Mohon tunggu...
Khrisna Pabichara
Khrisna Pabichara Mohon Tunggu... Penulis, Penyunting.

Novel terbaru: Kita, Kata, dan Cinta (Diva Press, 2019).

Selanjutnya

Tutup

Bahasa Pilihan

Lema, 333 Artikel, Jam atau Pukul

23 September 2020   03:50 Diperbarui: 23 September 2020   04:30 480 73 36 Mohon Tunggu...
Lihat foto
Lema, 333 Artikel, Jam atau Pukul
Dokumen Olah Pribadi

/1/

Selamat pagi, Lema. Aku berharap kondisimu baik-baik saja. Tetaplah bertahan di dalam kamus. Kamus sedikit lebih aman dibanding berkeliaran. Kamu tahu, Lema, sekarang tubuh sangat rentan. Jangankan tamasya, ke warung tetangga saja mesti fasih menjaga diri. Ada korona, Lema.

Coba tengok matahari, Lema. Pagi ini ia tetap seperti kemarin. Ia tetap membagi hangat dan cahaya tanpa pilih kasih. Takpeduli tua atau muda. Takpeduli laki-laki atau perempuan. Takpeduli miskin atau kaya. Takpeduli pejabat atau hamba sahaya. Bagi matahari, semua diperlakukan sama.

Aku ingin seperti itu, Lema. Berbagi tanpa pilih kasih. Tentu saja berbagi sesuatu yang ada pada atau dalam diriku. Kamu tahu, Lema, aku tidak punya apa-apa selain ilmu. Itu pun secuil. Tidak seberapa. Meski begitu, aku ingin hatiku terus bugar agar senantiasa rajin memberi.

Tanpa terasa, Lema, aku sudah lima tahun di Kompasiana. Tunggu, Lema, aku harus mengambil tisu. Maaf, aku agak terharu. Tidak usah bertanya kenapa. Aku memang begini orangnya. Dulu takpeka, sekarang mudah tersentuh. Mungkin gara-gara korona, Lema.

Kita lanjut, ya. Selama lima tahun menghuni flat Kompasiana ini, ternyata aku tidak rajin-rajin amat mengunggah tulisan. Artikel sebanyak 333 jelas bukan angka yang lumayan jika dibagi dengan lima tahun. Penghuni lain, Lema, ada yang sudah ribuan dalam kurun yang sama.

Sebanyak 172 artikel dipercaya Admin K masuk dalam kategori Artikel Utama. Aku tidak tahu apa alasan mereka. Cuma sesekali kesal juga. Ada tulisan yang kuanggit setengah modar, eh, tidak masuk Artikel Utama. Padahal risetnya minta ampun, infografisnya dibikin selama berjam-jam, data dan fakta sempurna, serta kukemas sepenuh cinta. Ah, sudahlah. Bodoh amat.

Dari 332 artikel itu, Lema, ada 4 (empat) artikel yang tidak menerima merek Pilihan. Itu juga sempat bikin aku senewen. Apa gerangan dalih Admin K? Apakah tulisanku kurang bagus? Apakah patokan layak dan taklayak yang dilanggar oleh artikelku? Entahlah, Lema. Dua kata saja: bodoh amat.

Dokumen Olah Pribadi
Dokumen Olah Pribadi
Sekali lagi, Lema, aku cuma ingin menjadi seperti matahari. Berbagi tanpa pilih kasih. Memberi tanpa pandang bulu. Mengasihi sesama tanpa menilik latar. Aku berharap 537.375 pembaca yang telah mengulik artikelku dapat menuai manfaat. Itu saja.

Kamu lihat, Lema? Bahkan jumlah pembacaku pun cantik. Ada dua angka 5, dua angka 7, dan dua angka 3. Aku tidak akan membahas apa makna filosofisnya, sebab itu ranah pakar numerologi Rudy Gunawan. Dapur orang, Lema. Aku juga enggan mengudar inspirasi di balik angka 333, sebab Engkong Felix jauh lebih kentir dariku. Aku keder, Lema.

/2/

Flat modern bernama Kompasiana ini makin memikat hati, Lema. Tiap hari ada saja penghuni baru. Rupa-rupa isi otak mereka. Dari yang hobi mengulik politik hingga yang gemar mengulas gaya hidup. Penghuni flat ini memang sungguh luar biadab, Lema. O, maaf, maksudku luar biasa.

Mereka juga ramah-ramah. Ada yang sekadar singgah memberi nilai, ada yang singgah tanpa sungguh. Ada yang datang dan menitip pesan di kamar komentar, ada yang gemar bolak-balik berkomentar. Ada yang menanyakan ini dan itu, ada juga yang hanya menyapa.

Lema, kemarin ada tetangga kamar yang menanyakan sesuatu tentang kamu. Namanya Zaldy Chan. Kamu masih ingat, kan? Itu, Lema, tetangga yang sering sok akrab padahal memang akrab. Kamu sudah ingat? Ya, ya. Betul. Uda Zaldy itulah tetangga yang sering mengeluh takbisa menulis di kamar komentar. Kolokan.

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
VIDEO PILIHAN
KONTEN MENARIK LAINNYA
x