Si Penangkap Petir "Ki Ageng Selo" Ternyata Penurun Raja-Raja Mataram

12 Januari 2011 05:46:51 Dibaca :
Si Penangkap Petir "Ki Ageng Selo" Ternyata Penurun Raja-Raja Mataram
-

1294817954916646819
from google
Ki Ageng Selo dengan julukannya Si Penangkap petir ternyata adalah penurun Raja-Raja Mataram. Makam Ki Ageng Selo Makamnya terletak 10 km arah Timur Purwodadi di Desa Tawangharjo Kabupaten Dati II Grobogan Jawa tengah. Dari Purwodadi menuju arah Blora sampai perempatan Desa Tawangharjo belok kanan.  Petir Petir yang ditangkap pernah dipersembahkan di kerajaan Demak pada jaman Sultan Trenggono berupa Naga Yang mulutnya penuh dengan gigi -gigi tajam yang panjang. Diabadikan gambarnya di Pintu Masjid Agung Demak dan juga diabadikan di pintu Masjid Agung Alun-alun Purwodadi. Makam beliau berada dibelakang Masjid Ki Ageng Selo, disebelah tempat tinggal jurukunci. Setiap malam jumat banyak dikunjungi oleh masyarakat ramai, sekitar maupun dari luar kota. Silsilah Ki Ageng Selo Silsilah Beliau dimulai dari Prabu Brawijaya yang beristri putri Wandan kuning (Babad tanah jawi,Meinama,1905, Al Thoff,1941). Dari perkawinan mereka dikaruniai  putra bernama Bondan Kejawan , dari beliau lahir putra Ki Getas Pandawa. Ki Getas Pandawa berputra Ki Ageng Selo. Ki Ageng Selo Berputra Ki Ageng Henis ( Makamnya terletak di Masjid tertua di Solo , yaitu Masjid Laweyan Solo).  Ki Ageng Henis berputra Ki Ageng Pemanahan penguasa pertama Mataram.
1294816423676681804
Makam Kyai Ageng Henis Laweyan Solo (koleksi pribadi)
 Warisan Ki Ageng Selo Nama asli Ki Ageng Ngabdurahman Selo Atau Ki Ageng Selo adalah Bagus Sogom. Dikisahkan ketika Ki Ageng Selo menggelar pertunjukan wayang dengan dalang bernama Ki Bicak. Ki Ageng jatuh hati pada istri Ki Bicak Yang Cantik. Untuk mendapatkan Nyi Bicak maka , Ki Bicak dibunuh oleh Ki Ageng . Tapi entah kenapa Ki Ageng akhirnya lebih memilih Bende Ki Bicak (sejenis gong kecil), daripada menikahi Nyi Bicak. Bende Ki Bicak kemudian menjadi warisan turun menurun keluarga Mataram . Roh Ki Bicak konon dipercaya menyatu dalam bende tadi. Kegunaan "Bende"  untuk meramal kemenangan dalam peperangan. Bila Bende Ki Bicak dibunyikan berbunyi nyaring pertanda bahwa Mataram akan menang dalam peperangan , begitu sebaliknya. Warisan lainnya , berbentuk macapat sejenis syair macapat yang berjudul "Pepali Ki Ageng Selo", yang berisi ajaran ajaran moral menuju keselamatan.

sasongko nur indriyo

/wukiralit

Karena Dia kita ada, karena Dia kita tiada, Dialah segala-galanya. Sisakan kesenangan anda didunia ini untuk bekal anda diakherat. Dalam tujuh hari seminggu, mengapa tak bisa anda tahan , segala nafsu, rasa lapar dan rasa haus dua hari saja dalam seminggu , " puasa sunah senen kamis". Dalam dua puluh empat jam sehari, mengapa tak bisa kau sisakan waktu barang satu dua jam habis isya dan subuh untuk membaca surat surat dari sang maha pemberi , " baca Al Qur'an", sekaligus memahami. Dalam waktu kurang lebih 6 - 8 jam tidurmu, mengapa tidak ambil 15 menit atau lebih untuk sholat tahajud. Bersiaplah, menyiapkan bekal anda di akherat, siapa tahu Allah sebentar lagi akan memanggil kita. Bila saat panggilan itu tiba, jangankan untuk beribadah, menangispun kita tak akan punya waktu lagi. Subhanallah walhamdulillah walaillahailallah allahuakbar.
Selengkapnya...

KOMPASIANA ADALAH MEDIA WARGA, SETIAP KONTEN DIBUAT OLEH DAN MENJADI TANGGUNGJAWAB PENULIS.

Siapa Yang Menilai Tulisan Ini ?