Memaknai Pendidikan Sesungguhnya Bersama Prof Rhenald Kasali Ph.D Melalui IndonesiaX, Platform Edukasi Online Gratis Tanpa Bayar Cukup Daftar!

24 Desember 2015 13:12:49 Diperbarui: 25 Desember 2015 13:04:28 Dibaca : Komentar : Nilai : Durasi Baca :

Ilmu pendidikan terdiri atas dua ranah (domain) yaitu ilmu pendidikan teoretis dan ilmu pendidikan praktis. Objek studi ilmu pendidikan adalah berbagai aspek interaksi psikologi, sosial dan budaya antara peserta didik dan pendidik. Peserta didik merupakan subjek dengan karakteristik pribadi, kebutuhan, aspirasi dan nilai-nilai yang dianut. Pendidikan adalah upaya pemberdayaan manusia yang selalu berada dalam gerak proses/tranformasi dan transisi yang tak kunjung selesai, sehingga manusia disebut sebagai animal educandum (makhluk yang mendidik) dan animal educandus (makhluk yang dididik). Pendidikan berperan sangat penting dan strategis dalam meningkatkan kualitas hidup manusia dan masyarakat Indonesia, memajukan kesejahteraan umum dan mencerdaskan kehidupan bangsa. Membangun pendidikan yang berkualitas merupakan hal yang sangat penting untuk melahirkan SDM bermutu, yang menguasai IPTEK, terampil dan berdaya saing. Pendidikan merupakan akar dan fondasi dari setiap pemikiran bangsa. Untuk itu kebijakan pembangunan pendidikan diarahkan untuk Mempercepat peningkatan taraf pendidikan seluruh masyarakat; Melanjutkan upaya untuk memenuhi hak seluruh penduduk dalam mendapatkan layanan pendidikan dasar yang berkualitas; Meningkatkan akses, kualitas, relevansi dan daya saing pendidikan; Menurunkan kesenjangan partisipasi pendidikan antar kelompok sosial ekonomi, antar wilayah dan antar jenis kelamin serta berpihak pada seluruh anak; Meningkatkan kualitas pembelajaran yang disertai dengan peningkatan pendidikan karakter; dan Meningkatkan profesionalisme serta sebarannya yang merata.

Sayagnya, paradigma yang tertanam selama ini di sebagian besar kalangan bangsa Indonesia adalah bagaimana menjalankan dan menanamkan nilai dari ilmu yang dipelajari. Indonesia perlu mengenalkan dan mengimplementasikan konsep edukasi yang berputar di aktivitas yang beragam dan program yang bervariasi untuk menciptakan sebuah suasana pengembangan murid yang baik. Tentu kita mengetahui bahwa sejak beberapa dekade yang lalu, teknologi modern dan transformasi global yang cepat telah mengekspos kita terhadap berbagai macam kesulitan dan tantangan yang harus dihadapi di kehidupan sehari-hari. Pendidikan tidak saja hanya berarti “mentransfer ilmu pengetahuan”. Pendidikan juga berdampak pada pengembangan kepribadian para murid. Pendidikan merupakan kekuatan yang membuat para murid membuka mata dan pikirannya hingga mampu menyadari begitu banyak realita yang sedang terjadi di dunia. Hal ini merupakan kekuatan bagi para murid untuk mengerti dan memahami apa yang sedang terjadi di dunia, berpikir kritis terhadap berbagai macam peristiwa dan untuk memberikan tanggapan yang kreatif terhadap berbagai macam isu dan masalah yang dihadapi dalam kehidupan sehari-hari. Tak dapat dipungkiri bahwa di dalam era modern, pendidikan merupakan kunci yang dapat menimbulkan ketahanan diri dalam murid dan mengembangkan potensi mereka untuk mengendalikan situasi yang beraneka ragam tingkat kesulitannya karena begitu banyak rintangan yang harus dihadapi oleh para murid baik dari segi akademis maupun non akademis. Misalnya, kesiapan menghadapi persaingan dalam percaturan global ekonomi dunia.

