Irene Kusuma
Irene Kusuma

Communication Studies' 16 Universitas Atma Jaya Yogyakarta

Selanjutnya

Tutup

Media

Performa Jurnalisme Online di Era Digital

12 Februari 2019   11:02 Diperbarui: 12 Februari 2019   11:23 59 1 0
Performa Jurnalisme Online di Era Digital
Sumber: forjimindonesia.com

Pesatnya perkembangan teknologi komunikasi dan informasi ditandai dengan kehadiran media online. Perkembangan inilah yang juga mempengaruhi dinamika jurnalistik secara menyeluruh. Pengertian jurnalistik-pun juga berkembang sedemikian rupa mengikuti perubahan yang ada.

Jurnalisme online merupakan sebuah pekerjaan mengumpulkan, menulis, mengedit, dan melaporkan berita kepada khalayak melalui jaringan internet sehingga dapat diakses di mana saja dan kapan saja.

Kurangnya minat pembaca untuk membaca surat kabar konvensional mendorong para penerbit surat kabar untuk beralih ke media online. Salah satu contohnya kompas.com, di mana awalnya portal ini dibuat hanya untuk selingan dan mengantisipasi maraknya media massa online di Indonesia. Namun, suksesnya media online kompas.com membuatnya sama dengan versi cetaknya.

Mike Ward (Romli, 2012, h.15) menyebutkan beberapa karakterisitik jurnalisme online yang membedakannya dengan media konvensional yaitu Immediacy (kesegeraan atau kecepatan penyampaian informasi; Multiple Pagination (ratusan halaman terkait satu sama lain dan juga bisa dibuka tersendiri); Multimedia (menyajikan gabungan teks, gambar, audio, video dan grafis sekaligus; Archieving (terarsipkan, dapat dikelompokkan berdasarkan kategori/rubrik atau kata kunci, juga tersimpan lama yang dapat diakses kapan saja; Relationship with Reader (kontak atau interaksi dengan pembaca dapat langsung saat itu juga melalui kolom komentar dan lain-lain).     

Satrio Arismunandar (2006), membagi jurnalisme online menjadi empat jenis, yaitu:

  • Mainstream News Sites
  • Situs ini memberikan pilihan editorial content yang disediakan oleh media induk yang terhubung dengan situs tersebut ataupun memang sengajak diproduksi untuk versi web-nya. Tingkat komunikasi partisipatorisnya cenderung tertutup atau minimal. Situs ini tidak memiliki perbedaan yang jauh dengan versi cetaknya. Contoh dari situs ini adalah detik.com, CNN, BBC, Kompas Cyber Media.
  • Index & Category Sites
  • Situs ini sering dikaitkan dengan mesin pencari tertentu, perusahaan riset pemasaran atau agensi, atau individu yang melakukan usaha. Dalam jenis ini, jurnalis online memberikan links yang mendalam ke situs berita yang ada maupun di world wide web. Berbeda dengan mainstream news sites, jenis ini memberikan ruang untuk chatting atau bertukar berita, tips untuk publik.
  • Meta & Comment Sites
  • Jenis ini merupakan situs tentang media berita dan isu-isu media secara umum. Jenis ini dapat dimaksud sebagai pengawas media, dapat juga dimaksud sebagai situs kategori dan indeks. Editorial content-nya diproduksi oleh berbagai jurnalis yang mendiskusikan konten lainnya.
  • Share & Discussion Sites
  • Jenis situs ini yang mengeksploitasi tuntutan publik bagi konektivitas dengan menyediakan sebuah platform untuk mendiskusikan konten yang ada. Situs ini dapat dibilang memanfaatkan potensi internet sebagai sara bertukar ide, cerita, dan sebagainya.

Kemunculan internet yang begitu pesat juga menjadi salah satu faktor munculnya news aggregatoryang merupakan pengumpul beberapa konten dari situs - situs yang menyediakan teknologi web series, sehingga pengguna dapat mudah mengurangi waktu dan upaya dalam mengakses beragam website. Fungsi dari news aggregator menekankan kepada peran masyarakat supaya lebih mudah dan cepat untuk mencari sebuah data berupa berita atau informasi dengan adanya teknologi, data mining, dan machine learning. Salah satu contoh yaitu Line Today, di mana dia mengumpulkan berita-berita dari portal berita lainnya seperti detik.com, kompas.com, CNN, okezone, dll.

Sumber: blackxperience.com
Sumber: blackxperience.com
Romli, A., (2012). Jurnalistik Online. Panduan Praktis Mengelola Media Online. Bandung, Indonesia: Nuansa Cendikia.