Mohon tunggu...
Indah Wahyu Himayatul Islam
Indah Wahyu Himayatul Islam Mohon Tunggu... Mahasiswi UIN MAULANA MALIK IBRAHIM MALANG

Sebaik-baik manusia adalah yang bermanfaat bagi sesamanya

Selanjutnya

Tutup

Ilmu Sosbud & Agama

Teori Perkembangan Vygotsky, Kohlberg, dan Hubungan Teori Perkembangan

30 November 2020   22:12 Diperbarui: 30 November 2020   22:18 19 0 0 Mohon Tunggu...

A. Teori Perkembangan Vygotsky 

Lev Semenovich Vygotsky atau yang biasa dikenal dengan Vygotsky lahir di Orsha, 17 november 1896, ia adalah seorang psikologi yang terkenal dengan teori sosiokulturalnya. Vygotsky berpendapat bahwa perkembangan kognitif dan bahasa anak tidak akan berkembang dalam suatu situasi sosial yang hampa. Artinya, apabila dalam suatu interaksi sosial yang dilakukan tetapi di dalamnya tidak ada interaksi timbal balik maka suatu perkembangan yang telah dimiliki anak tidak akan berkembang atau terasah lagi karena salah satu diantara keduanya pasif.

Vygotsky mematahkan teori piaget bahwasanya anak dapat menjelajahi dunianya sendiri tetapi menurutnya anak dapat menjelajahi dunianya dengan bantuan penemuan-penemuannya terhadap lingkungan sekitarnya melalui bahasa, dan interaksinya dengan orang lain sebanyak-banyaknya. Vygotsky juga memiliki asumsi dasar yaitu "what the child can do in cooperation today, he can do alone tomorrow" yang berarti apa yang anak lakukan hari ini secara berkelompok maka besok ia akan melakukan hal itu sendiri.

Teori Vygotsky lebih terfokus pada orang-orang dan anak-anak lainnya di sekitar anak untuk mempermudah perkembangan anak karena faktor lingkungan juga sangat penting dalam mempengaruhi perkembangan anak. Anak lebih mudah menirukan apa yang sering ia lihat, ia dengar, dan yang sering terjadi di lingkungan sekitarnya dan masa perkembangan yang bagus adalah pada masa golden age, dimana pada masa ini anak lebih cenderung mudah mengingat dan mengulang-ulangi sesuatu yang telah ia rasakan dengan panca inderanya yang bisa terus terbawa dan melekat pada dirinya hingga ia dewasa kelak.

Aspek perkembangan anak akan terus berkembang jika ia dapat menjalin interaksi dan kerja sama yang baik, artinya ia bisa mengembangkan dirinya jika di dukung juga dengan bekal lingkungan tempat ia memperoleh pengetahuan, alat yang ia gunakan serta cara ia mencari simpati atau cara ia memperoleh informasi atau pengetahuan.

Menurut teori Vygotsky bahasa adalah salah satu aspek penting dalam menjalin sosiokultural karena bahasa adalah salah satu sarana perantara untuk berkomunikasi serta memepermudah menyampaikan maksud atau tujuan terjalinnya interaksi sosial. Selain digunakan untuk berkomunikasi, bahasa juga dapat digunakan untuk merancang kegiatan anak dan memecahkan masalah yang ia hadapi.

Teori ini juga tidak dapat dipisahkan dengan berbagai macam kegiatan sosial dan interaksi sosial karena teori ini sangat bergantung kepada interaksi sosial. Seperti contoh anak yang memiliki kecakapan dalam berbicara dan ia berani berbicara di depan orang banyak itu berarti ia memang sudah terlatih sejak dini untuk melakukan hal tersebut. Hal ini juga dapat membuktikan bahwa lingkungan sekitar juga mengajarkan dan membentuk ia menjadi pribadi pada contoh tersebut. Jika pada saat ia di intruksikan untuk bicara dan ia merasa malu maka salah satu aspek perkembangannya ada yang salah, oleh karena itu pentingnya untuk sering mrngontrol perkembangan anak dan melakukan deteksi dini.

Terdapat tiga pembagian teori perkembangan Vygotsky, yaitu:

1. Hukum genetik tentang perkembangan (genetic law pof development). Maksudnya adalah kemampuan seseorang akan berkembang dengan dua pengaruh, yaitu : aspek lingkungan dan aspek psikologi dalam dirinya.

2. Zona perkembangan proksimal (zone of proximal development). Di zona ini dibagi menjadi dua bagian yaitu:

- tingkat pengembangan aktual yang terlihat dari keberhasilan ia dalam menyelesaikan tugas-tugas dan masalah yang ia miliki sendiri.

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
  3. 3
  4. 4
VIDEO PILIHAN
KONTEN MENARIK LAINNYA
x