daripada menjadi pemanas bangku cadangan di Los Blancos.

Pada 11 Juli 2018. Seragam putih Real Madrid sudang tanggal. Sejak hari itu, Achraf mengenakan jersi kuning milik Borussia Dortmund. Jam terbang. Itulah alasan mengapa Real Madrid meminjamkan Achraf ke Borussia Dormunt. Achraf setuju-setuju saja. Baginya, bermain di mana saja bukanlah soal. Yang penting terus mengasah diri.

Sungguhpun Achraf hanya bek sayap, jangan ragukan nalurinya dalam mencetak gol. Ini yang abai ditilik oleh Real Madrid. Sekalipun Ramos piawai mencetak gol, kapten Los Balncos itu lebih mahir menyundul bola kiriman dari sepak pojok dan menyepak penalti untuk mencetak gol. 

Achraf tidak, ia rutin mencetak gol dari proses permainan terbuka. Menggiring bola, melewati lawan, dan menyobek jala.

Lebih parah lagi, Achraf tidak hanya kompeten mencetak satu gol. Ia juga mahir mencetak dua gol. Dwigol pertamanya bahkan tercipta di Liga Champions Eropa. Bukan main-main ajangnya. Kala itu, 2 Oktober 2019, ia dua kali menjebol gawang Slavia Praha.

Apakah dwigol itu kebetulan terjadi? Atau, jangan-jangan Achraf mencetak dwigol karena saat itu ia melawan tim lemah. Tidak begitu. 

Pada 5 November 2019, Achraf benar-benar bintang dari Maroko. Dua gol ia cetak ke gawang Inter Milan. Dua gol itu pula yang membantu Borussia dari tertinggal 0-2 menjadi menang dengan skor 2-3. Dua gol itu pula yang membuat Inter terpincut.

Sinar terang yang ditunjukkan Achraf ternyata tidak memikat hati petinggi Real Madrid. Seusai dua tahun masa peminjaman di Borussia, Achraf malah dijual alih-alih dikembalikan. Padahal, Dani dan Nacho sudah karatan. Padahal, Real Madrid butuh peremajaan bek.

Fakta bahwa Achraf diincar 10 klub ternama juga tidak menyurutkan niat petinggi Real Madrid untuk menjual bek yang punya kecepatan 36,5 km per jam itu. Rayuan duo Manchester dan Chelsea dari Liga Inggris ditampik oleh suami aktris Hiba Abouk. Ia memilih Inter Milan.

Nomor punggung 2. Itulah nomor yang melekat di seragam Achraf. Kini ia sudah membela klub Inter Milan. Bermain di klub besutan Antonio Conte makin mengilapkan kiprah Achraf. Ia menjawab tantangan klub dengan prestasi gilang-gemilang.

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
  3. 3
Mohon tunggu...

Lihat Konten Bola Selengkapnya
Lihat Bola Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun