KPSI, Statusquo & Riedl Tamat di JC

20 September 2012 14:18:22 Dibaca :
KPSI, Statusquo & Riedl Tamat di JC

.

duniasoccer.com

.

Inilah Bocoran Hasil Rapat Joint Committee

Bola.net - Rapat Joint Committee di Kuala Lumpur, Kamis (20/09) menghasilkan sejumlah butir kesepakatan. Inilah butir-butir kesepakatan rapat tersebut, seperti diungkapkan Sekretaris Jenderal PSSI, Halim Mahfudz, pada Bola.net.

1. Penyatuan liga-liga yang saat ini berjalan sendiri-sendiri akan dilakukan paling lambat 2014. Saat itu, wajib hanya ada satu liga. Sementara, pihak KPSI meminta sampai 2015. Keputusan akhir mengenai tenggat yang akan dipilih diserahkan ke FIFA.

2. Masalah statuta. Akan dibentuk tim masing-masing dari PSSI dan KPSI untuk menyepakati draft statuta lalu dibawa ke kongres

3. Timnas sepenuhnya di bawah kontrol PSSI sesuai statuta. Klub dan pemain wajib mengizinkan pemainnya untuk memperkuat. Timnas. Jika tidak maka akan dikenakan sanksi oleh FIFA.

4. Jabatan empat anggota Exco, yang sebelumnya dibekukan, akan dipulihkan segera melalui prosedur yang disahkan oleh Joint Committee.

Itulah hasil kesepakatan yang dicapai di meeting Joint Committee. Semoga saja dengan kesepakatan ini, sepak bola kita bakal segera bangkit. Semoga. (den/dzi)

http://www.bola.net/indonesia/inilah-bocoran-hasil-rapat-joint-committee-617bce.html

====================

Bocoran hari pertama yang dilansir Bola net. mengisyaratkan semakin kokohnya PSSI dibawah kendali Prof. Djohar Arifin, Dengan hasil sementara mengenai Penyatuan liga saja sudah sangat berat buat KPSI dan Statusquo, Dengan konstelasi demikian, maka tak bisa tidak KPSI dan Statusquo, harus menyesuaikan diri dan taat kepada seluruh komando Kepengurusan PSSI di Bawah Prof. Djohar Arifin.

Take it or leave it, benar benar terjadi dan justru makin keras tak mengenal kompromi. Harapan KPSI lovers dan Statusquorers, benar2 telah terabaikan sama sekali, janji kosong dan informasi yang diperoleh para KPSI lovers dan statusquorers, terbukti bukan informasi akurat dan perlu secepatnya ditinggalkan, sumber informasi yang tak menyentuh sama sekali kebijakan dikalangan Elite sepakbola .

Kendali penuh harus tetap berada dibawah kendali PSSI Prof. Djohar Arifin, dengan segala macam policy dan kebijakan yang menyertainya, hanya bisa mendukung atau keluar dari kegiatan sepakbola diseluruh dunia, bukan hanya di Indonesia. Sungguh suatu ultimatum yang tak main main.

KPSI dan statusquo, benar benar tamat di awal pembicaraan JC hari pertama,

Penyatuan liga hanya diberi waktu sampai tahun 2014, dengan catatan , semua kegiatan kompetisi liga harus ada di bawah kendali PSSI secara penuh, baik ISL maupun IPL, semua harus mengacu kepada kebijakan yang diambil oleh PSSI sebagai otoritas tunggal pemegang regulasi serta pengendali semua kegiatan Sepakbola di Indonesia. Tentu saja konsekwensinya adalah mengembalikan posisi PT LI kepada tempat seharusnya seperti semula.

Timnas sepenuhnya di bawah kontrol PSSI sesuai statuta. Klub dan pemain wajib mengizinkan pemainnya untuk memperkuat. Timnas. Jika tidak maka akan dikenakan sanksi oleh FIFA. Maka dengan demikian seperti yang diindikasikan Djokdri, bahwa TRG hanyalah siap siap kalau dibutuhkan, maka dengan demikian bubar dengan sendirinya.

Riedl harus pulang ke Negaranya dengan malu, karena tercabut kesombongannya telah mengaduk aduk harga diri Bangsa Indonesia, tanpa membawa sepeserpun uang di kantongnya

Dengan demikian, maka sudah jelas prediksi hasil JC, memberikan gambaran yang jelas dan kepastian masa depan Sepakbola Indonesia, yang hanya mengenal satu kompetisi liga profesional, dan juga memberikan penegasan Keabsyahan kepada Pengurus PSSI dibawah Djohar Arifin, sebagai lembaga satu satunya yang mempunyai otoritas pengelolaan sepakbola yang diakui resmi oleh AFC/FIFA.

4 Exco yang dipecat akan dikembalikan, dengan kondisi dan ketentuan yang berlaku, sesuai dengan aturan dan peraturan hukum yang berlaku, dengan mengikuti prosedur yang akan ditentukan kemudian oleh JC. Syarat dan rukun ini merupakan ujian bagi mereka sebagai syarat kembalinya mereka pada jabatannya masing masing.

Semoga dengan ketegasan AFC/FIFA seperti yang tergambarkan hasil pembicaraan tersebut, merupakan komitmen penuh dan bentuk tanggung jawab FIFA/AFC, terhadap nasib Sepakbola Indonesia kini maupun dimasa depan. Dan merupakan komitmen penuh FIFA/AFC kepada seluruh masyarakat sepakbola International.

Oleh karena itu patut kita syukuri, dengan komitmen yang demikian besar, merupakan modal dasar kita untuk membangun Sepakbola menjadi lebih mudah dan bermasa depan yang gemilang. Tentu konsewkwensi dari dukungan dan komitmen kuat, merupakan jalan yang mulus menuju Industry Sepakbola yang akan memberikan lapangan kerja dan perputaran ekonomi yang tak sedikit di Indonesia.

Rapatkan barisan, kembali ada dalam barisan dan posisi masing masing, siapkan diri menjalankan kegiatan sepakbola di Tanah Air dengan atmosphere yang menjanjikan masa depan, kehidupan dan kesejahteraan Bangsa Indonesia, menuju masyarakat yang adil dan makmur.

Mari kita berdoa bersama, untuk kesuksesan dan masa depan Sepakbola Indonesia yang lebih baik,

Semoga Tuhan mendengar dan mengabulkan harapan hidup yang lebih baik bagi Bangsa Indonesia

Amiin.

.

Merdeka ! Merdeka ! Merdeka !

.

Jakarta 20 September 2012

.

Zen Muttaqin

.

Zen Muttaqin

/zen-muttaqin

TERVERIFIKASI (HIJAU)

AKU BUKAN APA-APA DAN BUKAN SIAPA-SIAPA. HANYA INSAN YANG TERAMANAHKAN, YANG INGIN MENGHIDUPKAN MATINYA KEHIDUPAN MELALUI TULISAN-TULISAN SEDERHANA.HASIL DARI UNGKAPAN PERASAAN DAN HATI SERTA PIKIRAN. YANG KADANG TERLINTAS DAN MENGUSIK KESADARAN. SEMOGA BERMANFAAT.
Selengkapnya...

KOMPASIANA ADALAH MEDIA WARGA, SETIAP KONTEN DIBUAT OLEH DAN MENJADI TANGGUNGJAWAB PENULIS.

Siapa Yang Menilai Tulisan Ini ?