Resensi Buku Status Update for the Best Student

19 Juni 2012 12:42:00 Dibaca :

Judul            : Status Update for the Best Student Penulis         : Agung Baskoro Penerbit        : PT Gramedia Pustaka Utama, Jakarta Cetakan        : Pertama, 2012 ISBN            : 978-979-22-8490-4 Tebal           : 201 halaman Resentator Oleh: Nur Haris Ali*) Buku Kreatif, Buku Status Update for the Best Student Kemajuan teknologi jejaring sosial kini semakin pesat. Pasca Facebook (FB) dilaunching Mark Zuckerberg pada Februari 2004 lalu, jumlah pengguna FB, untuk saat ini, ada sekitar 1 dari 13 orang di dunia. Dan negara kita, Indonesia, termasuk negara kedua terbanyak di dunia dengan jumlah 35.174.940 pengguna setelah Amerika dengan jumlah 152.189.880 (Baskoro, 2012). Yang menjadi pertanyaan selanjutnya adalah, ada berapa penggunakah yang memanfaatkan FB untuk dijadikan buku? (c) Nur Haris Ali Kreatif! adalah kesan yang saya temukan setelah membaca buku Agung Baskoro ini. Dengan piawainya, Agung yang pernah meraih penghargaan MURI terkait Sekolah Antrikorupsi pertama di Indonesia (2006) ini memanfaatkan (hanya) 62 tulisan status FB pribadinya dengan menyatukan dalam format buku. Pertanyaaan what’s on your mind? pada FB, yang bagi sebagian orang sekadar tulisan iseng, menjadikan The Next Leader Metro TV 2009 ini untuk sedikit berpikir out of the box. Tak sekedar update status, melainkan Agung menebarkan pesan-pesan positif untuk para pembaca account FB-nya. Lewat bukunya ini, Agung pun berhasil menyuguhkan realita kehidupan sosok mahasiswadan berbicara soal bagaimana agar mahasiswa bisa bersikap ideal. Baik dalam kampus maupun luar kampus. Dalam buku perdananya, finalis Asia Pacific Information and Communication Technology Award (APICTA)di Singapura (2010) ini juga menampilkan beberapa quotes inspiratif untuk mendukung pandangan yang ia berikan dari komentar-komentar di FB-nya. Ia juga melengkapinya dengan kiat-kiat meraih beasiswa, jenis-jenis beasiswa, tips dan triks jadi aktivitis dalam dan luar kampus, soal anak kos, soal senioritas kampus, soal Kuliah Kerja Nyata (KKN), skripsi, serta segudang aktivitas lain yang biasa terjadi di kalangan mahasiswa. “Kalau ada peluang student exchange…summer school…international conference…dan sejenisnya, cobalah berpartisipasi…bila terbentur soal dana, Insya Allah bisa…asal ini ‘DIRENCAKAN!” (hal. 143) “Sering pinjam duit, buku, laptop, beserta onderdil kosan lainnya? Atau…minta tolong diantar-jemput seperti ojek and taxi?...ngga apa-apa. Asal ikhlas lho ^_^…yang jelas, kalau ujian, ngga ada masa simpan-pinjam jawaban atau tolong-menolong buat ditraktir soal…Hentikan!” (hal. 159) Seru punya banyak temen…apalagi kalau temennya, Papan Pengumuman, Mailing List (Milis), Browse,…intinya yang menguasai dunia saat ini adalah mereka yang memiliki lebih banyak informasi (hal. 126) “Berprestai adalah kebanggaan seorang mahasiswa. Namun, hal itu sulit bila dilakukan sendiri tanpa didukung iklim yang kondusif. Beprestasi adalah tanggung jawab bersama karena merupakan efek pendidikan yang dilakukan oleh kampus. Sayangnya […] Apresiasi terhadap mahasiswa-mahasiswa berprestasi di kampus masih minimal, padahal mereka mengharumkan nama kampus bahkan bangsa di tingkat dunia. Sungguh ironis bila putra-putri terbaik ini hanya dijadikan etalase atau klaim keberhasilan” (Salah satu pandangan Agung, Hal. 165) Sesuai dengan judulnya, Update Status for the Best Student, pembaca seolah-olah seperti membaca status FB Agung yang sedang “galau”. Tapi galaunya ini lain dari pada yang lain. Agung Baskoro, penulis buku ini, “galau” terhadap generasi Indonesia bila mereka hanya lengah dengan rutinitas kuliah saja. Lewat 62 updetan statusnya, Agung menuangkan pemikirannya secara lepas agar mahasiswa mampu meningkatkan skills-nya, untuk bekal kehidupan pasca kampus berikutnya. “Kalau masih nyari kerjaan juga, apa bedanya dengan masa lalu?”