HIGHLIGHT

Mengapa Harus Film tentang Rasulullah?

13 September 2012 02:22:59 Dibaca :

Innocence of Muslims adalah film yang dibuat oleh Sam Bacille seorang kontraktor  berdarah Yahudi yang tinggal di Amerika ini tentu saja membuat geram khalayak muslim di seluruh dunia. Betapa tidak, film yang berisi tentang kehidupan Rasulullah ini menggambarkan sosok Rasulullah yang berbalik 180% derajat dari pribadinya. Rasulullah secara sempurna digambarkan sebagai seorang pedhophil, pecinta wanita, dan juga homosexual. Mengapa selalu terjadi penghinaan atas islam?  Setelah apa yang kita tahu tentang film fitna, karikatur Rasulullah di Denmark, dan yang terbaru adalah lomba menggambar sosok Rasulullah yang diadakan di Jerman tepat sehari sebelum hari Raya idul fitri. Dan kali ini film Innocence of Moslems yang saat saya melihat thrillernya di youtube membuat saya muak. Bak film komedi - begitulah, saya sama sekali tidak menemukan keprofesionalan di situ, bahkan untuk  hal paling sederhana yang orang awampun tahu, yaitu acting. Lalu apa yang diinginkan dari film tersebut?

Mengapa harus terulang kembali?

Tidak ada yang luput dari kesalahan, itulah manusia. Tapi bukan berarti manusia dapat melakukan apa yang dia inginkan tanpa memperhatikan norma yang ada. Saya tidak tahu apa yang ada di kepala orang - orang itu. Namun, yang jelas terlihat adalah kebencian mereka yang amat sangat akan islam. Bacille mengatakan " islam is a cancer ", yang berarti harus secepatnya dibinasakan dari tubuh. Film yang dibuat pada musim panas tahun 2011 ini didanai kurang lebih oleh 100 pendonor Yahudi. Apalagi film ini mendapatkan dukungan dari seorang pendeta dari Florida, Terry Jones yang terang - terangan melakukan pembakaran Al -Quran di televisi.

Konspirasikah?

Kita lihat saja bagaimana respon dunia setelah ini atas  penghinaan yang dilakukan atas Rasululah. Menengok semakin kencangnya protes yang dilakukan di Libya, Bahrain. Mesir, Tunis, dan mungkin setelah ini Indonesia. Kematian Dubes AS untuk Libya dalam insiden demo yang dilakukan warga libya sangatlah disayangkan, karena islam melarang keras seorang muslim untuk membunuh. Namun api itu memang sengaja disulut oleh mereka.

Jika kita berbicara di dataran iman ,tentu saja tidak semua penduduk bumi memeluk islam. Tapi di sana selalu ada limit. Dan konsep freewill yang selalu dikedepankan orang - orang tersebut  sudah melampaui batas yang ada karena menyakiti muslim di seluruh dunia. Seharusnya organisasi - organisasi dunia bergerak cepat untuk menanggapi dan menindaklanjuti  runtutan penistaan yang menimpa islam. Di mana OKI dan PBB?

salam hangat

Iffat Basheer

Iffat Basheer

/www.iffetbasheerkompasiana.com

I live in Yemen- ordinary person, naruto lovers, coffeholic, thinkers (LOL..just a lil bit^_^
and kinda off somethin' interest..
actually readin' n writin' is my soul.when I lose both of them, I'll getting mad.never like philosophize, but sometimes tried to know than nothin':))
hope everyday is better with Allah's guide

Selengkapnya...

KOMPASIANA ADALAH MEDIA WARGA, SETIAP KONTEN DIBUAT OLEH DAN MENJADI TANGGUNGJAWAB PENULIS.

Siapa Yang Menilai Tulisan Ini ?