Ram Tadangjapi
Ram Tadangjapi Wiraswasta

Kutu Buku, Penggila Film, Penikmat Musik

Selanjutnya

Tutup

Film

Resensi Film "Takut Kawin (2018)"

11 Januari 2019   18:14 Diperbarui: 12 Januari 2019   10:59 166 0 0
Resensi Film "Takut Kawin (2018)"
(sumber: www.film.mbahsinopsis.id)

Setelah sekian lama berpacaran, Lala (Indah Permatasari) mengajak Bimo (Herjunot Ali) untuk menikah apalagi orang tua mereka sudah mendesak keduanya untuk melangsungkan pernikahan. Bimo menyutujui ajakan Lala meskipun ia belum sepenuhnya siap.

Keduanya kemudian sibuk mempersiapkan pernikahan mereka bahkan mereka juga membuat sebuah perusahaan untuk menjamin finansial mereka kelak. Ditengah kesibukan tersebut Bimo mulai merasakan ketidak siapan dalam jiwanya semakin mengganggu, apalagi Romy (Junior Liem) sahabatnya yang baru berapa bulan menikah menghadapi konflik besar dalam rumah tangganya dan terancam bercerai membuat Bimo semakin ragu ditambah lagi Bimo selalu melihat ayah (Denny Chandra) dan ibunya (Asri Welas) selalu beradu pendapat tentang berbagai hal.

Semua yang dilihat dan dialami Bimo membuatnya semakin ragu untuk menikah apalagi ia semakin tak mampu menghadapi watak Lala yang serba mendominasi. Bimo kemudian meminta penundaan pernikahan pada Lala yang kemudian ditafsirkan Lala sebagai pembatalan pernikahan.

Setelah berpisah baik  Lala dan Bimo tak mampu mengingkari bahwa mereka masih saling mencintai, meskipun Bimo sudah menemukan pasangan baru begitu pula Lala yang juga menambatkan hatinya pada pria lain namun tak mampu membuat keduanya mendapatkan kebahagiaan baru, namun lagi-lagi Bimo masih harus belajar membenahi jiwanya untuk masuk ke jenjang rumah tangga.

Secara tema film besutan Syaiful Drajat ini cukup menawan karena mencoba melihat ketakutan menikah dari kacamata lelaki, sayangnya tema menarik ini kurang dalam untuk dieksekusi menjadi sebuah film. Terasa sekali setiap scene-nya kurang bernyawa sehingga banyak pesan moral yang mengambang, untung saja balutan komedi yang melingkupi cerita berhasil dieksekusi oleh Babe Cabitha, Adjis Doa Ibu, dan Asri Welas sehingga filmnya masih bisa dinikmati.

Performa Herjunot Ali agak melempem kali ini, aktingnya terasa kurang maksimal sehingga karakter Bimo yang kekanakan plus penuh keraguan kurang begitu hidup. Untungnya lagi Indah Permatasari berhasil membuat karakter Lala yang cerdas, dominan, dan keras kepala begitu kuat sehingga bisa sedikit menyelamatkan chemistry keduanya ke dalam level yang sama.