Format Liga, Usulannya Apa ??

11 Juni 2012 02:30:52 Dibaca :
Format Liga, Usulannya Apa ??

sumber:google

.

Sebenarnya sepakbola dan kecintaan kita kepada permainan dan pertandingannya sama sekali tak mengharuskan persepakbolaan dijadikan sebagai tumpuan harapan untuk melahirkan lapangan kerja baru. Mengelolanya dengan harapan menjadi Industri dan menghasilkan perputaran ekonomi yang bebas dan memberikan ruang gerak cukup dan keleluasaan bagi pemain berbakat dalam olahraga sepakbola.

Tetapi alangkah baiknya, kalau kita juga memanfaatkan sepakbola sebagai lapangan pekerjaan dan Industri sepakbola, yang memberikan wahana dimana setiap warga mempunyai kesempatan dan akses yang sama dalam memperoleh dan meraih cita cita serta pengharapannya, dengan memperoleh sebesar besarnya manfaat dan meraih kesejahteraannya masing2, sesuai dengan kemampuan dan kepandaiannya.

Seperti yang sudah diketahui, bahwa kesepakatan yang tertuang dalam MOU antara PSSI dengan ISL/PT. LI/KPSI, Bahwa ISL dan IPL akan di hapus setelah musim tahun ini berakhir, dan di harapkan digantikan dengan Kompetisi liga kasta tertinggi yang akan di bentuk dan rencananya di syahkan dalam Konggres akhir tahun ini.

Maka Format Liga mau tidak mau mesti Mengikuti aturan dan protokol FIFA, yang merupakan syarat utama bagi kredibilitas kompetisi yang sehat , tentu tidak mungkin melepaskan diri dari budaya lokal yang ada di Indonesia.

Klub adalah merupakan bahagian dari Keluarga besar FIFA, oleh karena itu keprofesionalitasnya jelas terikat dan harus mengikuti aturan dan protokol FIFA. Klub harus dikelola dengan baik sesuai dengan arahan dan aturan serta protokol FIFA. Oleh karena itu, semua klub harus menjalani syarat dan rukun suatu klub Profesional yang nantinya akan menentukan posisi klub terhadap jejang dan tingkatan Klub.

Tentu saja, semua persyaratan mutlak harus dipenuhi dengan taat dan tanpa kecuali. Selain ketentuan2 tambahan yang akan menaikkan nilai dan menaikkan peringkat Klub sepakbola. Nilai dan peringkat Klub, menentukan nilai dan harga Klub dimata investor, sponsor Iklan, harga tiket dan juga nilai kontrak setiap pertandingan.

Memang semua akan terasa berat, tetapi itu hanya karena belum terbiasa saja, karena ketentuan yang ada itu, merupakan upaya penguatan Klub untuk bisa bertahan dan tetap bisa menjalankan Klub sesuai tugas dan tanggung jawab Profesinya.

Hanya keberanian untuk menjalani dan merubah diri, menjadi Klub Profesional, mesti diyakini dan diperjuangkan , hingga mencapai kepada titik tertinggi dari nilai dan harga suatu Klub.

Selama ini, kita sering mengartikan persyaratan dan peringkat Klub, sebagai beban tambahan yang akan membelenggu dan akan mengurangi kebebasan serta menghentikan kreatifitas Klub. Padahal justru keadaan yang sebenarnya malah kebalikannya, malah akan menaikkan Klub sebagai Komoditas yang pantas mempunyai harga dan nilai, sesuai dengan apa yang dilakukan Klub, dalam mempertahankan profesionalitasnya.

Tak perlu ragu dan gamang, sesungguhnya semua sudah ada contoh dan simulasi yang bisa kita pelajari dan kita jadikan pegangan, untuk supaya tetap fokus dalam menjalani segala macam persyaratan yang kadang terasa berat tuk di penuhi. Dengan meninggalkan kebiasaan dan lagu lama, yang justru menina bobokkan kita, untuk tetap berdiam tak bergerak, tetap nyaman dalam daerah comfort zonenya, yang sebenarnya justru akan menghancurkan diri kita sendiri tergilas oleh roda perubahan zaman.

