Kisah Anak-Anak Sejak Bayi di Tinggal Ibu dan Perjuangan Mereka Mencari Ibunya di Acara Kick Andy

22 September 2012 20:56:11 Dibaca :

Kasih sayang seorang ibu tidak akan pernah habisnya,ikatan batin antara seorang anak dan ibu tidak akan pernah lekang oleh waktu.Kehadiran dan arti  penting seorang Ibu bagi seseorang  mempunyai makna sangat mendalam sekali.Ibu adalah pelita,ibu adalah tempat curhat,ibu adalah seorang guru,ibu adalah tempat mendapatkan kasih sayang sejati dan ibu adalah segala-galanya.Tapi tidak semua orang beruntung dan mendapatkan kasih sayang dari ibu kandungnya itu.Masih banyak terjadi karena berbagai persolaan hidup seperti percerain,masalah ekonomi,seorang ibu dengan berat hati dan secara terpaksa  atau sengaja memberikan anaknya pada orang lain,atau ada juga anak dibawa lari oleh bapaknya.

Berikut ini akan di ceritakan beberapa kisah perjuangan orang-orang mencari ibu kandungnya yang sejak bayi sudah ditinggalkan oleh ibu kandung mereka  dan telah disiarkan oleh Metro TV dalam acara Kick Andy pada tanggal 21 September 2012 kemaren.

1.Kisah perjuangan  Rosita mencari ibu kandung

Rosita dipisahkan dari ibu kandungnya sejak berusia 10 bulan,yang secara diam-diam dibawa oleh ayahnya ke Jakarta dari Medan.Rosita terpaksa  berkembang dan jauh dari kasih sayang ibu kandungnya ini akibat perceraian kedua orang tuanya.Rosita dibawa ke Jakarta tanpa sepengetahuan ibunya.

Di Jakarta Rosita tinggal bersama nenek dan uwak-uwaknya.Rosita baru menyadari tidak punya ibu setelah sekolah dasar dan dikasih tahu oleh nenek dan uwak-uwaknya.Rosita selalu bertanya pada ayahnya tentang keberadaan ibunya,tapi ayahnya tidak tahu pasti keberadaan ibunya,setelah perceraian itu.

Setelah beranjak remaja Rosita punya keinginan sangat kuat sekali ingin mencari dan bertemu dengan ibu kandung yang telah melahirkannya.Tapi hasrat dan keinginan itu selalu terbentur tidak adanya informasi yang jelas tentang keberadaan ibunya itu dari orang-orang yang kenal dengan ibunya.Apakah ibunya masih hidup atau masih tinggal di Medan,tidak ada yang tahu,karena mereka semua sudah tidak berhubungan lagi dengan ibunya.Pada saat mau menikah terbersit asa ingin berjumpa dengan ibu kandung dan adalah kebahagian hidup bila saat pernikahan dapat dihadiri dan disaksikan oleh ibu kandung sendiri.Tapi sekali lagi ayahnya tidak bisa memberikan penjelasan tentang keberadaan ibunya selain sebuah foto dan keterangan sebuah rumah yang pernah dibelikan ayahnya.Pada saat perenikahannya Rosita tidak didampingi  oleh ibu kandung tercinta.

Barulah pada tahun 2008 saat Rosita sudah berusia 54 tahun keinginan kuat itu mencul kembali ingin mencari ibunya dengan petunjuk sebuah foto Rosita digendong ibunya saat bayi dan keterangan ayahnya ibunya dibelikan sebuah rumah didaerah Titi Papan Medan.Bersama Tim dari tim MetroTV Rosita memulai petualangan mencari ibu kandungnya didaerah Titi Papan Medan.Tapi usaha pertama ini gagal total.

Usaha kedua dimulai lagi dengan meyebarkan foto Rosita  dalam bentuk fotocopy yang digendong oleh ibunya ke seluruh daerah Titi Papan Medan.Sampai suatu saat foto itu tergeletak diatas  meja sebuah rumah yang dihuni oleh nenek Rosina bersama anak-anak dan cucunya.Nenek Rosina ini berkomentar ini adalah foto anak saya puluhan tahun lalu saat saya masih muda,anak saya yang diculik sewaktu saya pergi ke pasar.

Akhirnya petualangan panjang yang tiada henti dan tidak pernah menyerah dari Rosita berbuah manis dan penuh derai air mata kebagian,kepedihan semua campur aduk setelah bertemu langsung dengan ibu kandung.Pada saat Rosita memperlihatkan foto itu ibunya berkata " Ini adalah mama waktu masih muda dan ini anakku yang diculik.Pada saat itulah Rosita yakin beliau adalah ibunya.Detik-detik mengaharukan  dan sangat membahagiakan adalah saat Rosita bisa melihat dan menatap  wajah ibu kandung sendiri secara langsung dan memeluk serta menciumnya.Rosita baru bisa bertemu ibunya saat sudah berumur 54 tahun.Saat bertemu ibunya,sayangnya bapak Rosita sudah meninggal beberapa minggu sebelumnya.