. “Tingginya angka pengangguran bagi kelulusan sarjana memberi sinyal bahwa entrepreneur menjadi salah satu peluang untuk menciptakan lapangan pekerjaan baru. Kuncinya ada di orisinilitas ide dan inovasi yang ditawarkan. Kalaupun belum mampu menjadi entrepreneur, minimal buat pekerjaan yang mencari kita, bukan kita yang mencari pekerjaan. Syaratnya indeks prestasi yang memuaskan, pengalaman berorganisasi, jaringan, dan kemampuan berbahasa asing. Kedua poin itu merupakan langkah alternatif sekaligus solusi yang bisa dipastikan dan dipersiapkan sejak di kampus” (hal. 184) “Bekerja, berwirausaha, atau kembali melanjutkan studi (S2/S3), bukan dikotomi (terpisah atau dipertentangkan), karena setiap pilihan hadir untuk melengkapi dan memberi arti bagi setiap hidup yang sedang dan akan dijalani” (hal. 191) Meski buku ini jauh dari sistematika penulisan seperti kebanyakan buku lainnya, justru inilah yang menjadi cara out of the box Agung untuk menyuntikkan beberapa tips dan triks menjadi the best student—versi dia. Seperti yang saya sebutkan di awal, pembaca akan diajak seolah-olah seperti benar-benar membaca updetan status penulis buku ini. Hebatnya, penulis buku ini tidak sekedar bicara soal kuliah, tapi juga nikah, mimpi, organisasi, teman, beberapa sitiran hadits dan hasil wawancara dari tokoh yang ia kutip. “Barangsiapa yang ingin dipanjangkan umurnya dan diluaskan rezekinya, maka berbuat baiklah kepada ibu ayahnya dan menyambung tali persaudaraan” —HR.  Imam Ahmad (hal. 158) “Jangan terlalu membenani jiwamu dengan kesungguhan hati. Hiburlah dirimu dengan hal-hal ringan dan lucu, sebab jika hati terus dipaksakan memikul beban-beban berat, ia akan menjadi buta”—HR. Abu Dawuh (hal. 81) Buku ini memang tidak masuk genre buku motivasi. Juga bukan pula masuk genre buku pengembang diri. Namun, content dalam buku ini, sangat cocok dibaca oleh para mahasiswa—terutama mahasiswa semester-semester awal—yang ingin memperluas jaringan, meningkatkan kualitas, dan belajar pengalaman dari sosok mahasiswa senior seperti Agung Baskoro, Mahasiswa Berprestasi Fisipol UGM 2009 dan Wakil Presiden UGM yang pernah jadi Koordinator Litbang BEM Seluruh Indonesia tahun 2008 ini. Sedikit berpikir kreatif saja bisa jadi buku, bagaimana jika banyak ya? Selamat membaca!

Nur Haris Ali

/www.haris-berbagi.co.cc

TERVERIFIKASI (HIJAU)

Haris sapaannya. Pernah meraih penghargaan dari Wakil Rektor III UII sebagai Mahasiswa Berprestasi Utama UII ke 2 (2011). Pernah terlibat dalam Indonesia Leadership Camp (2012), delegate Model United Nations (MUN) Simulation 2012, volunteer Forum For Indonesia Camp (2011), volunteer International Interfaith Youth Meeting (2011), dan sempat meraih Full Scholarship for Outstanding Student selama sekolah di UII sejak tahun 2008 s.d 2012. Saat ini, asisten dosen peneliti UII ini aktif sebagai editor Jurnal Psikologika dan Jurnal Intervensi Psikologi UII, tim promotor Fakultas Psikologi dan Ilmu Sosial Budaya UII, dan Digital Media Director @YoungOnTop Yogyakarta. Twitter @harisnurali. Email: haris.alhakim@yahoo.com
Selengkapnya...

KOMPASIANA ADALAH MEDIA WARGA, SETIAP KONTEN DIBUAT OLEH DAN MENJADI TANGGUNGJAWAB PENULIS.

Siapa Yang Menilai Tulisan Ini ?