Jadi intinya sebenarnya adalah kembali kepada kemauan dan keinginan Klub untuk bisa dan mampu bertahan di suasana kompetisi yang keras. Dari yang dahulu ada dalam comfort zone dengan kondisi Klub yang setengah profesional, maka sekarang ini terpaksa dan di paksa keadaan untuk merubah dirinya benar2 dituntut 100 % profesional, Mengelola Klub seperti halnya mengelola perusahaan yang mengikuti kaidah2 usaha dan menekuni sepakbola sebagai profesi yang menghidupi dirinya.

Format apapun itu tidak ada masalah, karena memang yang paling menentukan adalah perubahan Klub menjadi 100 % Profesional.

Maka bersama ini saya mengusulkan beberapa point untuk Format Liga :

1. Mengingat Luasnya wilayah Indonesia, dan mengingat biaya pertandingan yang besar karena menjalani perjalanan yang jauh, maka sebaiknya di pikirkan adanya pemisahan kompetisi berdasarkan geography, jadi bisa berupa setengah kompetisi, atau kompetisi tidak penuh. Full Competition atau kompewtisi penuh akan sangat memberatkan biaya perjalanan, dan juga kelelahan yang amat sangtat kepada pemain, tak memberikan kesempatan pemain recovery, dan ini akan membahayakan kesehatan pemain sepakbola.

2. Bahkan kalau perlu dibagi beberapa wilayah, bisa 2 atau 4 wilayah kompetisi. setiap wilayah akan di wakili beberapa Klub yang terbaik, untuk menjalani kompetisi penuh menyelesaikan seluruh kompetisi hingga diperoleh peringkat teratas. ( Seperti NBA, Amerika )

3. Kasta di bawahnya tentu mengikuti format diatasnya, dengan degradasi dan promosi di masing2 wilayah.

4. Dengan system ini, maka di harapkan semua Klub akan menyebar sesuai dengan basis yang diinginkan, dimasing2 base camp nya, Klub membangun Klub dengan segala fasilitas yang harus disiapkan sesuai dengan proyeksi masa depan yang panjang. Klub tak perpindah pindah, menetap, yang berubah adalah pemilik klub saja.

5. Harus ada pemisahan yang tegas antara PSSI Daerah sebagai regulatory body dengan Klub2 Profesional yang harus ada dalam kendali PSSI. Agar tak terjadi intervensi dan infiltrasi kebijakan PSSI dan Klub Profesional. Independensi PSSI harus tetap terjaga dengan baik. Untuk menghindari adanya konflik of interest.

6. PSSI dan turunannya sampai ke daerah daerah, harus tetap menjadi lembaga regulator pengelolaan Sepakbola nasional, ditambah dengan Program2 pembinaan PSSI.

Demikian usulan yang saya bisa berikan sekarang, kalau nanti ada lagi usulan saya akan posting kembali., semoga dibaca dan di perhatikan.

Lautan masih luas tuk di arungi, sementara kita sedang berusaha melepaskan diri dari terjangan ombak didermaga. Langkah Awalan yang selalu susah tuk melangkah, membutuhkan energy yang lebih besar dari pada setelah berjalan nanti.

Percayalah, di sana harapan dan masa depan kita, untuk meraih kesejahteraannya.

Merdeka ! Merdeka ! Merdeka !

.

Jakarta, 11 Juni 2012

.

Zen Muttaqin

.

.

Zen Muttaqin

/zen-muttaqin

TERVERIFIKASI (HIJAU)

AKU BUKAN APA-APA DAN BUKAN SIAPA-SIAPA. HANYA INSAN YANG TERAMANAHKAN, YANG INGIN MENGHIDUPKAN MATINYA KEHIDUPAN MELALUI TULISAN-TULISAN SEDERHANA.HASIL DARI UNGKAPAN PERASAAN DAN HATI SERTA PIKIRAN. YANG KADANG TERLINTAS DAN MENGUSIK KESADARAN. SEMOGA BERMANFAAT.
Selengkapnya...

KOMPASIANA ADALAH MEDIA WARGA, SETIAP KONTEN DIBUAT OLEH DAN MENJADI TANGGUNGJAWAB PENULIS.

Siapa Yang Menilai Tulisan Ini ?