Mohon tunggu...
Firdaus Khoirunnisa
Firdaus Khoirunnisa Mohon Tunggu... Firdaus Khoirunnisa

Mahasiswa Universitas Muhammadiyah Malang 2020

Selanjutnya

Tutup

Ilmu Sosbud & Agama

Menghafal Surah Ar-Rahman dan Al-Waqi'ah dengan Metode Psikologi

23 Juni 2021   18:21 Diperbarui: 23 Juni 2021   18:30 116 0 0 Mohon Tunggu...

Menghafal merupakan usaha menyerap informasi ke dalam memori agar tetap bisa diingat, diucapkan, dan dilakukan diluar kepala. Menghafal merupakan salah satu metode yang diterapkan dalam pembelajaran. Metode menghafal ini juga diterapkan dalam pembelajaran agama yakni menghafal dan murojaah. Dalam hadist Rasulullah, Beliau pernah bersabda bahwa orang yang hafal Al-Qur'an bagaikan pemegang panji islam dan Allah akan memuliakannya, namun bagi orang yang menghina orang yang hafal Al-Qur'an akan dilaknat oleh Allah. Proses menghafal dan murojaah ini sangat erat dengan yang namanya memori. Memori merupakan kemampuan untuk menyimpan dan memunculkan informasi.

Pada umumnya jika membahas tentang memori tidaklah asing dengan istilah Long-term Memory dan Short-term memory. Informasi akan masuk melalui sistem sensory register dan kemudian diterima dan diseleksi oleh indera manusia. Setelah diseleksi kemudian informasi tadi akan menuju ke otak dan diproses dalam short-term memory. Short-term memory cenderung menyimpan informasi selama 15-30 detik dengan jumlah yang terbatas. Kemudian untuk informasi yang tidak terproses dalam short-term memory akan menghilang dengan cepat. Lalu ada long-term memory yang mampu mempertahankan informasi yang lebih kompleks dan memiliki kapasitas lebih besar. Long-term memory akan berproses dalam proses mengingat kembali.

Sama halnya dengan menghafal Al-Qur'an, menghafal surat Ar-Rahman dan Al-Waqiah memiliki teknik yang sama namun lebih sederhana. Dilansir dari ippibrawijaya, menyebutkan bahwa menghafal surah Al-Waqi'ah dan Ar-Rahman dapat dilakukan dengan beberapa cara :

  • Membaca berulang-ulang
  • Mendengar dan mengikuti murrotal
  • Mencari teman untuk murojaah hafalan yang sama

Dari ketiga cara diatas jika dijabarkan dan dikaitkan dengan pembahasan memori kali ini, maka dapat dijelaskan sebagai berikut :

  • Membaca berulang-ulang
  • Membaca berulang-ulang merupakan proses atau usaha untuk mengingat apa yang akan kita hafalkan. Membaca berulang-ulang sangat efektif dikarenakan dalam salah satu komponen short-term memory menyebutkan bahwa informasi visual atau (visuospatial sketchpad) yang menyebutkan bahwa otak akan menerima informasi dari visual atau gambaran-gambaran yang telah diberikan. Jadi dalam hal ini kita mengenali ayat berapa dan ayat apa yang kemudian harus kita baca dengan cara hanya mengingat awalan dari ayat yang akan kita baca. Dengan kita membuat gambaran tersendiri maka kita akan lebih mudah dalam menghafal.
  • Mendengar dan mengikuti murrotal
  • Cara ini hampir sama penjelasannya dengan cara yang pertama, namun cara ini masuk kedalam Phonological Loop atau informasi auditory. Infofmasi auditory merupakan informasi yang didapatkan melalui auditory atau pendengaran. Suara murrotal yang masuk, dan diikuti gerakan dari mulut kita itu menandakan bahwa kita sudah memberi attention pada murrotal yang didengar. Dengan begitu, maka otak akan memproses informasi apa saja yang akan didapar melalu mendengar murrotal tadi.
  • Mencari teman murojaah hafalan yang sama
  • Cara yang terakhir ini merupakan cara kita untuk mengatifkan long-term memory kita. Karena kita berusaha untuk menggali informasi apa saja yang telah kita dapat. Dalam proses murojaah bersama teman ini merupakan cara yang sangat efektif dalam proses menghafal, selain kita menggali dan mengingat lagi hafalan yang telah kita hafalkan sebelumnya, kita juga menyimak hafalan teman kita sambil kembali mengingat-ingat apakan ayat yang dibaca sudah benar dan tajwidnya sudah benar atau belum. Dalam proses inilah long-term memory akan bekerja menggali informasi dalam memori kita.

Ketiga cara diatas mungkin merupakan cara dasar dalam menghafal surah Al-Waqi'ah dan Ar Rahman, namun itu juga merupakan cara yang sering dilupakan oleh sebagian orang karena dianggap terlalu ribet. Ada juga orang yang hanya perlu mendengarkan murrotal saja bisa langsung hafal atau hanya memerlukan salah satu dari ketiga cara diatas untuk menghafal. Mengingat kapasitas otak dan memori orang berbeda-beda, jadi kita juga harus bisa memanfaatkan indra kita untuk menghafal semaksimal mungkin.

Daftar Pustaka :

J.W. Kalat. (2020). Biopsikologi Edisi 13. Jakarta: Salemba Humanika.

Suparmi. (2010). Jurnal  Studi Meta Analisa: Strategi Reheseal dan Memori Jangka Pendek. Jurnal Psikologi, 5(2) 289 -- 310.

Firdaus Khoirunnisa/Universitas Muhammadiyah Malang/2020-089

VIDEO PILIHAN