Mohon tunggu...
Edi Abdullah
Edi Abdullah Mohon Tunggu... Bekerja Sebagai Widyaoswara Pada Lembaga Administrasi Negara

RIWAYAT PEKERJAAN.\r\n1. DOSEN PADA UNIVERSITAS INDONESIA TIMUR TAHUN 2008-2011.\r\n2.DOSEN PADA UNIVERSITAS ISLAM NEGERI ALAUDDIN MAKASSAR. TAHUN 2008.\r\n3. DOSEN PADA STIH COKROAMINOTO TAHUN 2009-2012.\r\n4. DOSEN PADA STMIK DIPANEGARA TAHUN 2009-2012.DENGAN NOMOR INDUK DOSEN NASIONA(.NIDN ) 09101182O1. \r\n6.BEKERJA SEBAGAI ADVOKAT PADA TAHUN 2008-2011.\r\n7. BEKERJA SEBAGAI PEGAWAI NEGERI SIPIL (PNS) DI PKP2A II LEMBAGA ADMINISTRASI NEGARA RI. SEJAK TAHUN 2011-SEKARANG\r\n.\r\nPENGAMAT KEBIJAKAN PUBLIK,HUKUM, POLITIK LAN MAKASSAR, WIDYAISWARA BIDAnG HUKUM LAN MAKASSAR\r\n\r\nKARYA IOMIAH ;BUKU PERLINDUNGAN SAKSI DAN KORBAN DALAM SISTEM PERADILAN PIDANA,merobek demokrasi\r\nFROM PINRANG TO MAKASSAR\r\n\r\

Selanjutnya

Tutup

Tebar Hikmah Ramadan

Kebiasaan Baru atau New Habit Pasca Ramadan

10 Mei 2021   09:29 Diperbarui: 10 Mei 2021   10:00 180 3 1 Mohon Tunggu...
Lihat foto
Kebiasaan Baru atau New Habit Pasca Ramadan
foto edi abdullah / dokpri

"Suatu perbuatan yang Terus dilakukan secara Berulang Maka Dia akan Menjadi Habit" Ajibon 1982

Bulan Ramadan segera berlalu dan pergi ,namun satu hal yang kita harapkan pasca Kepergian Bulan Ramadan ini adalah terbentuknya kebiasaan baru bagi diri kita, kebiasaan yang tentunya lebih baik lagi jika dibandingkan sebelumnya, Jika selama ini terkadang kita memiliki sikap emosional yang tinggi yang sulit terkendali maka Pasca Ramadan kemampuan manajement emosi yang kita miliki bisa menjadi lebih baik dna terkontrol.

Ramadan adalah bulan yang tepat untuk mengubah sebuah kebiasaan, apakah itu kebiasaan maka menurut Ajibon 1982 "Kebiasaan adalah suatu Perbuatan atau tindakan yang terus diulangi dan dilakukan oleh seseorang dalam jangka watu tertentu dan pada Kondisi tertentu".

Sehinggah kebiasaan adalah suatu tindakan yang terulang dilakukan, kebiasaan yang terulang inilah kemudian mampu membentuk karakter baru, Menurut Charles Duhigg dalam Bukunya The Power Of Habit , suatu Kebiasaan yag terus dilakukan maka otak akan berhenti untuk menjadi penentu dalam pengambilan keputusan, dan tidak lagi bekerja keras sehinggah otak bisa beralih lagi kehal lainnya.

Semua ini terjadi karena Rutinitas yang sudah sering dilakukan terbentuk menjadi sebuah kebiasaan, kebiasaan inilah yang akan terjadi seara otomatis sheinggah tidak memelurkan lagi pertimbangan Respon dari otak atas aktifitas kegiatan tersebut

Membentuk kebiasaan memang  memerlukan sebuah proses karena itu bulan Ramadan yang dianugrahkan Tuhan Yang Maha Esa, menjadi mementum terbaik untuk melakukan Tranformasi kehidupan menjadi Lebih  baik , dari Bad To Good, dari Good to great, dalam Bahasa spritual dikenal dengan sebutan manusia diatas rata-rata yakni Manusia yang Bertaqwa.

Manusia yang bertaqwa inilah yang kemudian mampu menjadi pribadi yang sukses dan bahagia, karena mampu menjadi pribadi yakni peribadi yang menguasa dirinya secara keseluruhan baik Mind, body and Soul, ketika tiga hal ini mampu bersinergi dengan baik untuk terus melakukan kebaikan dan menghindari perbuatan Keji maka demikianlah Esensi manusia yang yang disebut sebagai manusia Yang Bertaqwa, dan menjadi Nahkoda atas dirinya sendiri, kehidupan ini smeuanya ditentukan oleh dirimu yang tengah menjadi Nahkoda bagi dirimu, kemana kapal berlayar semuanya ada ditanganmu,hal ini tertuang jelasa dalam Firman Alah SWT dalam Al-Quran Sesungguhnya Allah tidak merubah keadaan sesuatu kaum sehingga mereka merubah keadaan yang ada pada diri mereka sendiri.(QS. Ar-Ra'd: 11)

Menjadi pribadi yang bertumbuh menjadi The Great butuh sebuah proses, dan semua hal ini sangat ditentukan oleh Kebiasaan-kebiasaan yang akan menjadi karakter dari seorang pemenang, 30 hari dalam bulan Suci Radaman adalah Proses yang tepat untuk membentuk kebiasaan Bari atau New Habit, Ramadan adalah waktu yang sangat Tepat ,jika hal ini dilakukan dengan penuh kesungguhan dan niat yang baik.

Berbagai ibadah dibulan Ramdan yang dilakukan secara berulang setiap hari akan mampu menjadi kebiasaan yang tepat dalam membentuk karakter, seperti Puasa yang dilakukan selama 30 hari berturut-turut akan mampu menjadikan anda berkarakter salah satu karakter tersbeut adalah karakter Integritas, karena ibadah puasa adalah ibadah yang bersifat langsung antara seorang Hamba dengan Tuhannya, puasa mengajarkan kita untuk jujur terhadap diri sendiri meskipun tidak nampak dimata orang lain.

Sebagai penutup tulisan ini saya kutip kata bijak "Jujur yang paling berat adalah jujur terhadap diri sendiri, meskipun hal tersebut terkadang melukai" Ajibon 1982

Salam kebahagiaan

Edi Abdullah/PAK 915.1.00057 2018 Widyaiswara LAN RI/Trainer The Great Leadership

VIDEO PILIHAN