Ram Tadangjapi
Ram Tadangjapi Wiraswasta

Kutu Buku, Penggila Film, Penikmat Musik

Selanjutnya

Tutup

Film Pilihan

Resensi Film Imperium (2016)

14 Mei 2019   20:44 Diperbarui: 14 Mei 2019   20:53 15 0 0
Resensi Film Imperium (2016)
(sumber: www.rorypnm.com)

 For evil to triumph, it only takes good men... to do nothing.

Angela Zamparo (Toni Collette) merekrut Nate Foster (Daniel Radcliffe) untuk melakukan operasi penyusupan ke sebuah organisasi yang ditengarai punya rencana berbahaya. Nate sendiri merupakan agen FBI yang punya mimpi untuk mengerjakan sebuah kasus penting karena ia merasa kurang mendapatkan tantangan dari pekerjaannya selama ini.

Karena Nate belum punya pengalaman dan skill dalam melakukan operasi penyusupan maka ia harus menjalani sejumlah pelatihan yang langsung diarahkan oleh Angela. Organisasi yang akan disusupi oleh Nate adalah sebuah organisasi yang mengusung misi supremasi kulit putih. Setelah dinyatakan memenuhi kualifikasi yang dibutuhkan, Nate kemudian mulai mencari cara untuk bisa masuk ke organisasi tersebut dengan mengubah latar belakang kehidupannya sebagai mantan tentara yang membenci kaum kulit berwarna.

Nate berhasil menjalin hubungan dengan Gerry (Sam Trammell) salah satu tokoh yang cukup berpengaruh di organisasi tersebut. Melalui Gerry ia juga mampu mendekati Dallas Wolf (Tracy Letts) yang merupakan tokoh kunci pergerakan organisasi tersebut. Namun kehadiran Nate yang tiba-tiba mampu masuk ke jajaran elit pimpinan organisasi menimbulkan sejumlah kecurigaan terhadapnya.

Hubungan Nate dan Gerry semakin akrab bahkan keduanya saling menguatkan dalam merencanakan sejumlah strategi gerakan yang dilakukan oleh organisasi tersebut. Nate mulai merasa terbebani ketika pihak FBI memintanya untuk menyelidiki lebih dalam untuk mendapatkan informasi tentang rencana besar yang sedang disiapkan Gerry dan kelompoknya. 

(sumber: www.telegraph.co.uk)
(sumber: www.telegraph.co.uk)
Film debut penyutradaraan Daniel Ragussis ini mengadaptasi kisah nyata dari seorang agen FBI yang melakukan penyusupan ke organisasi berbahaya. Alih-alih menjadikannya film action penuh adegan aksi, sang sutradara mengubah plot ceritanya menjadi lebih ke nuansa thriller psikologi sehingga tidak ada adegan tembak-tembakan atau ledakan yang menakjubkan namun lebih kepada pergolakan emosi seorang agen FBI antara menyelesaikan tugas atau mengikuti idealismenya. 

Plot ceritanya juga terangkai cukup baik sehingga ritme adegan saat bercerita mampu memberikan sajian menarik, hanya saja pengembangan karakter terkesan monoton yang mengakibatkan ada beberapa adegan terasa kurang hidup karena karakter yang bermain kurang bernyawa.

Patut diacungi jempol buat Daniel Radcliffe yang tampil lumayan di sini, dengan gesturnya yang penuh kecemasan dan keraguan ia bisa menghidupkan karakter Nate Foster, hanya saja karena pengembangan emosional karakternya kurang dimaksimalkan dalam cerita sehingga potensi aktingnya belum tergali maksimal tapi setidaknya ia sudah melepaskan beban karakter Harry Potter di film ini.