Ada kenangan yang diberikan oleh nenek Rosina buat anaknya Rosita  yaitu duit Rp 100.000.Dia berkata " Saya tidak pernah mengurus anak saya sendiri selama ini,hanya duit ini yang bisa saya berikan".Bagi orang lain mungkin duit ini tidak berarti apa-apa,tapi bagi Rosita duit ini  sangat berarti dan masih disimpan sampai sekarang.Rosita juga diberikan sebuah cincin sebelum ibunya meninggal setahun yang lalu.

2.Kisah Angelina Julia mencari Ibu kandung.

Angel ini dijual oleh kedua orang tuanya sejak lahir,karena tidak  punya duit buat membayar biaya persalinan dan orangtuanya juga banyak utang.Angel dirawat dan dibesarkan oleh orang tua angkat yang dipanggilnya mami dan papa.Selama ini Angel sering diperlakukan kasar oleh mami.Angel in baru megetahui dia anak pungut pada kelas enam SD .Saat itu maminya lagi stres berat karena  mau cerai lagi sama papanya.setelah bercerai dari papa angkat pertamanya  maminya menikah lagi. dan saat baru pulang sekolah ketemu maminya yang baru bangun tidur langsung memarahi Angel dengan mengatakan keluar kamu,kamu cuma saya beli 5 juta,seharusnya kamu bersyukur karena kamu saya pungut kalau tidak kamu sudah mati di jalan.Dari situlah dia menyadari dia bukan anak kandung,dan berpikir selama ini dia dipukul karena anak pungut.Angel juga menemui papa pertamanya  untuk mengetahui dirinya sebenarnya.

Akhirnya melihat situasi yang tidak nyaman dirumah Angel memutuskan lari dari rumah saat usianya masih 13 tahun dan menetap di Jogya.Dia menulis subuah buku  berjudul Hitam putih dunia Angel untuk menceritakan kisah hidupnya.Buku ini ditulis sejak dia kecil sampai berusia 17 tahun.Buku ini juga ditulis dalam usaha untuk menemukan orang tuanya.Dia berharap dengan buku ini ada orang tua yang membaca kisahnya mungkin ada yang teringat orang tua pernah dulu menitipkan anaknya persis seperti kisah di buku itu.Sampai saat ini umur 19 tahun Angel belum ketemu papa dan mamanya.Angel ingin bertemu dan merasakan kasih sayang kedua orang tuanya,walaupun orang tuanya itu nanti tidak sekaya orang tua angkat,pengemis sekalipun.Angel berpesan jangan sia-siakan orang tua,tidak gampang punya orang tua,dia sendiri tidak pernah meraskan hangat pelukan kedua orang tua.Kasih orang tua itu seumur hidup dan sepanjang masa.

3.Kisah Hartini Dari Belanda Mencari Ibu Kandung Ke Wonosobo

Hartini sudah diabdosi sejak bayi oleh sebuah keluarga di Belanda.Hartini yang lahir tanggal 5 Maret 1981 ini berprofesi sebagai pemain dan pelatih biola.Hartini diboyong Ke Belanda pada juli 1981 saat usianya beberapa bulan saja.Hartini di abdosi dari Yayasan Imanuel Jakarta.Sejak usia dini dia sudah mengetahui dirinya anak adobsi.Walaupun tumbuh dan besar di negeri Belanda  dalam darah Hartini tetap mengalir darah Indonesia,maka sejak usia 16 tahun dia mulai mencari jati diri  dan asal usul  ibu kandung yang sudah melahirkannya dari Indonesia.

Berbekal surat abdosi yang berbekal nama asli ibunya yang bernama Kendari Berangkatlah Hartini ke Indonsia.Dari penelusuran itu ternyata ibunya berasal dari Wonosobo Jawa Tengah.Hartini juga menemui bekas kepala  desa dan tokoh masyarakat setempat untuk mengetahui jejak keberadaan ibu kandungnya.Hartini juga berkunjung ke Jakarta untuk mengetahui keberadaan ibu kandungnya.Melalui Metro Hartini meyampaikan pesan ingin bertemu dengan ibu Kendari di masa depan.

