(Rukun) Iman Secara Kronologis

18 Juni 2012 13:47:06 Dibaca :

Tulisan ini tidak membahas (rukun) iman menurut prioritasnya, karena kita tahu, (rukun) iman dalam Islam yang pertama adalah iman kepada Allah, iman kepada malaikat-malaikat-Nya, iman kepada kitab-kitab-Nya, iman kepada rasul-rasul-Nya, iman kepada hari kiamat, dan iman kepada takdir. Sebagaimana dijelaskan dalam hadits yang artinya sebagai berikut:





Dari Umar bin Al-Khathab radhiallahu 'anh, dia berkata:
"Ketika kami tengah berada di majelis bersama Rasulullah pada suatu hari, tiba-tiba tampak dihadapan kami seorang laki-laki yang berpakaian sangat putih, berambut sangat hitam, tidak terlihat padanya tanda-tanda bekas perjalanan jauh dan tidak seorangpun diantara kami yang mengenalnya. Lalu ia duduk di hadapan Rasulullah dan menyandarkan lututnya pada lutut Rasulullah dan meletakkan tangannya diatas paha Rasulullah, selanjutnya ia berkata," Hai Muhammad, beritahukan kepadaku tentang Islam "


Rasulullah menjawab, "Islam itu engkau :
1. Bersaksi bahwa sesungguhnya tiada Tuhan selain Allah dan sesungguhnya Muhammad itu utusan Allah,
2. Engkau mendirikan shalat,
3. Mengeluarkan zakat,
4. Berpuasa pada bulan Ramadhan dan
5. Mengerjakan ibadah haji ke Baitullah jika engkau mampu melakukannya."

Orang itu berkata,"Engkau benar," kami pun heran, ia bertanya lalu membenarkannya


Orang itu berkata lagi," Beritahukan kepadaku tentang Iman"



Rasulullah menjawab :
1. Engkau beriman kepada Allah,
2. Kepada para Malaikat-Nya,
3. Kitab-kitab-Nya,
4. Kepada utusan-utusan Nya,
5. kepada hari Kiamat dan
6. Kepada takdir yang baik maupun yang buruk"

Orang tadi berkata," Engkau benar" ,Orang itu berkata lagi," Beritahukan kepadaku tentang Ihsan"



Rasulullah menjawab,
"Engkau beribadah kepada Allah seakan-akan engkau melihat-Nya, jika engkau tidak melihatnya, sesungguhnya Dia pasti melihatmu."

Orang itu berkata lagi,"Beritahukan kepadaku tentang kiamat"



Rasulullah menjawab," Orang yang ditanya itu tidak lebih tahu dari yang bertanya."
Selanjutnya orang itu berkata lagi,"beritahukan kepadaku tentang tanda-tandanya"

Rasulullah menjawab," Jika hamba perempuan telah melahirkan tuan puterinya, jika engkau melihat orang-orang yang tidak beralas kaki, tidak berbaju, miskin dan penggembala kambing, berlomba-lomba mendirikan bangunan."



Kemudian pergilah ia (orang tersebut), aku tetap tinggal beberapa lama kemudian Rasulullah berkata kepadaku, "Wahai Umar, tahukah engkau siapa yang bertanya itu?"
Saya menjawab," Allah dan Rasul-Nya lebih mengetahui"
Rasulullah berkata," Ia adalah Jibril, dia datang untuk mengajarkan kepadamu tentang agama kepadamu"

[Hadits Riwayat Muslim dalam Shahihnya, kitab Al-Iman, bab 1, hadits ke 1. Dan diriwayatkan juga hadits dengan lafadz seperti ini dari Abu Hurairah oleh Al-Bukhari dalam Shahih-nya, kitab Al-Iman, bab 37, hadits ke 1]




Nah, lalu apa yang dimaksud dengan (rukun) iman secara kronologis?




  1. Iman kepada orangtua/guru/ulama/ustad/sumber iman pertama lainnya (Messenger)
    Menurut urutannya, hal pertama yang menyebabkan seseorang beriman adalah percaya kepada yang membawa berita terlebih dahulu. Pada zaman nabi dan rasul, umat manusia dapat mengimani secara langsung dari nabi(pembawa kabar/berita). Namun zaman sekarang bukan zaman nabi. Sebagian besar dari kita terlahir dengan agama keturunan dari orangtua kita. Kalaupun pindah agama, itu terlebih dahulu percaya dengan perkataan ulama, ustad, media, dan pihak-pihak lainnya yang menyebarkan berita keimanan ini (bahkan akal kita pun bisa dianggap sebagai Messenger). Kok aneh? Kok kronologis iman yang pertama bukannya percaya kepada Allah? Mau tau kenapa? Alasannya klasik: Bagaimana mungkin seseorang percaya terhadap informasi yang dibawa jika tidak terlebih dahulu mempercayai sang pembawa informasi?
  2. Iman kepada Nabi dan Rasul (Prime Messenger)
    Biasanya, ajaran keimanan ini dibawa oleh seseorang pembawa berita pertama kali (Prime Messenger) yang kita kenal sebagai Nabi/Rasul. Sebelum mempercayai Tuhan-nya sang pembawa berita, seseorang harus percaya dulu dengan sang Prime Messenger ini. Jika seseorang sudah meyakini bahwa Prime Messenger ini benar, maka selanjutnya ia akan melalui tahapan iman selanjutnya.
  3. Iman kepada Kitab dan Ajaran Nabi/Rasul (Messages)
    Setelah percaya terhadap Nabi/Rasul yang membawa berita, sudah lengkaplah syarat seseorang untuk mengimani kitab/ajaran yang dibawa oleh Nabi/Rasul tersebut. Nah, barulah di dalamnya terdapat berbagai ajaran yang antara lain isinya:

    1. Iman kepada Allah (Tuhan)
    2. Iman kepada Malaikat-Malaikat-Nya
    3. Iman kepada Kitab-Kitab-Nya
    4. Iman kepada Nabi-Nabi/Rasul-Rasul-Nya
    5. Iman Kepada Hari Akhir
    6. Iman kepada Takdir



Begitulah iman menurut kronologisnya. Saya pikir tulisan ini tidak menyimpang dari rukun iman menurut prioritas sebagaimana hadits yang dikemukakan di awal tulisan. Apa yang saya tulis ini hanyalah unek-unek dari apa yang saya amati dalam kehidupan masyarakat. Pokok bahasan ini juga sebenarnya tidak hanya tentang agama, tetapi mencakup segala macam informasi atau berita yang kita terima seumur hidup kita. Terima kasih, saya tutup tulisan ini dengan mengutip salah satu pertanyaan di atas.




Bagaimana mungkin seseorang percaya terhadap informasi yang dibawa jika tidak terlebih dahulu mempercayai sang pembawa informasi?


Fachri Reza

/xacteer

TERVERIFIKASI (HIJAU)

Observer, check my blog: http://fachrirezakusuma.wordpress.com/
Selengkapnya...

KOMPASIANA ADALAH MEDIA WARGA, SETIAP KONTEN DIBUAT OLEH DAN MENJADI TANGGUNGJAWAB PENULIS.

Siapa Yang Menilai Tulisan Ini ?