Mengunjungi Jabal Magnet di Madinah

19 Mei 2013 06:22:09 Diperbarui: 24 Juni 2015 06:21:09 Dibaca : 1455 Komentar : 3 Nilai : 2 Durasi Baca :
Mengunjungi Jabal Magnet di Madinah
jabal magnet

Berkesempatan mengunjungi tanah suci bersama keluarga merupakan nikmat yang tidak dapat dilukiskan dengan kata-kata.  Dua kota suci umat Islam Mekah Al-Mukarromah dan Madinah Al- Munawwarah memberikan kesan yang mendalam dan kerinduan untuk selalu ingin kembali ke sana.

Jabal Magnet dan pohon zaqqum (dokumentasi pribadi)

Waktu mengunjungi Madinah di awal bulan ini selain melaksanakan ibadah kami beserta rombongan umrah, seperti halnya jamaah haji dan umroh lainnya, juga melakukah ziarah dan wisata.  Salah satu tujuan wisata di Madinah adalah Jabal Magnet, sekitar 30 km dari kota Madinah. Suatu perjalanan yang menakjubkan, di kiri kanan jalan raya yang halus menuju Jabal Magnet terdapat bukit-bukit batu yang membentang sejauh mata memandang.  Bukit batu yang kokoh dan tandus.  Antara jalan raya dan bukit batu terdapat pohon-pohon zaqqum yang kering-kerontang dan pohon kurma yang tumbuh hijau. Konon pohon zaqqum yang berduri ini adalah makanan manusia waktu di neraka nanti. Jabal Magnet, suatu fenomena alam yang menarik, semakin memperkokoh iman kita akan kekuasaan Allah SWT. Tidak ada magnet atau batuan magnet pada bukit-bukit sekitar sana atau di sisi kanan kiri jalan, tetapi magnet itu jauh di dalam bumi, begitu kata tour leader kami.  Kalau bukit-bukit itu banyak batu magnetnya mungkin sudah diambil manusia dan diperdagangkan.  Maha Besar Allah yang menciptakannya jauh di dalam bumi di tanah suci ini.
di Jabal Magnet
di Jabal Magnet
di Jabal Magnet (dokumentasi pribadi)
Menjelang Jabal Magnet di kiri jalan raya terdapat danau buatan yang cukup luas.  Kawasan ini memang didisain sebagai tempat wisata oleh pemerintahan di sana, tapi karena cuaca cukup panas di siang hari sehingga pada saat itu tidak terlihat ada pengunjung.
Danau buatan (dokumentasi pribadi)
Kawasan jalan raya yang terpengaruh oleh daya magnet ini sepanjang kira-kira 4 km.  Kendaraan yang datang dari arah Madinah bila sudah memasuki kawasan ini maka kecepatan kendaraannya secara perlahan akan melambat dan pada akhirnya hanya bisa mencapai 5 km/jam meskipun ditekan gas sekuat-kuatnya, padahal jalannya justru menurun.  Bila mesin kendaraan dimatikan maka kendaraan akan berjalan mundur dengan sendirinya. Setelah sampai pada bundaran sebagai tanda berakhirnya kawasan magnet, maka kendaraan akan memutar balik ke arah Madinah.  Pada saat inilah kendaraan dapat melaju 120 km/jam tanpa di gas, padahal jalanan mendaki.  Pengemudi hanya mengatur kemudi agar kendaraan berjalan pada arah yang benar.  Kendaraan akan semakin melambat bila sudah mencapai akhir kawasan magnet. Subhanallah. Ada juga rombongan wisata yang turun ke jalan raya untuk membuktikan fenomena magnet ini.  Mereka menyiramkan sedikit air minuman di aspal  jalan kemudian terlihat bahwa air tersebut bergerak dan  mengalir ke arah yang lebih tinggi karena adanya pengaruh magnet. Menikmati keajaiban ini akan semakin indah dengan mendekatkan diri kepada Sang Pemilik. Semoga bermanfaat.

Yass Arlina

/yassarlina

TERVERIFIKASI

senang menulis, dan berharap tulisannya bermanfaat bagi siapa saja. Pembaca juga dapat mengunjunginya pada blog http://yassarlina.wordpress.com/
Selengkapnya...

KOMPASIANA ADALAH PLATFORM BLOG, SETIAP ARTIKEL MENJADI TANGGUNGJAWAB PENULIS.

NILAI :

Daftarkan email Anda untuk mendapatkan cerita dan opini pilihan dari Kompasiana