4.Kisah Mei Nugroho Dari Blitar Mencari Ibu Kandung Ke Lampung

Mei nugroho yang sejak bayi dan kakaknya juga sudah ditinggal pergi oleh ibu kandung.Selama ini yang dia tahu kalau ditanya orang bagaimana kabar bapak selalu dijawab baik,tapi ketika ditanya bagaimana kabar ibu,dia tidak bisa menjawab,kecuali sudah mati.Karena tidak pernah merasakan kasih sayang seorang ibu,akhirnya Mei pernah terjerumus dalam narkoba dan dipenjara.Dipenjara ini Mei baru betul-betul menyadari betapa penting kasih sayang seorang ibu.Sehingga Mei bernasar ia harus menemukan ibunya sebelum mati.

Berbekal sebuah sepeda pinjaman  dan uang seadanya serta info yang mengatakan ibunya di Lampung Mei memulai petualangan mencari ibu kandung berangkat ke Bandar Lampung mencari ibu kandung.perjalanan selama sebelas hari akhirnya dia berhasil ketemu sama ibunya.Menurut Mei bagaimanapun ibu kita itu miskin,jelek,cantik,gila sekalipun dia tetap ibu kita.Mei berhasil menemui orang tuanya saat sudah berumur 30 tahun.

Menurut seorang psikolog Ida Purnomosidi berpendapat naluri manusia selalu mencari akarnya.Walaupun dia sudah berada dalam keluarga baru,selalu timbul pertanyaan dirinya ini sebenarnya siapa.Sehingga timbul keinginan menelusuri masa lalu dan ada keinginan yang mendorong utnuk mencari ibu kandung.

5.Kisah Reza Purwanti 38 tahun mencari Ibu Kandung.

Reza Purwati sudah ditinggal oleh ibunya sejak berusia 5 hari.Orang tuanya mengalami konflik rumah tangga dimana bapaknya kawin lagi tanpa izin saat ibunya sedang mengandung Reza Purwanti.Ibunya menitipkan Reza pada orang lain yang dianggap mampu merawat anaknya.Pada saat  Reza berumur 2 tahun ibunya sempat melihatnya untuk memastikan apakah anaknay mirip dengannya.

Pada saat berumur 7 tahun Reza sebenarnya sudah tahu kalau dia bukan anak kandung dari keluarga yang dia tinggal saat itu,ketika saat pergi ke Lampung bersama keluarga angkat.Anak salah seorang pembantu yang bekerja dikeluarga kakek angkatnya yang mengatakan bahwa ia bukan anak ibu wati.Tapi karena ia masih kecil tidak berani bertanya dan hanya dipendam saja.Sampai pada saat kuliah juga takut memeriksakan golongan darahnya.

Dalam pencarian bundanya Reza modalnya hanya keyakinan saja.Pada saat-saat merasa kecewa dalam pencarian ibunya,Pada saat shalat  selalu Reza berdoa sambil menangis " Ya Allah kalau Engkau tidak mengizinkan hamba bertemu bunda hamba,paling tidak pusara bunda ".

Setelah ini Reza berusaha mencari ibunya lewat acara program TV swasta dan sebuah majalah,dan juga sebuah koran utusan melayu di Malaysia.Setelah bersusah payah melakukan upaya ingin bertemu ibu kandung sendiri,akhirnya pencariannya  Reza adalah di makam ibunya sendiri.Pada saat mengetahui keberadaan ibunya ,ibunya sudah meninggal dunia.

Dari cerita tetangga bundanya yang di Kali Baru Reza mendapat kabar,bunda menderita kanker rahim dan hidupnya susah sekali.Hingga meninggal seorang diri.Hingga yang mengurus dan memakamkan bundanya Anie Lova adalah tetangga dan pihak gereja.Kisah perjuangan Reza ini dituangkan dalam sebuah buku berjudul 38 tahun Mencari Ibu.

Dari kisah- kisah diatas kita mendapatkan pelajaran yang sangat berharga sekali betapa penting dan berarti sekali kehadiran seorang ibu buat kita semua.Salam Kompasiana.

Acaranya bisa ditonton kembali pada

http://www.metrotvnews.com/read/newsprograms/2012/09/22/14325/190/21-September-2012


Febrialdi Rusli Umar Ali

/www.febrialdiali.blogspot.com

TERVERIFIKASI (HIJAU)

saya bapak dari dua orang anak yang bekerja di QATAR DUTY FREE(QATAR AIRWAYS),saya bisa juga dikunjungi dihttp://www.febrialdiali.blogspot.com/
Selengkapnya...

KOMPASIANA ADALAH MEDIA WARGA, SETIAP KONTEN DIBUAT OLEH DAN MENJADI TANGGUNGJAWAB PENULIS.

Siapa Yang Menilai Tulisan Ini ?