Mohon tunggu...
Khrisna Pabichara
Khrisna Pabichara Mohon Tunggu... Penulis, Penyunting.

Novel terbaru: Kita, Kata, dan Cinta (Diva Press, 2019).

Selanjutnya

Tutup

Bola Artikel Utama

Ronald Koeman Mendepak Riqui Puig

20 September 2020   01:16 Diperbarui: 21 September 2020   08:22 661 46 15 Mohon Tunggu...
Lihat foto
Ronald Koeman Mendepak Riqui Puig
Mutiara La Masia, Riqui Puig (Foto: EFE/Alejandro Garcia)

Tahukah Anda hal apa yang menyakitkan dalam hidup? Ketika kita ada, tetapi dianggap tidak ada. Tahukah Anda hal apa yang dapat membunuh harapan? Ketika kita sudah siaga, tetapi kehadiran kita tidak dibutuhkan. Dua perkara itulah yang sekarang mengguncang batin Riqui Puig.

Sabtu pagi, 19 September 2020, langit di atas kepala Riqui Puig penuh awan hitam. Penyihir muda itu tidak masuk dalam rencana strategi racikan Koeman. Pelatih baru Barcelona sendiri yang menyampaikan kabar pilu itu. Pemain besutan La Masia itu sebaiknya angkat kaki dari Barca.

Bisa saja Riqui bertahan, tetapi talentanya akan sia-sia jikalau ia tinggal sebagai penghangat bangku cadangan. Itu pun belum tentu mendapat menit bermain. 

Gelandang Barca sangat sesak, sekalipun Arturo Vidal sudah dipinggirkan. Riqui akan sakit hati sepanjang musim, sebab Koeman lebih memilih Carles Alena dan Miralem Pjanic.

Besi yang dibiarkan teronggok begitu saja lama-lama akan karatan. Sepasang kaki Riqui yang selincah balerina saat menggocoh bola akan lamban dimakan waktu. Duduk di bangku penonton lebih mengerikan lagi. Mutiara La Masia itu tidak layak mengalaminya.

Jangan menyerah, Riqui (Foto: Twitter/@brfootball)
Jangan menyerah, Riqui (Foto: Twitter/@brfootball)
Riqui seyogianya becermin pada pengalaman Jordi Alba Ramos. Pada 2005, Jordi meninggalkan La Masia demi merawat harapan. Usai tampil mengesankan di Cornella junior (2005/2007), ia direkrut Valencia hingga musim 2011/2012. Setelah itu, ia tak tergantikan di Barcelona.

Riqui juga bisa memetik pelajaran berharga dari Gerard Pique Bernabeu. Banteng Barca itu hengkang pada 2004 ke Manchester United, dipinjamkan ke Real Zaragoza (2006/2007), kembali lagi ke Setan Merah, hingga akhirnya pulang kampung ke Barca pada 2008/2009.

Kalaupun Riqui kelak tidak ingin atau enggan kembali, ia bisa meniru jalan hidup bibit bermutu La Masia. Di bawah mistar ada Andre Onana yang cemerlang bersama Ajax Amsterdam. Juga Pepe Reina yang kenyang bertualang di liga-liga besar Eropa.

Riqui tentu saja bisa menjadikan para bek yang gemilang di luar Barcelona. Eric Garcia kini mendapat menit bermain penuh di Manchester City. Berlian lainnya adalah Hector Bellerin yang kini menjadi andalan klub Arsenal.

Jika masih belum cukup, Riqui dapat mengambil pelajaran dari para gelandang. Thiago Alcantara yang berkilau di Bayern Munchen dan sekarang hijrah ke Liverpool. Boleh pula disebut Mikel Arteta yang sekarang membesut Arsenal. Pemain belia Xavi Simons bahkan kini menunjukkan tajinya di PSG.

Masih juga belum cukup, Riqui boleh menoleh pada penyerang yang memilih pergi daripada menjadi pesakitan di Nou Camp. Dapatlah kita sebut Mauro Icardi yang kini membela PSG setelah berjaya di Inter Milan. 

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
VIDEO PILIHAN
KONTEN MENARIK LAINNYA
x