Ram Tadangjapi
Ram Tadangjapi Wiraswasta

Kutu Buku, Penggila Film, Penikmat Musik

Selanjutnya

Tutup

Film Pilihan

Resensi Film "Pitch Perfect 3 (2017)"

12 Januari 2019   19:25 Diperbarui: 23 Januari 2019   17:23 187 0 1
Resensi Film "Pitch Perfect 3 (2017)"
(sumber: sinopsisfilmbarucom)

Guys, we've never competed against bands that actually have instruments. So what's the plan?

Pasca lulus kuliah para personel The Barden Bellas kemudian terpencar-pencar menjalani kehidupan dewasa mereka, beragam profesi dilakoni oleh para personilnya mulai dari menjadi produser musik yang dilakoni oleh Beca (Anna Kendrick) yang kemudian memilih mengundurkan diri daripada menangani artis yang manja sekaligus aneh.

Assisten dokter hewan yang ditekuni oleh Chloe (Brittany Snow), membuka kedai minuman ringan yang dijalani oleh Clo (Chrissie Fit), hingga menjadi seorang penjahit yang dilakukan oleh Lilly (Hanna Mae Lee). Hanya Amy (Rebel Wilson) yang tidak memiliki profesi tetap meskipun berkali kali mengadakan pertunjukan musik jalanan yang kerap juga terkena razia.

Atas undangan Emily (Hailee Stainfield) para personel The Barden Bellas kembali berkumpul, mereka kembali menemukan kegairahan lama yang sempat hilang di dalam diri mereka yaitu bernyanyi bersama. 

Atas usul Aubrey (Anna Camp) mereka kemudian sepakat untuk berkumpul kembali sebagai kelompok acapella, mereka juga sangat antusias untuk ikut ke sebuah tur musik ke sejumlah pangkalan militer yang ada di Eropa untuk menghibur para prajurit disana.

Saat mereka tiba di pangkalan militer tersebut mereka baru sadar bahwa tur musik ini bukanlah tur musik biasa melainkan sebuah kompetisi memperebutkan satu tempat untuk menjadi pendamping tur musik DJ Khaleed. 

The Barden Bellas harus bersaing dengan tiga grup kontestan yang semuanya menggunakan alat musik. Amy sendiri juga mendapatkan kejutan saat mengetahui Fergus (John Lithgow) ayahnya ada dilokasi tersebut, The Barden Bellas pun dituntut berusaha memberikan penampilan terbaiknya dalam tur musik tersebut sementara beberapa personelnya termasuk Amy dan Beca harus memilih antara grup atau kepentingan pribadinya.

Sebagai seri terakhir dari trilogi perjalanan grup acapella wanita The Barden Bellas film ini masih memberikan sejumlah unsur musikalitas yang menawan, beragam lagu terkenal milik George Michael, Ed Sheeran, Britney Spears hingga Avicii di recycle dalam komposisi musik kekinian. 

Balutan komedinya juga cukup enak dinikmati sekaligus menghibur, kekurangan film arahan Trish Sie ini hanya ada pada plot cerita yang kurang fokus dan ending filmnya yang kurang syahdu sebagai sebuah seri terakhir dari trilogi film musikal yang cukup banyak diminati.

The Barden Bellas
The Barden Bellas
Rebel Wilson mampu menjadikan karakter Amy si gendut penuh percaya diri sekaligus berbakat lebih bersinar dibanding karakter The Barden Bellas yang lain, meskipun kedalaman konflik antara Amy dan ayahnya terasa datar plus terkesan dipaksakan namun Rebel Wilson bisa memberikan warna lain di dalam plot cerita tersebut. 

Anna Kendrick tampil standar saja dengan segala kejenakaan dan kepolosannya, mungkin karena ruang untuk Anna Kendrick di seri terakhir ini kurang dieksplorasi dalam plot cerita sehingga performa aktingnya masih dalam level standar.

Sebagai seri penghabisan film ini patut ditonton oleh para peminat perjuangan The Barden Bellas, abaikan saja plot ceritanya dan mari bersenang-senang menikmati suguhan musiknya.