PILIHAN

Metode Pembelajaran Musik bagi Anak

31 Desember 2010 06:25:48 Diperbarui: 08 Januari 2016 14:39:30 Dibaca : Komentar : Nilai :

 

Musik haruslah dapat mengantarkan anak pada pengalaman yang menyenangkan, sehingga anak dapat merasakan bahwa musik itu adalah sumber rasa pada keindahan. Secara umum anak gemar bernyanyi dan senang mendengarkan musik, anak juga aktif bergerak. Kita dapat mengajarkan musik pada anak sejak dini karena anak akan dapat menyalurkan perasaannya melalui musik. Musik yang baik itu akan selalu menampilkan bunyi musik itu sendiri dan ungkapan-ungkapan yang ada yang di dalamnya. Pengajaran tentang unsur-unsur musik akan memberikan pengalaman yang bermakna bagi anak. Di sini kita akan membahas tentang metode yang tepat untuk pengajaran musik untuk anak.

 

Metode pengajaran musik itu sendiri ialah cara yang ditempuh untuk mencapai tujuan suatu pengajaran musik secara bertahap menurut urutan yang logis. Pengajaran musik dapat menggunakan metode seperti cramah, tanya jawab, demonstrasi, latihan, tugas dan sebagainya. Namun tidak ada metode yang tepat untuk pengajaran musik dan dapat di atasi dengan penggabungan dari beberapa metode setiap pemnelajaran, walaupun demikian penggunaan metode itu masih sangat tergantung pada kemampuan guru yang mengajarkan.

 

Pandangan menurut ahli tentang pengajaran musik bagi anak:




    1. Dacroze (1865-1950) mengemukakan bahwa pengajaran teori musik haruslah diberikan melalui bunyi musik itu sendiri, sehingga anak dalam mendengarkan bunyi tersebut menghayati apa yang dinamakan nada, interval, dan akornya.

 


    1. Curwen (1816-1880) menekankan bahwa dalam pengajaran musik yang dibayangkan anak ialah bunyinya, bukan notasinya, dan dalam kegiatan belajar mengajar haruslah diciptakan situasi yang menyenangkan bagi anak.

 


    1. Leonard dan House (1972) mengungkapkan bahwa metode pengajaran musik haruslah dihubungkan dengan musik sebagai seni ekspresi mengenai teknik notasi, sejarah. Metode yang tebaik ialah melibatkan murid dengan pengalaman yang bermakna.

 


    1. Greenberg (1979) mengatakan pengalaman musik dapat mengembangkan kemampuan anak untuk mengungkapkan pikiran dan perasaannya melalui bunyi, alat musik, suaranya sendiri dan gerak tubuhnya.

 


    1. Romseau(1712-1778) mengatakan bahwa anak harus belajar membaca notasi musik tetapi janganlah dengan dipaksa buru-buru dalam mempelajarinya, karea membaca itu sebenarnya hanya suatu alat sedangkan sebuah lagu dapat dinikmati dengan mendengarkannya bukan dengan melihat notasinya.

 


    1. Edwin E.Gordon (1984) berpendapat dengan memberikan bahan lagu sebagai sumber materi pengajaran musik melalui bernyanyi kita menanamkan penghayatan unsur musik dalam panca indera anak.Dengan membayangkan panca indera anak dapat mengetahui pola irama dan pola melodi. Setelah mempelajari kedua pola itu anak secara bertahap akan mempunyai kemampuan penginderaan unsur musik secara keseluruhan.


Cara mengajarkan pengalaman musik :




    1. Mendengarkan musik

 


    1. Bernyanyi

 


    1. bermain musik

 


    1. bergerak mengikuti musik

 


    1. membaca notasi musik


Untuk para pengajar musik dan orang tua dapat mencoba metode pembelajaran musik yang baru dijelaskan. Semoga artikel musik ini dapat bermanfaat bagi semua pembaca.

 

 

 

AMIN......

 

 

 

See You Next Time.........

Yogi Suciwardani

/yogi-suciwardani

Tak ada seorangpun yang dapat menghentikan waktu... Hal mustahil yang ingin ku lakukan adalah menghilangkan ingatanku tentang waktu... Aku dan Waktu
Selengkapnya...

KOMPASIANA ADALAH MEDIA WARGA, SETIAP KONTEN DIBUAT OLEH DAN MENJADI TANGGUNGJAWAB PENULIS.