Wong Agung
www.kompasiana.com/wongagung-pakubumi
| Tulisan | : | 20 artikel |
| Komentar | : | 0 tanggapan |
![]() |
![]() |
Kirim Pesan | |
![]() |
|
Jadikan Teman | |
![]() |
Google+ | ![]() |
Laporkan |
TERSESAT Kemana pusaran angin lirih menggiring hembuskan, dari hati yang ku punya sia sia, peduli apa ratapan berbalut compang camping pesakitan, kian tak bermakna sendi sendi syaraf yang menopang ...
Irawati 2 (sepertiga waktu mencintaimu ) Residu mengendap endap pekat enggan beranjak rekat, Meski hitam tlah beranjak cetuskan kelabu… Namun kusamnya tetaplah bersanding di dasarnya perigi hati, Sudut kisi ...
menjamu rayu diantara tepian salahku… ramuan celoteh diantara sepatah benar yang dipudarkan, kejenuhan maknai umpatan terlontar berlompat lombatan… sisakan penat pengikat cacian kalimat merambat. senyum sekedar pertanda pelipur secarik ...
Bangkai alibi yang terkuak terjilat lalat profokasi, Menyeruak lantang ditepian comberan yg tersamarkan…tertiadakan Aiu…babibu…auau Prolog tak beraksara tanpa makna mengumbar jengah disela bangkai bangkai saudara,… Celoteh di terik kekurangan ...
goresan pena di secarik kertas itu masihlah terbaca, meski lusuh dan berlinang derai duka, masihlah satu satu dapat ku eja. betapa nestapa nya dikau… meski tertutup awan senyuman seribu ...
aku menatapmu bukan sekedar menjilat nafsu, dan aku menggapaimu bukan karna lukisan parasmu, juga bukan keping pundi penghias dunia sayu. asal kau tau tlah kugadai dan kutitipkan hati ...
maknai hati Kuteguk bayangmu tatkala malam merindukan bintang dimana ragamu terbujur dalam lelapnya lelah asa yang letih sedangkan nafsu yang mendengkur layu membungkam sombongmu apalagi jiwamu yg letih berlarian ...
bangau di tepi telaga telaga lantang beriak menyambut kedatanganmu bertelanjang dada dengan tembikar kusut yg kau bawa memang keluh tak terucapkan namun guratan wajahmu lukiskan penyesalan yang begitu dalam bagaikan ...
Hidup terbentang semburat pesona tertutup pekatnya mega yang tlah terjalani sebagian dari sisi perjalanannya hidup mau tak mau tertempuh tanpa tau arahnya tujuan membuang sia sia nafas yang dikaruniakan ...
Menggeliat menyenandungkan rasa raga tiada berbahasa, Lirih pun tiada sejengkal detak yang mampu berkata bicara. Ataukah menyibak nuansa berkaca kaca tatapan tersiakan, … Gulali asam manisnya gulana yang ...