Mohon tunggu...
Anggun Kinanthi
Anggun Kinanthi Mohon Tunggu... Pendidikan Biologi UMM

Mahasiswa Universitas Muhammadiyah Malang

Selanjutnya

Tutup

Ilmu Alam & Teknologi

PMM UMM Mitra Dosen Melaksanakan Pelatihan Pembuatan "Moluskisida Organik"

22 Juli 2021   22:58 Diperbarui: 22 Juli 2021   23:20 21 2 0 Mohon Tunggu...
Lihat foto
PMM UMM Mitra Dosen Melaksanakan Pelatihan Pembuatan "Moluskisida Organik"
Gambar 1. Proses Pembuatan "Moluskisida Organik" (Dokpri)

 Malang- Pengabdian Masyarakat oleh Mahasiswa (PMM) dari Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) Mitra Dosen telah melaksanakan pelatihan pembuatan dan penggunaan "MOLUSKISIDA ORGANIK" di Desa Wonorejo, Kecamatan Poncokusumo, Kabupaten Malang. Dengan produk yang dihasilkan berupa MOLGA (Moluskisida dari Umbi Gadung), MOLTEM (Moluskisida dari Daun Tembakau), MOLDU (Moluskisid dari Buah Mengkudu), dan MOLPIN (Moluskisida dari Biji Pinang). 

Kegiatan PMM yang dilakukan oleh mahasiswa UMM ini bekerja sama dengan Kelompok Tani Sumber Urip 1 yang dipimpin oleh Bapak Abdul Fatah. Diharapkan dengan melakukan kegiatan PMM tersebut dapat memberikan solusi atau sebagai suatu pemecahan masalah terkait hama mollusca yang sering menyerang dan bahkan merugikan para petani di desa Wonorejo. Hal ini mengingat bidang pertanian bagi masyarakat di Desa Wonorejo menjadi sumber utama pendapatan mereka.

Kegiatan dalam pembuatan "MOLUSKISIDA ORGANIK" dilaksanakan pada Kamis, 08 April 2021 pada pukul 15.00 WIB, di rumah Bapak Abdul Fatah selaku ketua dari kelompok tani Sumber Urip 1. Hal pertama yang dilakukan pada kegiatan ini adalah mencari bahan utama yang akan digunakan yaitu Umbi Gadung, Daun Tembakau, Buah Mengkudu, dan Biji Pinang sebagai bahan dasar pembuatan moluskisida organik. Proses dalam pembuatan moluskisida organik ini sedikit membutuhkan waktu yang cukup lama, hal ini dikarenakan pembuatannya harus melewati proses mencetak, pengeringan, dan dihaluskan. 

Kelebihan dari "MOLUSKISIDA ORGANIK" ini adalah produk yang ramah lingkungan karena terbuat dari bahan baku alami, memiliki harga terjangkau, bahan yang digunakan mudah didapatkan, tidak menyebabkan resisten pada hama, dan tidak dapat menyebabkan jera umpan sebab kandungan-kandungan yang ada di dalam bahan utamanya seperti Asam sianida (HCN) pada Umbi Gadung, kemudian Nikotin pada Daun tembakau, senyawa-senyawa seperti, morindon, rubiadin, dan flavonoid pada Buah Mengkudu , lalu senyawa alami arekolin dan arekolidin pada Biji Pinang. Kadungan dari bahan utama tersebut tidak akan langsung menyebabkan hama mati ketika sekali makan.

Gambar 2. Uji coba produk
Gambar 2. Uji coba produk "MOLUSKISIDA ORGANIK" di lahan tanaman tomat (Dokpri) Konten Terkait KKN UM 2021 Melakukan Pelatihan Pembuatan Abon Berbahan Dasar Ikan Patin Pelatihan Pembuatan Inovasi Masker Kecantikan Organik Berbahan Dasar Stroberi oleh Mahasiswa KKN UM di Desa Pandanrejo, Kota Batu Pentingnya Mendeteksi Masalah Siswa Sebelum Melaksanakan Pembelajaran Dosen Universitas BSI Beri Edukasi Masyarakat Atasi Penyebaran Hoax Pisang Bonyok, Rahasia Pembuatan Banana Bread yang Legit KKN UM Berikan Pelatihan Membuat Media Pembelajaran Berbasis Canva

Gambar 3. Produk Serbuk
Gambar 3. Produk Serbuk "MOLUSKISIDA ORGANIK" (Dokpri)

Selasa, 01 Juni 2021, pukul 08.00 WIB kegiatan dilakukan dengan proses pengemasan dan uji coba produk yang dihasilkan pada salah satu lahan tanaman tomat milik Bapak Abdul Fatah. Proses uji coba produk moluskisida organik ini berbentuk butiran-butiran pasir. Uji coba diawali dengan menaburkan salah satu produk pada setiap tanaman yang sudah dipastikan akan dimakan oleh hama mollusca. 

Tanaman yang harus diberi produk moluskisida organik adalah tanaman yang masih kecil karena sangat rentan dimakan hama. Selanjutnya, dilakukan juga uji kefektivitasan produk pada tanah yang dilakukan pada satu tanaman tomat dan diamati berapa lama produk tersebut dapat bertahan. Kegiatan ini diperlukan waktu selama 7 hari untuk dapat melihat perkembangan setelah dilakukannya uji coba.

Selasa, 15 Juni 2021 pukul 15.00, dilanjutkan dengan kegiatan diseminasi bersama masyarakat kelompok tani Sumber Urip 1 oleh anggota PMM Mitra Dosen yang didampingi Bapak Moch. Agus Krisno dan Bapak Atok Miftachul Hudha selaku dosen pembimbing kegiatan ini. Dalam keadaan pandemi COVID-19, maka dihimbau untuk hanya mengundang 10 orang masyararakat sekitar yang terlibat dalam kelompok tani Sumber Urip 1 dengan tetap memperhatikan protokol kesehatan.

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
VIDEO PILIHAN
KONTEN MENARIK LAINNYA
x