Khrisna Pabichara
Khrisna Pabichara Penulis

Perawat Rindu, Penyuka Sendu, dan Pencinta @amelwidyaa. Twitter: @1bichara; IG: @khrisnapabichara

Selanjutnya

Tutup

Bahasa Artikel Utama

Kata Serupa Belum Tentu Semakna

8 November 2018   13:53 Diperbarui: 8 November 2018   16:12 957 13 6
Kata Serupa Belum Tentu Semakna
Ilustrasi: pixabay.com

Penulis yang rajin menggali dan mengolah kosakata pasti terpangah mendapati kenyataan alangkah kayanya bahasa Indonesia. Namun, kekayaan itu justru jebakan bagi penulis yang tidak cermat atau kurang teliti menyaring kata.

Kita harus menyadari bahwa beberapa kata dalam bahasa Indonesia sekilas tampak serupa, tetapi belum tentu semakna. Andaikan semakna pun, belum tentu posisinya dapat dipertukarkan. Oleh karena itu, butuh kecerdasan memilih kata dan kecermatan menempatkannya ke dalam kalimat supaya gurih atau renyah dibaca.

Mengapa demikian? Karena setiap kata punya makna dan fungsi masing-masing. 

Tidak percaya? Mari kita ulik satu per satu. Kita mulai dari kata "juara" dan "pemenang". Jika dibaca sepintas, kedua kata itu seolah-olah dapat dipertukarkan. Namun jika diamati secara saksama, perbedaannya terlihat terang benderang.

Sekarang simak contoh kalimat berikut.

(1) Samuel juara matematika di sekolahnya.

(2) Willy pemenang I undian berhadiah itu.

Kata "juara" pada kalimat (1) berarti "jagoan matematika", "yang terbaik dalam pelajaran matematika", atau "ahli matematika". Di samping itu, "juara" juga dapat digunakan untuk menyebut orang atau regu yang memenangi pertandingan terakhir.

(3) Willy juara I undian berhadiah itu.

Sekalipun "juara" berarti pemenang atau yang mendapat kemenangan, tetapi tidak berarti dapat dipertukarkan begitu saja dengan "pemenang" seperti pada contoh (3), lantaran "juara" tidak bisa kita pakai untuk menyebut 'orang yang menang undian'.

Kata "pemenang" dalam kalimat (2) berarti "orang yang menang" atau "orang yang mendapatkan". Dengan demikian, kita dapat merangkai kalimat "Kevin/Markus 'pemenang' Kejuaraan Dunia Bulutangkis".

Sungguhpun pemenang dapat dipakai untuk menyebut orang atau regu yang memenangi pertandingan atau perlombaan, tetapi tidak dapat digunakan untuk menyebut orang yang ahli atau jagoan. Jadi, kita tidak dapat menukar kata "juara" dalam kalimat (1) menjadi "pemenang" pada contoh berikut.

(4) Samuel pemenang matematika di sekolahnya.

Sekarang kita tilik perbedaan antara "tetapi" dan "namun". Banyak di antara kita yang menyangka kedua kata tersebut sefungsi atau dapat dipertukarkan. Padahal, kedua kata itu berbeda fungsinya.

Kita ambil satu perbedaan yang mencolok saja. Kata "tetapi" berfungsi untuk menggabungkan klausa dengan klausa dalam satu kalimat, sementara "namun" berfungsi untuk kalimat dengan kalimat. Sederhananya, "tetapi" untuk intrakalimat dan "namun" untuk antarkalimat.

Simak contoh berikut.

(5) Ranggan memang mencintaimu, tetapi dia sering melukai hatimu.

(6) Alinea memang sudah meninggalkanmu. Namun, dia masih sering menyebut namamu.

Kata "tetapi" dalam kalimat (5) tidak bisa ditukar dengan "namun". Sebaliknya, "tetapi" juga tidak bisa menggantikan "namun" pada kalimat (6). Kalaupun kita memaksa diri tetap mempertukarkan kedua kata itu, maka kita harus mengubah komposisi kalimatnya.

(7) Ranggan memang mencintaimu. Namun, dia sering melukai hatimu.

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2