Ram Tadangjapi
Ram Tadangjapi Wiraswasta

Kutu Buku, Penggila Film, Penikmat Musik

Selanjutnya

Tutup

Film Pilihan

Resensi Film Chi-Raq (2015)

15 Mei 2018   15:03 Diperbarui: 20 Agustus 2018   21:47 673 1 0
Resensi Film Chi-Raq (2015)
Salah satu adegan di film Chi-Raq (2015) (sumber: www.nowverybad.com)

Spike Lee terkenal sebagai salah satu sutradara yang setiap menyutradarai sebuah film dia selalu menyuguhkan sebuah tontonan unik dengan pendekatan yang anti mainstream, meskipun film filmnya selalu berisi pesan tentang anti rasialisme namun dengan balutan penyutradaraannya film film tersebut terasa lebih enak untuk dinikmati.

Pada tahun 2015 Spike Lee menyutradari film berjudul Chi-Raq, film yang diadaptasi dari naskah drama yunani kuno berjudul Lysistrata karya Aristhopanes. Film ini mengambil latar kota Chicago pada era perang antar gangster yang banyak menelan korban jiwa.

Demetrius (Nick Cannon) atau biasa dipanggil Chi-Raq adalah seorang rapper jalanan dan sekaligus pemimpin geng bernama Sparta yang bermusuhan dengan geng Trojan pimpinan si mata satu Cyclops (Wesley Snipes), permusuhan kedua geng tersebut acapkali menjadi sebuah pertarungan bersenjata yang menimbulkan korban. Lysistrata (Teyonnah Parris) kekasih Chi-Raq suatu ketika melihat seorang korban anak kecil yang terserempet peluru nyasar ketika terjadi tembak menembak antara geng Sparta dan Geng Trojan, Lysistrata pun melihat bagaimana Irene (Jennifer Hudson), ibu dari anak itu, meraung raung penuh kemarahan namun tak ada satupun orang yang bisa membantunya.

Lysistrata pun menyadari bahwa pertarungan antara kedua geng itu tidak membawa apa apa kecuali penderitaan, bahkan suatu saat mungkin saja kekasihnya yang menjadi korban. Setelah berbincang dengan Miss Helen (Angela Basset), ia pun menemukan sebuah cara untuk menghentikan atau setidaknya  meredam aksi pertikaian kedua geng tersebut yaitu dengan cara tidak memberikan pelayanan seks ke kekasihnya sebelum perdamaian tercapai. Lysistrata lalu mengajak teman temannya untuk melakukan hal serupa, kemudian mencoba melakukan pendekatan ke Indigo (Michelle Mitchenor) yang merupakan pacar Cyclops agar bersama sama melakukan aksi tersebut sehingga kedua geng yang lama bermusuhan itu berdamai.

Aksi Lysistrata dan kawan kawan ini mendapat dukungan dari kalangan perempuan, bahkan ia berhasil membujuk para pelacur untuk juga tidak melayani aktivitas seksual ke para pelanggan prianya. Sementara Irene dengan bantuan pendeta Mike (John Cusack) mencoba mencari petunjuk siapa yang menembak putrinya bahkan mereka memberikan imbalan besar bagi yang bisa memberi petunjuk. 

Aksi yang dilakukan Lysistrata dan Irene sama sama menimbulkan gelombang besar yang membuat roda pemerintahan menjadi tidak stabil, meskipun selalu ada upaya untuk menggagalkan aksi tersebut namun kekuatan tekad mereka mampu menghentikan upaya tersebut.

Film ini menjadi menarik karena ia mengambil tema tentang perang antar geng di kota Chicago yang menurut penilitian korban tewas dalam tiga tahun masih lebih besar dari prajurit Amerika yang gugur pada perang Afghanistan. 

Meskipun film ini penuh dengan ujaran kasar, disertai beberapa adegan seks sehingga layak diberi rating R namun secara keseluruhan racikan penyutradaraan Spike Lee mampu memberikan tontonan yang menyegarkan.