Dunia pendidikan kita butuh amunisi dalam menghadapi Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA) 2015 (dalam hitungan hari!). Diperlukan analisis mendetail terkait kekuatan, kelemahan, peluang dan ancaman yang dijabarkan sebagai bahan perenungan untuk melihat peluang Indonesia agar tidak menjadi penonton semata. Isu MEA kini menjadi perhatian dan kajian para pelaku pendidikan. Di tengah masalah kesenjangan mutu pendidikan yang tajam di Indonesia, terbersit satu keraguan mengenai kesiapan lulusan PTN untuk sukses ambil bagian dari terbukanya pasar tenaga kerja terampil di antara Negara-negara ASEAN. Ancaman pengangguran terdidik bisa menjadi persoalan serius bagi Indonesia. Kedepan perlu ada perbaikan dalam hal penyamaan kompetensi, lama belajar, hingga memaknai pendidikan profesi. Menyiapkan diri dengan mengutamakan mutu telah menjadi kata kunci untuk bisa menghasilkan lulusan yang kompetitif di dunia kerja.

Kendati demikian, pendidikan tidak hanya formal dalam ruang lingkup sekolah, sehingga sering salah dipahami bahwa sistem pendidikan adalah sistem persekolahan belaka. Oleh karenanya, kehadiran IndonesiaX dianggap angin segar karena merupakan suatu inisiatif yang terfokus pada pengembangan edukasi online dan pelatihan online berkualitas tinggi di Indonesia. IndonesiaX adalah sebuah platform kursus online gratis yang terbuka secara besar-besaran atau Massive Open Online Course (MOOC) yang diciptakan oleh PT Education Technology Indonesia (ETI) dengan mengusung semangat “Enriching Lives Through Education”. Bertujuan untuk memperluas akses masyarakat kepada pendidikan dan keterampilan hidup yang berkualitas melalui sebuah platform kursus online gratis dan terbuka secara besar-besaran dengan perangkat sistem manajemen belajar tercanggih. Bahkan didesain khusus untuk masyarakat Indonesia dan disajikan dalam bahasa Indonesia. Hal ini dilakukan untuk mengaktualisasikan visi Pemerintah Indonesia dalam meningkatkan akses masyarakat kepada pelatihan bersertifikat dan pendidikan terbaik. Harapan kedepan agar dapat membantu mengedukasi pemimpin masa depan Indonesia. IndonesiaX menjadi kursus online gratis yang dapat diakses oleh setiap anak bangsa. Selain dapat memperoleh sertifikat resmi (dengan syarat fokus mengerjakan tes dan ujian akhir), kita juga dapat menonton video pembelajaran dari smartphone karena IndonesiaX telah merilis mobile app untuk Android. Jadi, kita bisa menonton streaming dan atau mengunduh video kursus online gratis ke smartphone dan juga dapat mengakses halaman berita dan pembaruan kursus online gratis tersebut.

Di IndonesiaX, saya telah terdaftar di kursus online gratis Change Management (RP101) dan Self Driving: Are You a Driver or a Passenger? (RP102) yang dibawakan oleh Prof. Rhenald Kasali melalui Rumah Perubahannya. Tampilan webnya sangat modern, tampilan video yang berkapasitas tinggi dan metode pembelajaran yang tidak membosankan. Lengkap dengan agenda waktu kelas dimulai dan berakhir serta perkiraan jam per minggu. Adapun alasan kenapa memilih kursus online gratis topic Change Management karena berangkat dari keinginan untuk menjadi agen perubahan (agent of change) dan pemahaman bahwa perubahan memerlukan manajemen dan tidak dapat bergulir dengan sendirinya. Manfaat dan kelebihan setelah belajar kursus online gratis IndonesiaX membuat saya makin menyadari perlunya manajemen perubahan di setiap aspek kehidupan pribadi maupun organisasi. Saya semakin mengenal konsekuensi yang menyertai perubahan, mengenal seni strategi perubahan yaitu kondisi dimana paradox of change akan menyertai setiap perubahan. Pemahaman saya mengenai manajemen perubahan semakin terasah melalui tahapan topik kursus online gratis diantaranya tentang Belajar dari tokoh perubahan dunia; Sejarah perubahan di dunia; Mengenal Self Destructive Habits; Siklus resistensi perubahan; Proses perubahan; Non Finito; Recode your change DNA; Paradox of change. Kursus online gratis kedua yang saya ikuti yaitu Self Driving: Are You a Driver or a Passenger? (RP102). Kursus online gratis ini semakin membuka wawasan saya tentang mental driver yang harus dimiliki dan mental passenger yang harus dihindari. Khususnya pembelajaran melalui topik kursus online gratis Introduction to self driving course; Winners vs losers; Myelin: Pentingnya “Muscle Memory”; The power of simplicity; Passengers can become drivers.

