Yose Revela
Yose Revela Penulis Lepas

YNWA. Wonosobo, 14 Juli 1992

Selanjutnya

Tutup

Bola highlight

Persib, Setelah Djanur Bertahan

13 Juni 2017   09:54 Diperbarui: 13 Juni 2017   10:02 186 3 0

Setelah sempat 'digantung' selama kurang lebih sepekan, akhirnya nasib Djadjang Nurdjaman alias Djanur di kursi pelatih Persib diputuskan. Pada Senin (12/6), Manajemen Persib memutuskan menolak pengunduran diri Djanur, yang sebelumnya disampaikan secara lisan oleh pelatih berlisensi A AFC ini, tepat setelah Maung Bandung kalah 0-2 dari tuan rumah Bhayangkara FC di Bekasi, Minggu (4/6) silam. Keputusan menolak pengunduran diri Djanur ini, diambil manajemen, sehari setelah Persib menang 1-0 atas Persiba Balikpapan di Bandung. Dengan demikian, Djanur tetap menjadi pelatih Persib.

Jika ditarik mundur, sejak Djanur menyatakan "resign" secara lisan, pro kontra atas keputusan Djanur mundur, dan perdebatan soal sosok pelatih pengganti pun menyeruak di kalangan Bobotoh. Kandidat terkuat, yang sempat muncul, adalah Kiatisuk "Zico" Senamuang, eks pemain, dan pelatih timnas Thailand. Padahal, saat itu status Djanur masih belum jelas, apakah benar-benar hengkang atau tidak. Akibat tekanan, dan kegaduhan ini, Djanur sempat 'istirahat' sejenak, untuk menenangkan diri. Tugas pelatih pun untuk sementara diambil alih asisten, dan tim staf pelatih Djanur.

Tapi, situasi gaduh ini, sudah terlanjur mengganggu persiapan tim. Akibatnya, performa para pemain di lapangan tidak optimal. Saat menang 1-0 atas Persiba, penampilan Persib terlihat kurang meyakinkan. Para pemain tampak tertekan. Rasa tertekan itu terlihat jelas, misalnya saat Vladimir Vujovic gagal mengeksekusi penalti, yang merupakan spesialisasinya. Untunglah, Raphael Maitimo sukses mencetak gol di menit-menit akhir, sehingga Persib menang.

Keputusan yang diambil manajemen Persib kali ini, adalah keputusan bijak. Dengan ini, setidaknya untuk sementara, kegaduhan soal rumor pergantian pelatih Persib mereda. Keputusan ini, juga diambil pada saat yang tepat, yakni saat kondisi mental tim mulai membaik, setelah sebelumnya kalah 2 kali beruntun. Di sini, terlihat jelas bahwa kali ini manajemen Persib bertindak hati-hati, dan tidak panik, dalam memutuskan nasib Djanur.

Dari sisi manajemen, keputusan ini juga tergolong cerdas. Dengan pemahaman yang sudah terbangun kuat, antara Djanur dan para pemainnya, mengganti pelatih justru akan sangat beresiko. Karena, kompetisi Liga 1 masih panjang. Dari segi taktis, para pemain harus beradaptasi ulang, dengan pola permainan pelatih baru. Jika proses adaptasinya lambat, pergantian pelatih justru hanya akan merugikan. Alih-alih baik, performa tim justru akan buruk. Tim juga akan rugi, jika ternyata pelatih yang digaet itu berharga mahal tapi gagal total.

Bertahannya Djanur di Persib, merupakan sebuah anomali, di tengah maraknya pergantian pelatih di Liga 1, saat hasil buruk dipetik sebuah tim. Seperti yang baru saja dilakukan Persipura Jayapura, saat pelatih Liestiadi mundur. Tapi, keputusan bijak manajemen Persib ini, justru menunjukkan, setidaknya ada sedikit kemajuan di sepak bola kita, dalam hal pola pikir; tidak lagi gegabah saat hasil buruk didapat.

Bertahannya Djanur, dan putusnya tren kekalahan beruntun Persib, dapat dijadikan momentum kebangkitan tim. Dari segi pola pikir, keputusan yang diambil manajemen Persib, juga dapat menjadi titik awal 'revolusi mental' di sepak bola nasional. Terutama, jika nantinya keputusan ini terbukti jitu. Mampukah Persib kembali bangkit?