Mohon tunggu...
010 Dyani Amalia
010 Dyani Amalia Mohon Tunggu... University of Muhammadiyah Malang

live like larry.

Selanjutnya

Tutup

Ilmu Sosbud & Agama

Warisan Ibu Pertiwi, UNESCO Global Geoparks

14 Januari 2021   06:15 Diperbarui: 14 Januari 2021   06:31 55 0 0 Mohon Tunggu...

Indonesia kaya akan keanekaragamannya. Tepatnya, Indonesia memiliki 1.340 suku bangsa jika dikutip dari Indonesia.go.id. Kepulauan Indonesia terdiri dari lima pulau besar, dan 30 kelompok pulau dan pulau kecil, dengan sekitar 6.000 pulau di huni. Ini menyebabkan Indonesia memiliki budaya, bahasa, yang beranekaragam. 

Selain itu, Indonesia yang berada di wilayah tropis juga memiliki alam yang sangat indah. Tercatat Indonesia memiliki keanekaragaman yang sangat kaya. Ada 480 spesies dari karang keras mencakup 60% spesies di seluruh dunia, 1400 spesies dari ikan air tawar, 515 spesies mamalia, 270 spesies amfibi, 1531 spesies unggas dan terbesar kelima di seluruh dunia, 511 spesies dari reptile, terbesar keempat di seluruh dunia, 240 spesies dari tumbuhan langka, 2827 spesies dari avertebrata, dan 121 spesies dari kupu-kupu.

Geopark merupakan bentuk apresiasi kepada kita semua atas keunikan nilai dan makna serta estetika keanekaragaman dan warisan geologi suatu kawasan didukung oleh pilar pembangunan berkelanjutan, pengembangan kawasan berkarakteristik seperti masyarakat local yang tinggal di dalam dan sekitar kawasan Geopark. 

Sehingga masyarakat sekitar akan merasakan manfaat yang didapat secara langsung maupun tidak langsung dari kegiatan pembangunan Geopark di kawasan tersebut. Sejalan dengan tujuan pengembangan Geopark, konsep ini memiliki esensi merayakan dan menciptakan hubungan antara alam dan manusia sebelum manusia ada, alam telah menciptakan hubungan yang harmonis dengan hewan dan tumbuhan.

Geopark adalah kawasan lindung berdasarkan makna unik dalam geologi, alam, dan keindahan. Peristiwa mencerminkan sejarah peristiwa dan jalannya peristiwa. Seperti Taman Nasional Geopark, ia berada di bawah pengelolaan pemerintah tempat situs itu berada. Selain membuka peluang penelitian dan edukasi, Geopark memiliki potensi yang sangat besar untuk mendongkrak perekonomian masyarakat. Situasi ini akan mengarah pada pekerjaan baru dan pertumbuhan ekonomi. Sebuah geopark dirancang sebagai objek wisata disamping sebagai tempat komersial dan aktivitas kerajinan tangan seperti bahan bakar fosil dan souvenir.

Sudah ada banyak Global Geopark di Indonesia yang sudah di akui UNESCO, seperi Batur di Bali, Gunung Sewu di Gunung Kidul ,Rinjani di Nusa Tenggara Barat, Ciletuh-Palabuhanratu di Sukabumi Jawa Barat. Geopark tersebut menawarkan beragam keanekaragaman yang menarik dan tempat wisata yang menarik untuk dikunjungi. Hanya saja

Pada awalnya saat mengajukan Geopark pada UNESCO, memang sudah ada kriteria-kriteria tertentu yang harus dipenuhi untuk bisa dijadikan Geopark. Mulai dari fasilitas yang harus memadai seperti jalan, toilet, jika menaiki gunung apakah sudah layak rutenya, kemudian budaya apa saja yang bisa dipelajari dari Geopark tersebut, apakah ada filosofinya dan sebagainya. Itu sangat mudah untuk dibangun dan dibentuk pada awalnya. Namun, yang menjadi tugas dari pemerintah adalah bagaimana cara agar menjaga fasilitas tersebut agar tetap layak dipakai, dan cara mempromosikan agar menarik minat banyak orang agar pergi ke sana. 

Dikarenakan, Global Geopark dari UNESCO tidak selamanya menjadi UNESCO Global Geopark. UNESCO Global Geopark hanya diberi jangka waktu 4 tahun. Setelahnya, fungsi dan kualitas masing-masing UNESCO Global Geopark diperiksa ulang selama proses revalidasi. Sebagai bagian dari proses revalidasi, UNESCO Global Geopark harus menyiapkan laporan kemajuan dan misi lapangan yang akan dilakukan oleh dua evaluator untuk me-revalidasi kualitas UNESCO Global Geopark. 

Jika, berdasarkan laporan evaluasi lapangan, UNESCO Global Geopark terus memenuhi kriteria, daerah tersebut akan berlanjut sebagai UNESCO Global Geopark untuk periode empat tahun lebih lanjut (disebut kartu hijau). Jika area tidak lagi memenuhi kriteria, badan manajemen akan diberitahu untuk mengambil langkah yang tepat dalam periode dua tahun (disebut kartu kuning). Jika UNESCO Global Geopark tidak memenuhi kriteria dalam waktu dua tahun setelah menerima "kartu kuning", daerah tersebut akan kehilangan statusnya sebagai UNESCO Global Geopark (disebut kartu merah).

Maka dari itu, kita sebagai wisatawan juga harus paham peraturan. Jangan melanggar peraturan yang sudah dibuat seperti mengotori situs, membuang sampah sembarangan, merusak alam, dan sebagainya. Pemerintah dan Manajemen dari UNESCO Global Geoparks yang ada di Indonesia juga harus tetap memperhatikan fasilitas dan mempertahankan kualitasnya agar UNESCO bisa memperpanjang statusnya sebagai UNESCO Global Geopark.

Penulis: Dyani Amalia Yogasiwi / Jurusan Hubungan Internasional, Universitas Muhammadiyah Malang

VIDEO PILIHAN