HIGHLIGHT

U17, PSSI Terus Maju

07 Mei 2012 17:23:03 Dibaca :
U17, PSSI Terus Maju

Bob Hippy. TEMPO/Amston Probel

.

Bola.net - Namun, Timnas yang dilatih Indra Syafri tersebut masih dipersiapkan untuk memenuhi target lolos di ajang Piala Dunia U-20, 2015 mendatang. "Semula, di skuad U-17 terdapat 30 pemain. Namun, sisanya mengalami pencoretan berdasarkan pada hasil tes psikologi dan tes fisik yang yang dilakukan. Selain itu, melihat penampilan pemain dalam uji coba. Yang tidak memenuhi kriteria, langsung kami coret,” katanya. Dalam pemusatan latihan kali ini, Bob mengakui banyak ditemukan talenta-talenta baru yang potensial. Timnas U-17, mayoritas diisi para pemain yang tampil di HKFA International Youth Football Invitation Tournament 2012. Dilaga final, Timnas U-17 berhasil menekuk Singapura 3-1, Minggu (29/1). "Tapi, 18 nama yang sebelumnya sudah tergabung di Timnas U-17 dan berangkat ke Hongkong Januari lalu, tidak jaminan masuk Timnas dengan mudah. Sebab, dari pantauan kami, banyak pemain di luar skuad turnamen HKFA yang terlihat bagus. skuad bisa berubah karena pemain tidak konsisten dengan gaya bermainnya,” terangnya. "Seleksi akan terus dilakukan oleh PSSI sampai akhirnya tim ini benar-benar matang dan siap menjadi kerangka timnas pada masa depan," tuturnya. Selajutnya, agenda uji coba juga sudah dilimiki Timnas U-17. Yakni, pada 8-12 Mei, Timnas akan bertolak ke Jawa Timur untuk menjalani pertandingan uji coba di Pasuruan dan Surabaya. Namun, tidak hanya di pulau Jawa, Timnas U-17 juga akan menyeberang ke Sulawesi dan Maluku. "Tidak semua daerah atau tim mendapatkan kesempatan uji coba. Sebab, salah satu syarat yang ditekankan untuk  uji coba dengan Timnas yaitu harus memiliki materi beberapa pemain terbaik dengan kelahiran 1995. Sebab, selain bertujuan menambah jam terbang, PSSI juga akan terus memantau perkembangan pemain-pemain terbaik di setiap daerah," tuntasnya. (esa/gia)

Sumber: http://www.bola.net/tim_nasional/timnas-u-17-batal-ke-jepang-df1535.html

===========================================================

Hiruk pikuk yang telah terjadi, adalah peristiwa yang tak perlu disesali, walau telah berhasil menutupi kegiatan Sepakbola di Tanah Air dari pengamatan Masyarakat yang terbius oleh pemberitaan yang tertapis oleh kepentingan dan keinginan menguasai opini. Apapun penutup yang digunakan, tak akan mampu membungkam informasi, justru  di era informasi yang demikian bebas dan terdistribusi. Di zaman informasi yang demikian terbuka ini, Kebenaran tak  pernah bisa berhenti dan tak mampu diberhentikan, paling hanya menyisakan kesadaran dan penyesalan karena terlambatnya diperoleh Informasi.

Kembali lagi, terperengah, agak terlambat mensikapi dan memantau program program PSSI yang ternyata berlanjut, terlihat sama sekali tak ada gangguan yang berarti, padahal pemain pemain berbakat sepakbola perkembangannya justru sangat bergantung pada kegiatan ini, Pembinaan yang berjenjang.

Bob Hippy adalah Pencinta sepakbola yang sejak dahulu telah bergelut, saya masih ingat sewaktu dia melatih sepakbola di Stadion Menteng, buat kita kita yang berdiam di Menteng. Bob Hippy yang mengenalkan Sepakbola kepada kami. Sejak itulah Bob tak pernah lepas dari urusan sepakbola, sampai terdampar di PSSI.

