Mohon tunggu...
Blasius Mengkaka
Blasius Mengkaka Mohon Tunggu... Penulis.

Mencipta wacana bermutu dari sistem berpikir Plato dan Aristoteles. --(C)2013-2020

Selanjutnya

Tutup

Filsafat Pilihan

Persahabatan Menurut Aristoteles dan Derrida

1 Agustus 2020   10:19 Diperbarui: 1 Agustus 2020   15:12 74 11 0 Mohon Tunggu...
Lihat foto
Persahabatan Menurut Aristoteles dan Derrida
Patung yang menggambarkan 2 orang sahabat ideal. (Foto: Istimewa).

Aristoteles menyebut manusia sebagai zoon politicon atau makhluk sosial. Di balik penyebutan ini, Aristoteles amat menekankan pentingnya persahabatan sebagai hal mendasar yang sangat penting di zaman kuno. Aristoteles mengidealkan persahabatan sebab dengan homo soziale, manusia bukan merupakan makhluk yang berkonflik. 

Aristoteles melihat bahwa persahabatan antara manusia amat bergantung pada niat baik diri sendiri dan orang lain. Jadi dasar jalinan persahabatan bukan hanya ada keinginan dari setiap orang untuk dipilih sebagai pejabat di polis.

Aristoteles membahas tentang persahabatan dalam topik Philia. Topik Philia dibahas Aristoteles dalam buku kedelapan dan kesembilannya yang berjudul Etika Nicomachean. Dalam bahasa Yunani kuno, kata: "φιλíα" (Phila) yang berarti: "persahabatan" dan "cinta". Namun sepanjang sekitar lebih dari 2000 tahun, Philia mendapatkan pengertian konseptual yang kurang jelas. Sehingga saat ini, agaknya kita tidak lagi merujuk pada sejumlah hubungan dalam persahabatan sebagaimana yang dimaksudkan Aristoteles.

Aristoteles membedakan tiga bentuk Filia: "(1). persahabatan karena suatu objek sehingga menjadi apa yang dicintai, (2). persahabatan dengan apa yang memuaskan nafsu dengan prinsip kenikmatan/kesenangan, ini untuk kaum muda, dan (3). persahabatan benar, yang berguna, yang baik dan bermakna."

Bagi Aristoteles, Filia yang bermanfaat harus didasarkan pada minat dan manfaat bersama. Perilaku yang didasarkan pada pola aksi-reaksi sangat menentukan untuk kelanjutan persahabatan. Persahabatan dapat berkembang secara progresif ketika keduanya mendapatkan kembali apa yang telah mereka berikan, tetapi juga bisa bersifat regresif jika layanan pertemanan timbal balik berkurang.

Aristoteles berkata, "Banyak orang menjadi teman demi mengejar keuntungan sebagai tujuan terpisah bukan demi persahabatan."

Bentuk kedua dari Phila hanya didasarkan pada nafsu kesenangan. Persahabatan ini memiliki kemiripan tertentu dengan cinta yang berguna, karena mereka menjalani persahabatan demi tujuan untuk saling "menerima balasan yang sama dari satu sama lain dengan nafsu."

Persahabatan demi nafsu kesenangan juga dapat ditemukan pada orang-orang yang dicirikan oleh keunggulan (gr. Ἀρετή). Mereka menjalin persahabatan dalam bentuk cinta yang berharga dan sempurna.

Aristoteles mengatakan, "Persahabatan yang sempurna adalah karakter yang sangat baik dan setara dalam hal keunggulan dalam persahabatan". Karena dengan persahabatan ini mereka berharap baik terhadap satu sama lain tanpa alasan lain. Jadi orang-orang berharap untuk memiliki teman sebagai "teman sejati".

"Persahabatan dengan alasan yang baik"  memiliki nilai yang dapat bertahan. Karena alasan yang baik memenuhi syarat untuk semua persahabatan. Setiap persahabatan memiliki nilai atau keinginan - baik dalam diri mereka sendiri maupun dalam hubungannya satu sama lain dalam tingkat identitas tertentu. "Teman sejati" adalah persahabatan yang didasarkan pada saling pengakuan. Saling pengakuan adalah bentuk persahabatan yang tertinggi dan termulia di antara individu-individu. Bagi Aristoteles, persahabatan dapat dilakukan demi kesenangan dan manfaat sekaligus, yaitu:  

(a). Orang-orang yang lebih rendah dapat berteman satu sama lain.

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
  3. 3
VIDEO PILIHAN
KONTEN MENARIK LAINNYA
x
1 Agustus 2020