Yunita Rahma Fauziah
www.kompasiana.com/yunitarahma

Lahir di Jepara, besar di Kudus, Jepara, Bogor, dan saat ini mencoba belajar lebih banyak tentang hidup di Jakarta... Mencoba memaknai segala sesuatu lebih dalam, lebih detil, lebih dewasa dari sebelumnya, yuk berbagi....I Love Allah, Muhammad Rasulullah and My Family.
Kompasianer sejak:
13 July 2011
Tulisan : 8 artikel
Komentar : 8 tanggapan
Rubrikasi
Arsip Tulisan s
Terbaru

Cermin

Letting Go (?)

Sehari setelah melihat dan menyaksikan kerayaan Rayya Cahaya di Atas Cahaya, dia menuliskan reviewnya. Tak lupa juga dia tambahkan “inti hidup adalah bersyukur, move on ...

FIKSI | 25 September 2012 16:04

112   0   dibaca Nihil

Cermin

Pindah Rumah

“Ayo siap-siap, ajak adikmu mengemasi barang-barangnya. Sebentar lagi Bapak jemput kita, kita mau pindah rumah”. “Iya Bu…” Tak lama kemudian Bapak datang. Aku dan adik-adikku yang jumlahnya ...

FIKSI | 18 July 2012 11:43

68   0   dibaca Nihil

Cermin

Menikah Lagi

Perempuan itu sudah berusia lebih dari setengah abad. Uban di kepalanya yang selalu tertutup kain rapat bisa kuhitung satu-satu. Sejak kepergian kekasihnya, fajarnya dipenuhi dengan ...

FIKSI | 12 July 2012 13:28

235   1   dibaca Nihil

Catatan Harian

Teringat (Bukan Sengaja Mengingat) - Refleksi Jalan Kaki

Jalan kaki. Rutinitas yang saya jalani lebih dari setahun lamanya. Karena saya suka bete sendiri,stress sendiri (semoga saat saya bilang stress ini tidak menjadikan ada ...

OPINI | 1 May 2012 13:32

100   3   dibaca 1 inspiratif

Musik

ngeJazz Nyoook…

Dulunya, saya ga begitu suka musik jazz,,, pertama karena emang jarang dengerinnya jadi ga familier gitu. Kedua karena saya awalnya ngira Jazz itu musik yang ...

OPINI | 17 April 2012 17:32

97   0   dibaca Nihil

Dongeng

Saat Semesta Mendukung Cinta

Saya punya kenalan. Dua orang laki-laki dan perempuan. Kami bertiga berteman sudah lama, dari SD malah. Dan karena orang tua kami saling mengenal, maka kami ...

FIKSI | 16 April 2012 16:28

134   1   dibaca 1 menarik

Cermin

Terminal

Seperti biasa, aku hanya sebagai tempat singgah. Berkali-kali bus-bus itu menghampiriku dan pergi (lagi). Datang dan pergi (lagi-lagi, lagi). Hey,,, siapakah gadis dengan kamera tergantung di lehernya ...

FIKSI | 11 April 2012 08:20

72   2   dibaca Nihil

Birokrasi

Jangan Sunat Punya Saya

“Ini gimana ya? Ga cukup Neh?” “Ya dipaksain dikit, atau kalau perlu disiasati gimana caranya biar cukup. Kenapa siy kok bisa sampai segitunya?” Saya penasaran. “Ya,,, sudah ...

OPINI | 10 April 2012 12:26

218   7   dibaca Nihil

Subscribe and Follow Kompasiana: