HIGHLIGHT

Media dan Generalisasi: Korupsi? Bukan Salah Almamater!

07 Juni 2012 03:05:25 Dibaca :

"Miris dan Maklum..."


Hanya itu yang dapat saya ungkapkan setelah berulang kali melihat ulah segelintir oknum media dan masyarakat yang terpengaruh oknum media tersebut. Dan kebetulan pagi ini saya kembali dikejutkan dengan berita mengenai korupsi di lingkungan Kementerian Keuangan (lagi). Berikut ini link-nya:


http://news.detik.com/read/2012/06/07/020213/1934888/10/pegawai-pajak-tomy-masih-pns-muda-seangkatan-dengan-dhana-di-stan


Sebenarnya media hanya mengungkap kenyataan yang sebenarnya (meski kadang dibumbui opini), tapi hal itu secara tidak langsung menciptakan opini publik yang menyesatkan. Komentar-komentar miring masyarakat selama ini sudah membuat saya gerah. Kenapa? Ya karena saya adalah mahasiswa STAN.


Saya sebenarnya maklum dengan pandangan negatif orang awam tentang STAN, tapi tetap saja, tangan saya jadi merasa gatal untuk meluruskan pandangan tersebut. Ada yang bilang STAN pencetak koruptor, ada yang bilang di STAN tidak diajarkan pendidikan moral, ada yang bilang kurikulumnya harus diubah, ada yang bilang STAN dibubarkan saja. ada yang bilang ini, ada yang bilang itu, seakan-akan mereka tahu betul STAN itu bagaimana dan kurikulum STAN itu seperti apa. Hampir selama tiga tahun di STAN, saya tidak pernah sekalipun dididik untuk jadi koruptor. Kalau ada yang nyontek saja di-Drop Out kok, eh malah ada yang bilang dididik jadi koruptor. Yang ada malahan, saya mendapat pelajaran mengenai UU Tipikor agar tahu bagaimana akibatnya jika melakukan tindak pidana korupsi. Saya juga dapat mata kuliah pendidikan agama, pendidikan etika, pendidikan moral, dan pendidikan Pancasila kok. Mahasiswa STAN itu dididik untuk jadi pegawai negeri sipil yang profesional, berintegritas, dan berakhlak mulia. STAN itu tidak seperti yang mereka pikirkan. Camkan itu, Bro!




"Kan itu menurut Anda sebagai mahasiswa STAN. Itu menurut otak subjektif Anda sebagai manusia."



Ya, itu benar. Makanya sekarang saya ajak Anda untuk memandang dari sudut pandang yang mirip dengan kasus ini.


Apa Anda masih ingat ketika sebagian besar oknum media di dunia (khususnya Amerika) gencar 'melabeli' Islam itu identik dengan teroris? Apa reaksi kita yang muslim menanggapi propaganda tersebut? Siapa yang salah? Islam-nya atau terorisnya? Agamanya atau orangnya? Orang yang berpikiran waras pasti menjawab bukan agamanya yang salah. Nah, begitu pula dengan almamater. Jangan suka menggeneralisir. Bukan salah almamaternya jika seseorang melakukan korupsi.




Bukan salah almamaternya jika seseorang melakukan korupsi.



Masih ingat waktu segelintir oknum media memberikan berita tentang pernyataan kontroversial Marzuki Alie mengenai alumni beberapa Perguruan Tinggi Negeri? Ini saya ungkap lagi link-nya:


http://news.detik.com/read/2012/05/07/125330/1910944/10/marzuki-sebut-banyak-koruptor-alumnus-ui-ugm?nd992203605


Dari mahasiswanya, alumninya, dosen-dosennya, semua civitas PTN-PTN tersebut langsung protes dan mengkritik Marzuki Ali yang katanya menggeneralisir. Bahkan ada yang sampai menggugat beliau. Dalam hal ini saya tidak menyalahkan siapa-siapa karena setahu saya masalah ini cuma salah paham. Terlepas dari kesalahpahaman tersebut, wajar lah kalo mereka membela almamaternya, saya juga paham rasanya. Saya hanya menangkap satu kesimpulan dari masalah ini, mereka satu suara:




Bukan salah almamaternya jika seseorang melakukan korupsi.



Saya yakin sebelumnya ada banyak alumnus-alumnus STAN yang membuat tulisan yang serupa dengan ini. Dan dengan posisi saya sebagai mahasiswa STAN sekarang, wajar saja saya juga ikut berpartisipasi untuk meluruskan pandangan masyarakat tentang STAN khususnya, dan tentang social judgement pada umumnya.


Mari kita berpikir jernih, jangan termakan isu, jangan ikut-ikutan, jangan menelan informasi mentah-mentah, jangan mau dibodohi. Sudah cukup kita dijajah orang asing dan propaganda yang menyesatkan.




"Gak semua yang elo denger itu bener, Bro!"



Gak semua yang kita baca dan dengar itu informasi yang bener. Nah lho? Berarti tulisan saya ini juga belum tentu bener? Ya terserah Anda, itu semua tergantung kejernihan otak Anda dalam menyaring informasi. :D


Salam Propaganda

Fachri Reza

/xacteer

TERVERIFIKASI (HIJAU)

Observer, check my blog: http://fachrirezakusuma.wordpress.com/
Selengkapnya...

KOMPASIANA ADALAH MEDIA WARGA, SETIAP KONTEN DIBUAT OLEH DAN MENJADI TANGGUNGJAWAB PENULIS.

Siapa Yang Menilai Tulisan Ini ?