Mohon tunggu...
YosPort
YosPort Mohon Tunggu... -

Reinkarnasi di platform terbaru Kompasiana

Selanjutnya

Tutup

Olahraga Pilihan

Duet Legenda Tontowi/Liliyana Siap Kembalikan Kehormatan Tuan Rumah di Indonesia Open

18 Juni 2017   10:56 Diperbarui: 18 Juni 2017   12:59 413
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.
Lihat foto
Tontowi Ahmad/Liliyana Natsir tembus final Indonesia Open 2017/ djarumbadminton.com

Liliyana Natsir adalah legenda hidup badminton Indonesia. Pemain putri yang akrab disapa Butet ini merupakan olympian terbaik yang pernah dimiliki oleh Indonesia. Butet meraih emas Olimpiade setahun silam bersama rekan duetnya Tontowi Ahmad. Tahun 2008 silam Liliyana Natsir meraih medali perak Olimpiade bersama pasangan lamanya Nova Widianto.

Liliyana Natsir berpasangan dengan Tontowi Ahmad maupun Nova Widianto sudah sering menjadi pemenang turnamen badminton bergengsi semisal Kejuaraan Dunia, All England Open, China Open, Malaysia Open. Tahun 2005 silam Liliyana Natsir memenangkan gelar juara Indonesia Open bersama Nova Widianto. 

Nova Widianto/Liliyana Natsir juara Indonesia Open 2005/ viva.co.id
Nova Widianto/Liliyana Natsir juara Indonesia Open 2005/ viva.co.id
Tahun ini Liliyana Natsir kembali tampil di final Indonesia Open berpasangan dengan Tontowi Ahmad. Mereka jadi satu-satunya harapan bagi tuan rumah untuk meraih gelar juara Indonesia Open, setelah tadi malam ganda putra Fajar Alfian/Mohammad Rian Ardianto dan ganda putri Anggia Shitta Awanda/Ni Ketut Mahadewi Istirani tersingkir di semifinal.

Kehormatan Indonesia sebagai salah satu negara besar di kancah badminton sedang dipertaruhkan. Dan kepada Tontowi Ahmad serta Liliyana Natsir ditumpukan beban untuk menjaga kehormatan nama Indonesia.

Indonesia sudah lama kehilangan harga diri di turnamen Indonesia Open. Sejak Hendra Setiawan/Mohammad Ahsan memenangkan Indonesia Open tahun 2013 tak ada lagi pemain tuan rumah yang dapat memenangkan turnamen ini.

Hendra/Ahsan sempat kembali masuk final di Indonesia Open tahun 2014. Namun Hendra/Ahsan di partai puncak ganda putra menyerah lawan ganda Korea Selatan, Lee Yong Dae/Yoo Yeon Seong. 

Setahun berselang giliran duet Greysia Polii/Nitya Krishinda Maheswari yang jadi wakil tuan rumah di final Indonesia Open. Tetapi Greysia/Nitya kalah di final menghadapi ganda Tiongkok, Tang Jinhua/Tian Qing. Prestasi pemain Indonesia merosot di Indonesia Open setahun silam. Hanya Ihsan Maulana Mustofa saja wakil tuan rumah yang mencapai babak semifinal.

Di final ganda campuran Indonesia Open SSP 2017 yang berlangsung malam nanti, Tontowi Ahmad/Liliyana Natsir akan berduel dengan ganda Tiongkok ranking satu dunia saat ini Zheng Siwei/Chen Qingchen. 

Bakal tak mudah bagi Owi/Butet untuk merebut juara, mengingat dalam satu pertemuan sebelumnya mereka kalah dua gim langsung lawan Zheng Siwei/Chen Qingchen. Dua bulan lalu Zheng Siwwi/Chen Qingchen memenangkan turnamen elit Malaysia Open.

Chen Qingchen dan Zheng Siwei/ bwfworldsuperseries.com
Chen Qingchen dan Zheng Siwei/ bwfworldsuperseries.com
Tetapi penggemar badminton Indonesia boleh optimis tinggi Owi/Butet dapat memenangkan pertandingan final. Mentalitas juara mereka tak perlu dipertanyakan lagi. Kita sendiri sudah melihat di babak-babak sebelumnya bagaimana seorang Liliyana berjuang habis-habisan di lapangan walau kondisi fisiknya kurang fit akibat belum pulih betul dari cedera kaki.

Di sektor tunggal putra, pemain Jepang Kazumasa Sakai membuat pencapaian fenomenal menembus final Indonesia Open. Kazumasa Sakai sebelumnya terlebih dulu harus melewati babak kualifikasi Indonesia Open. 

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
Mohon tunggu...

Lihat Konten Olahraga Selengkapnya
Lihat Olahraga Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun