Pemimpin yang Merakyat

21 April 2017 10:03:48 Diperbarui: 21 April 2017 10:07:34 Dibaca : Komentar : Nilai : Durasi Baca :

Pemimpin bertugas untuk mengantarkan rakyat dengan selamat mencapai kesejahteraan. Oleh karena itu, pemimpin bukanlah bagian yang terpisahkan dari rakyatnya. Pemimpin adalah rakyat itu sendiri, bagian yang melekat sebagai kesatuan yang utuh. Pemimpin yang berdiri di antara rakyat dapat merasakan suasana kebatinan rakyat sehingga dapat mengetahui apa yang sebenar-benarnya kebutuhan rakyat. Dengan bermodalkan empati kepada rakyat, pemimpin yang telah memahami kebutuhan rakyat dapat dengan sepenuh hati memperjuangkan apa yang menjadi tujuan bersama tersebut.

Untuk menjadi pemimpin yang merakyat tentulah tidak mudah. Dibutuhkan nyali yang besar untuk dapat berdiri di tengah-tengah rakyat. Pemimpin yang harus mampu berpihak pada rakyat. Ini berarti dia akan berhadapan dengan siapapun yang bertentangan dengan kehendak rakyat. Pemimpin yang merakyat harus mampu menciptakan rasa adil bagi rakyatnya. Keadilan yang sebenar-benarnya, yaitu yang tidak membeda-bedakan kepada siapa hukum diterapkan. Semua orang sama di mata hukum. Namun untuk aspek lainnya, pemimpin yang merakyat akan mengetahui siapa di antara semua rakyatnya yang membutuhkan perlakukan khusus. Perlakuan khusus tersebut diberikan kepada kelompok rakyat yang dimarjinalkan sehingga harus dilindungi atau diberikan dorongan lebih.

Tidak ada yang lebih indah dari pemimpin yang dicintai oleh rakyatnya. Tidak ada pemimpin yang dicintai rakyatnya melainkan dia mampu mencintai rakyatnya. Maka tidak berlebihan jika kami mengajak seluruh elemen bangsa ini untuk saling mencintai dengan cara yang santun dengan mengedepankan empati terhadap rakyat.

KOMPASIANA ADALAH PLATFORM BLOG, SETIAP ARTIKEL MENJADI TANGGUNGJAWAB PENULIS.
LABEL politik

NILAI :

Daftarkan email Anda untuk mendapatkan cerita dan opini pilihan dari Kompasiana