Wukufiatul Arafah
www.kompasiana.com/wukuf
| Tulisan | : | 3 artikel |
| Komentar | : | 16 tanggapan |
![]() |
![]() |
Kirim Pesan | |
![]() |
|
Jadikan Teman | |
![]() |
Google+ | ![]() |
Laporkan |
Dua hari terakhir ini, Ibuku kerap menangis sendirian di kamar, di dapur, dan kadang saat nonton bareng acara televisi. Matanya sembab dengan air mata. Kita ...
Terlalu banyak retorika tercipta Katanya itu dinamika Terlalu banyak tangis tak terhentikan Katanya itupun dinamika Terlalu banyak kelaparan melanda Itupun katanya dinamika Kaya dan miski makna hakiki dinamika Semua tampak samar ...
Waktuku Terus Berlalu… Segenap raga ini hendak menahan gerak waktu, tapi matahari seakan tak peduli. Sinar mentari pagi hanya sesaat menyapa Membias hingga menembus kamarku Dia tinggalkan ...