Maka tak aneh kalau kemudian dia sangat Systematis menyusun Program Pembinaan yang berjenjang. Jangan pernah dilihat hanya menyiapkan Timnas U17, yang berjumlah 25 atau 30 orang, tetapi menuju kesananya akan  berdampak secara Simultan dan Berkelanjutan sampai ditingkat tingkat daerah. Daya tampung untuk menjadi Timnas adalah Magnet yang masih luar biasa bagi kami Bangsa Indonesia. Tidak benar sama sekali kalau sementara Pemain Sepakbola yang sudah mendapat panggilan tak mau memenuhi panggilan itu, sungguh absurd dan naif.

Ribuan bahkan Ratusan ribu remaja dan anak anak mendambakan menjadi pemain sepakbola yang nantinya akan bisa mengisi menjadi salah satu Timnas, dengan susah payah di kerjakan apa saja , semua ditinggalkan demi mengejar karier sepakbola. Pembentukan U17, adalah upaya yang sangat Cerdas dan Strategis, yang mampu memotivasi ribuan bahkan ratusan ribu anak anak kita untuk berkarier di Sepakbola. dengan segala dukungan keluarga dan masyarakat sekitarnya.

Dampaknya, mereka berlomba lomba mengasah diri dan masuk kedalam SSB yang telah ada dan di bina, di pantau oleh masing masing Pengurus PSSI Daerah, tinggal mereka menyiapkan dan memberikan fasilitas yang cukup untuk mereka bisa mengembangkan diri. Dari SSB lah, semua berawal dan dari SSB lah semua pemain memperoleh keahlian dan kesempatan masuk didalam kancah Persepak bolaan Nasional.

Puncak dari perjuangan mereka adalah menjadi salah satu TimNasional PSSI,

Dan juga perlu di Ingat keahlian sepakbola tidak hanya Timnas PSSI, tetapi demikian luas penampungan mereka dalam Industri Sepakbola nantinya, dari club2 lokal, divisi satu, divisi Utama, Liga amatir, liga profesional.

Tentu tidak hanya Pemain Sepakbola, tetapi juga membutuhkan Perangkat, Sarana dan Prasarana Pertandingan, dan Pendukung lainnya, seperti Wasit, Pengurus club, Pengurus SSB, dll

Faktor Utama Permainan sepakbola adalah Pemain sepakbola, oleh karena itu, PSSI mesti fokus kesana, dan memang itu yang sekarang terjadi dan yang berjalan. Yang lainnya hanyalah asessories pelengkap pertandingan, dan ini juga ada dalam tanggung jawab PSSI menjalankan programnya secara paralel.

Pembinaan berjenjang adalah langkah strategis yang telah teruji di semua negara yang maju sepakbolanya, oleh karena itu, pola pembinaan nya sebenarnya kita tinggal mengadopsi saja dengan menerapkan faktor2 keberhasilan yang telah ada.

Maju terus PSSI, disana masa depan Timnas, disana Masa depan Indonesia

Merdeka ! Merdeka ! Merdeka !

.

Jakarta, 8 Mei 2012

.

Zen Muttaqin

Zen Muttaqin

/zen-muttaqin

TERVERIFIKASI (HIJAU)

AKU BUKAN APA-APA DAN BUKAN SIAPA-SIAPA. HANYA INSAN YANG TERAMANAHKAN, YANG INGIN MENGHIDUPKAN MATINYA KEHIDUPAN MELALUI TULISAN-TULISAN SEDERHANA.HASIL DARI UNGKAPAN PERASAAN DAN HATI SERTA PIKIRAN. YANG KADANG TERLINTAS DAN MENGUSIK KESADARAN. SEMOGA BERMANFAAT.
Selengkapnya...

KOMPASIANA ADALAH MEDIA WARGA, SETIAP KONTEN DIBUAT OLEH DAN MENJADI TANGGUNGJAWAB PENULIS.

Siapa Yang Menilai Tulisan Ini ?