Mohon tunggu...
Blasius Mengkaka
Blasius Mengkaka Mohon Tunggu... Guru - Guru dan Penulis.

Mencipta wacana bermutu dari sistem berpikir Plato dan Aristoteles. Sarjana Filsafat dari STFK Ledalero sejak tahun 2002 dan seorang guru profesional sejak tahun 2008. Email: mengkakablasius@yahoo.com. --(C)2013-2020.

Selanjutnya

Tutup

Filsafat Pilihan

Mengapa "Materi Aktualitas" Lebih Berguna dari "Materi Potensi"?

26 Agustus 2021   08:51 Diperbarui: 26 Agustus 2021   09:27 77 1 0
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Lihat foto
Mengapa "Materi Aktualitas" Lebih Berguna dari "Materi Potensi"?
Filsafat. Sumber ilustrasi: PEXELS/Wirestock

Buku Theta adalah subbuku dari Metafisika karya Aristoteles yang membahas materi potensi dan materi aktualitas. Materi potensi berubah ke aktualitas membutuhkan teori-teori atau konsep-konsep teruji terlebih dahulu dalam kaitannya dengan proses atau perubahan. 

Ketika satu hal, F, berubah menjadi yang lain, G, kita dapat mengatakan bahwa F adalah G dalam potensialitas, sedangkan G adalah G dalam aktualitas. F berubah menjadi G hanya jika beberapa agen lain, H, bertindak di atasnya, contohnya: buah kelapa sawit diolah untuk menjadi minyak sawit dan akhirnya diolah untuk menjadi produk-produk, seperti: Rinso, sabun mandi, terigu, minyak goreng, dll.

Materi potensi dapat berubah ke materi aktualitas secara rasional atau irasional. Hal ini tergantung pada apakah perubahan tersebut dipengaruhi oleh agen rasional terdidik, tidak terdidik atau terjadi secara alami. Pendidikan dan penggunaan teknologi maju memegang peranan sangat penting di sini.

Oleh karena tuntutan pemenuhan kebutuhan hidup manusia, maka semua materi potensi harus diwujudkan ke materi aktualitas. Jika suatu materi potensi tidak pernah menjadi suatu materi aktualitas, maka kita menyebutnya ketidakmungkinan. Hal ini terjadi karena faktor kekurangan pendidikan. 

Orang yang berpendidikan baik melakukan tindakan lengkap dan rasional dengan memanfaatkan ilmu dan teknologi. Orang berpendidikan adalah agen perubahan. Sedangkan orang bodoh melakukan tindakan irasional dan tidak lengkap, misalnya, menari adalah tindakan yang lengkap karena punya tujuan. Sedangkan mengambil kayu di hutan untuk api adalah tindakan yang tidak lengkap karena akhir dari mengambil kayu adalah hanya untuk membuat api, tidak berpotensi ke bentuk aktualitas lain. 

Aristoteles berpendapat bahwa materi aktualitas lebih mendasar daripada materi potensi karena 3 alasan, sbb: 

Pertama, materi potensi dapat diabaikan sedangkan materi aktualitas tidak bisa diabaikan karena bersifat lebih penting, lebih bermanfaat dan  lebih dibutuhkan.  

Kedua, materi potensi dapat berubah ke materi aktualitas membutuhkan proses rumit. Sehingga untuk proses rumit ini butuh agen perubahan yang berpendidikan dan beretika.

Ketiga, sedemikian tingginya kualitas pada materi aktualitas sehingga Aristoteles mengidentifikasikan aktualitas sebagai bentuk, yang pada gilirannya berkaitan dengan substansi, yang merupakan hal paling mendasar dari ada. Sedangkan potensialitas diidentifikasi hanya sebagai materi semata-mata.

Mohon tunggu...
Lihat Konten Filsafat Selengkapnya
Lihat Filsafat Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
VIDEO PILIHAN
LAPORKAN KONTEN
Alasan