Jujur saja, saya selalu jatuh hati dengan terobosan yang dilakukan oleh Prof. Rhenald Kasali, Ph.D. Beliau benar-benar Agen Perubahan Sejati. Saya teramat sangat beruntung bisa mendengarkan pemaparan beliau secara langsung (via online), kendati tidak mesti berada di dalam ruang kelas beliau. Sebagaimana tulisan Prof. Rhenald Kasali, Ph.D berjudul “Pendidikan Sesungguhnya” yang menekankan pentingnya pendidikan karakter untuk membangun karakter bangsa. Untuk memajukan anak didik tidak hanya membutuhkan guru yang pintar secara akademis, melainkan karakternya harus sangat kuat yaitu karakter yang membangun bukan merusak agar dapat melahirkan kehebatan. Hindari budaya menghukum, menghakimi, mencela dan hal negatif lainnya! Milikilah mental pemenang yaitu mental driver yang resilien dan resisten atas segala macam kesulitan dan memiliki kelihaian memanfaatkan peluang yang ada melalui kegiatan produktif.

Sebagai tambahan, pada 2014 lalu saya pernah terlibat kerjasama dengan Badan Perpustakaan dan Arsip Daerah (BPAD) Provinsi DKI Jakarta dalam proyek penelitian sistem pembelajaran online (e-learning) melalui web yang dirancang khusus untuk edukasi online yaitu Jakarta Learning Center (lihat disini). Serupa dengan IndonesiaX yang merupakan bagian dari Mass Open Online Course (MOOC), JLC menyampaikan sumber materi berkualitas untuk kebutuhan masyarakat dan terpercaya. JLC adalah sumber edukasi online non formal sebagai upaya peningkatan kualitas hidup warga khususnya DKI Jakarta. JLC adalah pusat pembelajaran masyarakat yang dapat diakses secara online. JLC menjadi salah satu program unggulan dalam menyongsong era digitalisasi perpustakaan. JLC berisi materi tentang informasi, tips, keahlian dan keterampilan yang diperlukan dalam bermasyarakat. Materi tersebut diperoleh melalui penelitian dan wawancara para pakar dan ahli dibidangnya serta di kemas dalam bentuk presentasi yang interaktif sehingga mudah dipahami dan dipraktekkan. Kategori yang disajikan dibagi berdasar usia yaitu Sekolah, Remaja, Dewasa dan Semua Umur. JLC menyediakan materi berkualitas untuk mendukung kehidupan sosial dan bermasyarakat diantaranya kategori bidang Kesehatan dan Lingkungan, Bisnis dan Ekonomi, Sosial dan Budaya, Pendidikan dan Agama serta Pemerintahan, Politik dan Sejarah. Artikel terkait mengenai JLC pernah saya muat di Kompasiana tanggal 9 November 2014 (lihat disini) berjudul Jakarta Learning Center: Aksi Untuk Masyarakat DKI Jakarta.

Sejatinya pendidikan memberdayakan manusia untuk membangun komunitas, memperkuat hubungan antar manusia, membangun kekuatan batin diri, khususnya harga diri, percaya diri dan harapan untuk masa depan, sehingga dapat membantu manusia membangun kepribadian. Pendidikan merupakan upaya pembudayaan demi peradaban manusia sehingga pendidikan bukan hanya pengalihan pengetahuan dan keterampilan, akan tetapi mencakup pula pengalihan nilai-nilai budaya dan norma-norma sosial. Pendidikan pada intinya merupakan proses penyiapan subyek didik menuju manusia yang bertanggung jawab. Salah satu aspek individual dari pemberdayaan adalah agar manusia memiliki kemampuan berpikir, menguasai IPTEK, mengambil keputusan, memecahkan masalah, membangun dan mengembangkan berbagai keterampilan untuk mengantisipasi terjadinya perubahan. Oleh karenanya, peran edukasi online yang merupakan perpaduan perkembangan IPTEK dan Komunikasi dengan pendidikan bersatu padu dalam upaya pembentukan karakter bangsa terutama melalui usaha meningkatkan kualitas pembelajaran yang disertai dengan peningkatan pendidikan karakter.

KOMPASIANA ADALAH PLATFORM BLOG, SETIAP ARTIKEL MENJADI TANGGUNGJAWAB PENULIS.

NILAI :

Daftarkan email Anda untuk mendapatkan cerita dan opini pilihan dari Kompasiana